Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Kelangkaan Solar Kembali Melanda, Operator Bus Meradang

Oleh Emanuel September 8, 2026 20 minutes lalu 0 komentar

Situasi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar kembali memicu kepanikan di kalangan operator bus di Indonesia. Kelangkaan yang mulai terasa lagi akhir-akhir ini memaksa para pengusaha transportasi darat ini untuk berjuang keras mendapatkan pasokan bahan bakar yang vital bagi operasional mereka.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak lanjutan terhadap tarif angkutan umum dan kelancaran mobilitas masyarakat. Sejumlah operator melaporkan kesulitan signifikan dalam mengisi tangki armada mereka, bahkan ada yang terpaksa menunda keberangkatan atau mengurangi frekuensi layanan.

Menurut data yang dihimpun, kelangkaan solar ini dilaporkan terjadi di berbagai daerah, menunjukkan adanya masalah distribusi atau pasokan yang lebih luas. Keterbatasan akses terhadap solar tidak hanya berdampak pada biaya operasional yang membengkak akibat antrean panjang dan potensi pembelian di luar harga resmi, tetapi juga mengancam keberlangsungan bisnis transportasi itu sendiri.

Salah seorang operator bus yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keprihatinannya. “Kami sudah mulai merasakan dampaknya sejak beberapa minggu lalu. Antrean di SPBU semakin panjang, dan kadang solar habis padahal kami sangat membutuhkan untuk operasional harian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi ini sangat memberatkan, terutama di tengah upaya pemulihan pasca pandemi yang masih berjalan. “Ini sangat menghantui kami. Kalau solar terus langka seperti ini, bagaimana kami bisa melayani masyarakat dengan baik? Biaya operasional kami pasti akan naik tajam, dan itu mau tidak mau akan kami bebankan ke penumpang,” keluhnya.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dan PT Pertamina (Persero) selaku badan usaha penyalur BBM. Perlu adanya evaluasi mendalam terhadap rantai pasok solar, mekanisme distribusi, hingga upaya pencegahan penimbunan atau penyalahgunaan agar kelangkaan serupa tidak terus berulang dan mengganggu roda perekonomian.

Bagikan: Facebook X WhatsApp