Korea Selatan Rebut Gelar Uber Cup 2026: Strategi Jitu Park Joo Bong dan Kejutan Kim Ga Eun

Wibowo

Kemenangan dramatis Korea Selatan di ajang Uber Cup 2026 menjadi sorotan utama dunia bulu tangkis, menandai puncak kesuksesan pelatih kepala Park Joo Bong sejak mengambil alih tampuk kepelatihan tahun lalu. Tim Negeri Ginseng berhasil menghentikan ambisi China meraih gelar Uber Cup ke-17 kalinya dengan kemenangan meyakinkan 3-1 di partai final. Keberhasilan ini didorong oleh performa gemilang An Se Young, Kim Ga Eun, serta duet ganda putri dadakan Baek Ha Na/Kim Hye Jeong.

Gelar Uber Cup tahun ini menjadi pencapaian terpenting bagi Park Joo Bong yang baru menjabat sebagai pelatih kepala tim putri Korea Selatan sejak tahun lalu. Sebelumnya, Korea Selatan memang sempat mengalahkan China di final Badminton Asia Women’s Team Championships awal tahun ini. Namun, kemenangan tersebut diraih atas tim China yang tidak diperkuat para bintang utamanya. Di final Uber Cup 2026, Korea Selatan membuktikan diri sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan dengan menumbangkan skuad terbaik China.

"Kami juara pada 2022, namun saat itu saya belum bergabung dengan tim Korea. Saya bergabung sebagai pelatih kepala tahun lalu, jadi saya sangat bahagia dengan gelar ini," ujar Park Joo Bong. Ia menambahkan bahwa kemenangan ini memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar bagi timnya, terutama menjelang Asian Games di Jepang tahun ini di mana mereka berpeluang kembali berhadapan dengan China.

Strategi parkir ganda dadakan yang diterapkan Park Joo Bong menjadi salah satu kunci keberhasilan tim. Alih-alih menurunkan pasangan ganda reguler, Park memilih dua pasangan dadakan: Lee So Hee berpasangan dengan Jeong Na Eun, dan Baek Ha Na berduet dengan Kim Hye Jeong. Keputusan ini terbukti tepat sasaran.

"Perencanaan kami adalah memenangkan dua tunggal dan satu ganda. An Se Young tentu saja menyumbang satu poin, lalu ganda kedua (Baek/Kim Hye Jeong), dan kemudian tunggal ketiga yang seharusnya dimainkan Sim Yu Jin melawan Han Yue," jelas Park. Ia mengakui bahwa ganda pertama China sangat kuat, sehingga timnya perlu mencoba strategi lain di ganda kedua. "Di Asia Team Championships Februari lalu, kami (Baek/Kim) berhasil mengalahkan mereka (Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian), jadi kami yakin bisa mendapatkan poin dari ganda kedua hari ini," tambahnya.

Kejutan terbesar datang dari penampilan Kim Ga Eun di sektor tunggal kedua. Ia sukses mengalahkan Chen Yu Fei dengan performa yang brilian, menjadi penentu kemenangan dramatis bagi Korea Selatan. Performa Kim Ga Eun di partai final ini sangat mengejutkan banyak pihak, termasuk tim pelatihnya sendiri.

"Ini benar-benar mengejutkan. Kim Ga Eun tidak bermain di semifinal, dan performanya di babak penyisihan grup juga tidak begitu bagus, jadi kami sempat khawatir dengannya," ungkap Park Joo Bong. "Namun, hari ini adalah harinya. Ia bermain sangat tenang. Biasanya ia sering melakukan kesalahan, tetapi di final ini ia sangat fokus dan mengikuti arahan taktik kami. Ia adalah salah satu alasan kemenangan ini."

An Se Young, yang sempat kalah dari Wang Zhi Yi di All England, menunjukkan performa impresif untuk membalas kekalahannya di Kejuaraan Asia dan Uber Cup. Park membeberkan bahwa di All England, Wang Zhi Yi memang lawan yang sulit bagi An, dan konsentrasinya saat itu kurang baik. "Biasanya kontrol permainannya sangat baik, namun di All England ia tidak berada di level normalnya. Ia bekerja keras untuk mengubah permainannya saat kembali ke Korea," kata Park.

"Di Kejuaraan Asia April lalu, ia berhasil membuat Wang Zhi Yi bekerja keras sementara ia sendiri yang mengontrol pertandingan. Jadi, kami berhasil. Hari ini pun kami merencanakannya seperti itu; ini bukan hari yang baik bagi Wang Zhi Yi, ia membuat banyak kesalahan," lanjutnya.

Sementara itu, Kim Hye Jeong menunjukkan performa luar biasa di ganda kedua bersama Baek Ha Na. Kemenangan mereka menjadi krusial dalam mengamankan gelar bagi Korea Selatan. "Kami tidak punya banyak peluang di ganda pertama, jadi kami harus memecah pasangan ganda kami. Karena di Februari lalu Baek/Kim berhasil mengalahkan Jia/Zhang, kami punya peluang bagus dengan pasangan yang dipecah ini," ujar Park.

Strategi memecah pasangan ganda reguler yang diterapkan di Uber Cup ini terbukti berhasil, berbeda dengan nasib serupa di Thomas Cup. "Ya, di Uber Cup, strategi ini berhasil. Performa Thomas Cup kami sebenarnya cukup baik. Di pertandingan pertama melawan Denmark, kami tidak dalam kondisi terbaik, sektor tunggal putra kami selalu menjadi kelemahan. Namun kali ini kami mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, jadi masa depan kami lebih kuat dan kami akan kembali," pungkas Park Joo Bong optimis. Kemenangan di Uber Cup 2026 ini tidak hanya menambah koleksi gelar bergengsi bagi Korea Selatan, tetapi juga menjadi bukti kedalaman skuad dan kepiawaian strategi tim pelatih di bawah nahkoda Park Joo Bong.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All