Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Bayeux Tapestry, Bukti Sejarah Penaklukan Inggris, Unjuk Gigi di London Setelah Hilang Ribuan Tahun

Oleh Muzairi M September 8, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Salah satu artefak paling berharga dalam sejarah Inggris, Bayeux Tapestry, kini kembali dipamerkan di London. Karya epik abad pertengahan ini, yang menggambarkan peristiwa penting jelang Perang Hastings dan Penaklukan Normandia atas Inggris pada tahun 1066, telah dipinjamkan dan dipamerkan di British Museum. Kehadirannya di Inggris menandai momen bersejarah setelah nyaris seribu tahun lamanya.

Bayeux Tapestry merupakan sebuah kain bersulam yang panjangnya mencapai 70 meter dan tingginya 50 sentimeter. Karya seni luar biasa ini menceritakan kisah visual yang detail mengenai perebutan takhta Inggris dan invasi yang dipimpin oleh William Sang Penakluk dari Normandia. Adegan-adegan dramatis, termasuk kematian Raja Harold yang ikonik, terpampang jelas dalam setiap detail sulaman.

Keterangan dari British Museum menegaskan bahwa Bayeux Tapestry merupakan saksi bisu yang tak ternilai dari salah satu momen paling transformatif dalam sejarah Inggris. Sejak penaklukan tersebut, artefak ini sebagian besar menghabiskan waktunya di Prancis, kecuali pada kunjungan singkat ke Inggris pada tahun 1966 untuk memperingati seribu tahun pertempuran Hastings. Kini, kesempatan langka ini memungkinkan masyarakat Inggris dan pengunjung dari seluruh dunia untuk kembali menyaksikan keagungan karya seni ini secara langsung.

Pameran ini tidak hanya sekadar memamerkan sebuah objek bersejarah, tetapi juga membuka jendela ke masa lalu yang penuh gejolak politik dan perubahan besar. Detail-detail dalam Bayeux Tapestry, mulai dari persiapan perang, pertempuran sengit, hingga konsekuensi politiknya, disajikan dengan narasi visual yang memukau. Kehadiran kembali artefak ini di Inggris menjadi bukti nyata betapa pentingnya menjaga dan memamerkan warisan sejarah untuk generasi mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp