Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) secara resmi mengumumkan Mesir sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026. Keputusan bersejarah ini menandai kali kedua ajang BWF Major Championship diselenggarakan di Benua Afrika, dan yang pertama kalinya dalam kurun waktu 24 tahun. Penunjukan Mesir ini menyusul keputusan mendadak Badminton Indonesia (PBSI) yang sebelumnya berencana menjadi tuan rumah, namun kemudian melepaskan hak penyelenggaraannya pada awal tahun ini.
Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 di Mesir akan menjadi momen penting yang tercatat dalam sejarah bulu tangkis benua Afrika. Terakhir kali, Afrika menjadi tuan rumah ajang serupa adalah pada Kejuaraan Dunia Junior BWF di Afrika Selatan tahun 2002. Keunikan lain dari penyelenggaraan tahun 2026 adalah bersamaan dengan Youth Olympic Games Dakar 2026, yang juga akan berlangsung di benua Afrika. Sinergi ini diharapkan dapat semakin meningkatkan gaung dan perkembangan olahraga bulu tangkis di seluruh penjuru Afrika.
Proses seleksi tuan rumah berjalan intensif. BWF telah menjalin diskusi yang produktif dan konstruktif dengan Federasi Bulu Tangkis Mesir (EBF) selama beberapa minggu. Prioritas utama BWF adalah menunjuk tuan rumah baru secepat mungkin guna memastikan kelancaran penyelenggaraan salah satu kejuaraan paling bergengsi dalam kalender bulu tangkis junior dunia ini.
BWF mengapresiasi proposal tuan rumah yang diajukan oleh EBF, yang dinilai matang, profesional, dan kokoh. Kesepakatan antara BWF dan EBF telah mengkonfirmasi dukungan penuh dari mitra pemerintah dan otoritas terkait. Dukungan ini krusial untuk menjamin kesuksesan penyelenggaraan kejuaraan, serta memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh peserta, mulai dari kedatangan hingga kepulangan mereka.
Pertandingan Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 akan digelar di Cairo International Stadium. Jadwal pasti dan rincian kompetisi akan diumumkan lebih lanjut oleh BWF. Selain itu, Dewan BWF juga telah mengkonfirmasi penerapan sistem penilaian reli 3×55 poin untuk Kejuaraan Beregu Campuran BWF. Perubahan sistem penilaian ini diharapkan dapat memberikan dinamika baru dan meningkatkan daya tarik kompetisi.
Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, menyambut gembira penunjukan Mesir sebagai tuan rumah. Beliau menegaskan bahwa Kejuaraan Dunia Junior BWF merupakan pilar penting dalam jalur pengembangan atlet elit. Oleh karena itu, penunjukan tuan rumah yang mampu menyelenggarakan acara dengan standar tertinggi menjadi keharusan bagi BWF. Proposal Mesir, menurutnya, menunjukkan kesiapan dan ambisi yang jelas. Membawa kejuaraan ini ke Afrika untuk pertama kalinya sejak 2002 merupakan langkah strategis dalam memperluas jejak global bulu tangkis.
"Ajang ini, yang berlangsung di tahun yang sama dengan Youth Olympic Games Dakar 2026, akan semakin memperkuat momentum bulu tangkis di seluruh Afrika dan menginspirasi serta mengembangkan generasi pemain masa depan di benua ini. BWF akan terus mendorong bulu tangkis ke depan dalam segala dimensi, dengan komitmen teguh untuk mengangkat bulu tangkis sebagai olahraga yang benar-benar global dan pilihan utama yang dapat diakses oleh semua orang, di setiap komunitas, gender, usia, dan kemampuan," ujar Khunying Patama Leeswadtrakul.
Menteri Pemuda dan Olahraga Mesir, Yang Mulia, Bapak Gohar Nabil, menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan. "Menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 adalah bukti infrastruktur kelas dunia negara kami dan mencerminkan komitmen kami yang tak tergoyahkan terhadap keunggulan di arena internasional," tuturnya. Pemerintah Mesir memberikan dukungan penuh untuk acara ini, mengalokasikan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk menjamin pengalaman yang luar biasa bagi para atlet, delegasi, dan penggemar dari seluruh dunia. "Ini bukan sekadar kejuaraan. Ini adalah tonggak strategis yang akan memperkuat posisi negara kami sebagai destinasi utama untuk acara internasional besar," tambah Bapak Gohar Nabil.
Presiden EBF, Dr. Hadia Hosny, menggambarkan momen ini sebagai titik penentu bagi bulu tangkis Mesir. "Memenangkan tender untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF menandai momen penting bagi bulu tangkis Mesir. Kami berharap dapat menyambut dunia dan menciptakan warisan abadi bagi pengembangan pemuda dalam olahraga kami. Momen membanggakan ini menggarisbawahi ambisi kami untuk memposisikan Mesir sebagai pusat utama bulu tangkis di Afrika dan sekitarnya," kata Dr. Hadia Hosny.
Mesir sendiri merupakan salah satu penerima manfaat dari BWF’s Enhanced Membership Grant Programme. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas Federasi Anggota di negara-negara yang memiliki kepentingan strategis dan potensi pertumbuhan olahraga yang kuat. Keberhasilan Mesir dalam menjadi tuan rumah BWF Major Championship menunjukkan perkembangan pesat federasi tersebut dan peran Mesir yang semakin penting dalam komunitas bulu tangkis global.
Penunjukan Mesir sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior BWF 2026 bukan hanya sebuah berita olahraga, tetapi juga sebuah narasi tentang ambisi, pengembangan, dan perluasan jangkauan bulu tangkis secara global. Dengan dukungan pemerintah dan infrastruktur yang memadai, Mesir siap mencetak sejarah baru dan menginspirasi generasi muda bulu tangkis di Afrika dan dunia.











