Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung megah dengan format 48 tim yang baru, menjanjikan intrik dan kejutan lebih banyak di setiap babak. Bagi Tim Nasional Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu tuan rumah, turnamen ini adalah kesempatan emas untuk menulis sejarah di hadapan publik sendiri. Namun, perjalanan menuju mahkota juara tidak akan mudah, dengan analisis awal menunjukkan bahwa tiga raksasa sepak bola Eropa — Spanyol, Prancis, dan Inggris — berpotensi menjadi batu sandungan terbesar mereka.
Sistem baru ini menghadirkan tantangan unik, terutama dalam menentukan 32 tim yang lolos ke fase gugur dari babak grup yang lebih luas. Kerumitan formula yang melibatkan delapan tim peringkat ketiga terbaik telah memicu berbagai skenario, menciptakan jalur yang penuh teka-teki bagi setiap kontestan. Dalam kondisi inilah, spekulasi mengenai rute impian Timnas AS mulai mencuat, didukung oleh semangat juang yang diusung oleh pelatih Mauricio Pochettino.
Babak 32 Besar: Menghadapi Bosnia dan Herzegovina
Langkah awal Timnas AS di babak 32 besar diprediksi akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina, tim yang berhasil melaju ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Pertandingan ini akan berlangsung pada 1 Juli pukul 20.00 Waktu Bagian Timur (ET) di Santa Clara. Bosnia memiliki perpaduan antara pengalaman dan talenta muda, dengan striker veteran Edin Džeko, yang kini berusia 40 tahun, masih sangat berpengaruh di lini depan tim.
Selain itu, sayap muda Kerim Alajbegović, yang 22 tahun lebih muda dari Džeko, telah menunjukkan potensi besar dengan mencetak gol dalam kemenangan 3-1 atas Qatar yang memastikan tiket mereka ke babak selanjutnya. Meskipun Bosnia asuhan Sergej Barbarez dikenal tangguh secara fisik dan semakin solid, terutama setelah kampanye kualifikasi yang tidak terlalu menonjol, mereka mungkin akan bermain tanpa beban di turnamen ini. Keberhasilan mereka mengalahkan Wales dan Italia melalui adu penalti di babak play-off kualifikasi menjadi peringatan bagi AS.
Ini menunjukkan bahwa Bosnia tidak boleh diremehkan, terutama jika pertandingan berlanjut ke babak tos-tosan. Namun, Timnas AS diyakini memiliki kualitas individu yang lebih unggul dan permainan yang lebih cair dalam penguasaan bola. Tuan rumah berpeluang besar mendominasi sejak awal pertandingan. Bosnia kemungkinan akan dipaksa untuk bertahan kokoh dan mengandalkan serangan balik atau bola mati untuk mencuri gol. Peluang kemenangan AS diperkirakan mencapai 7 dari 10.
Babak 16 Besar: Ujian dari Belgia
Jika mampu melewati Bosnia, Timnas AS kemungkinan besar akan berjumpa Belgia di babak 16 besar yang dijadwalkan pada 6 Juli pukul 20.00 ET di Seattle. Tim berjuluk "Setan Merah" ini tampaknya sedang dalam fase penurunan, dengan generasi emas mereka yang telah melewati puncak kejayaan beberapa turnamen lalu. Kemenangan telak 5-1 atas tim semenjana Selandia Baru di babak grup memang membawa Belgia asuhan Rudi Garcia ke puncak Grup G.
Namun, hasil imbang yang kurang meyakinkan melawan Mesir dan Irak menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi dan potensi mereka yang sebenarnya. Pertandingan ini akan membangkitkan kenangan pahit bagi AS, yakni kekalahan 2-1 di perpanjangan waktu dari Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2014. Kala itu, Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku menjadi mimpi buruk bagi AS.
Kedua pemain ini masih menjadi tulang punggung tim Belgia saat ini, bahkan mencetak gol ke gawang Selandia Baru di Vancouver. Penjaga gawang tangguh Thibaut Courtois juga tetap menjadi benteng terakhir mereka. Tiga bulan lalu, Belgia juga mengalahkan AS dengan skor telak 5-2 dalam laga persahabatan di Atlanta. Meski kedua tim bermain dengan kekuatan tidak penuh, hasil itu menjadi pelajaran berharga bagi Pochettino dan skuadnya. Jika AS harus menghadapi tim peringkat 10 besar di fase awal, Belgia mungkin adalah lawan yang paling diinginkan, mengingat potensi mereka yang dianggap menurun. Kemenangan atas Belgia akan memberikan suntikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi skuad AS. Peluang kemenangan AS diperkirakan 6 dari 10.
Perempat Final: Hadangan Sang Juara Eropa, Spanyol
Tantangan sesungguhnya akan tiba di perempat final, di mana Timnas AS diprediksi akan menghadapi juara Eropa dan favorit kedua Piala Dunia, Spanyol. Laga krusial ini akan digelar pada 10 Juli pukul 15.00 ET di Los Angeles. Secara teori, Spanyol memiliki peluang lebih besar untuk menang atas AS. Namun, ada argumen yang bisa diajukan untuk sebaliknya. Spanyol saat ini terlihat sangat bergantung pada kreativitas Lamine Yamal yang masih berusia 18 tahun, menjadi satu-satunya sumber percikan kreatif utama mereka.
Dominasi penguasaan bola mereka tidak selalu menjamin hasil akhir yang memuaskan, seperti yang terlihat dalam hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde di babak grup. Performa Spanyol dalam kemenangan tipis 1-0 atas Uruguay juga tidak terlalu mengesankan, menunjukkan bahwa mereka hanya bermain seadanya tanpa menunjukkan kekuatan penuh. Sebagai tim underdog yang bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter, Timnas AS bisa saja tampil lepas tanpa tekanan berlebihan.
Spanyol memang lebih siap dari Piala Dunia Qatar 2022, di mana mereka tersingkir oleh Maroko melalui adu penalti di babak 16 besar. Namun, jika tim asuhan Luis de la Fuente bermain di bawah standar sementara AS tampil gemilang, kejutan bisa saja terjadi. Ini kemungkinan besar membutuhkan disiplin pertahanan dan rigiditas taktis yang tampaknya belum dimiliki AS sepenuhnya. AS terlihat bagus saat menyerang tim selevel atau lebih lemah, namun kurang meyakinkan saat bertahan melawan tim-tim papan atas. Peluang kemenangan AS diperkirakan hanya 3 dari 10.
Semifinal: Lawan Berat, Prancis
Melangkah lebih jauh ke semifinal, Timnas AS akan dihadapkan pada ujian terberat berupa Prancis, tim yang paling impresif di babak grup. Pertandingan ini direncanakan pada 14 Juli pukul 15.00 ET di Dallas. Tim asuhan Didier Deschamps memiliki kedalaman dan kekuatan menyerang yang luar biasa, meskipun terkadang menunjukkan kelalaian di lini pertahanan. Contohnya, gol cepat Norwegia beberapa detik setelah jeda babak pertama saat Prancis sudah unggul 2-0, meskipun akhirnya Les Bleus memenangkan pertandingan dengan skor 4-1.
Meski demikian, Timnas AS dengan pemain-pemain dinamis seperti Christian Pulisic dan Folarin Balogun memiliki potensi untuk menguji lini belakang Prancis. Terutama jika mereka diberi kebebasan untuk bermain menyerang dengan ambisi yang sama seperti saat menghancurkan Paraguay di babak grup. Pelatih Pochettino seringkali menekankan pentingnya keyakinan tim, dengan motto favoritnya: "Ketika orang saling percaya, impian yang mustahil menjadi mungkin."
Namun, Prancis bukanlah Paraguay. Jika mereka berhasil mencapai babak ini, kemungkinan besar mereka telah mengalahkan tim-tim kuat seperti Jerman dan Belanda di jalur mereka, yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa pertahanan mereka cukup solid. Jika pertandingan berubah menjadi adu serang terbuka dan tidak terkontrol, AS berisiko mengalami kekalahan telak di tangan tim Prancis yang perkasa. Peluang kemenangan AS diperkirakan hanya 2 dari 10.
Final: Pertarungan Epik Melawan Inggris
Skenario impian dan puncak dari perjalanan luar biasa Timnas AS adalah menghadapi Inggris di final Piala Dunia 2026. Laga pamungkas yang sarat sejarah ini akan digelar pada 19 Juli pukul 15.00 ET di New York-New Jersey. Ini akan menjadi pertandingan yang penuh sejarah, bertepatan dengan bulan perayaan hari jadi Amerika Serikat. Sebuah final Piala Dunia antara AS dan Inggris di New York (atau lebih tepatnya, New Jersey) akan menjadi perayaan yang unik dan tak terlupakan, bahkan lebih meriah dari konser Vanilla Ice di National Mall.
Dengan seorang mantan manajer Liga Premier di pucuk pimpinan (Pochettino) dan banyak pemain AS yang memiliki pengalaman di Inggris, tim tuan rumah memiliki tingkat keakraban dengan lawan yang akan membantu mereka. Semangat juang, kepercayaan diri yang membara, dan keuntungan bermain di kandang sendiri diyakini akan mampu mengimbangi kualitas individu yang mungkin masih sedikit di bawah tim asuhan Thomas Tuchel. Jika Timnas AS benar-benar berhasil mencapai tahap ini, itu berarti sesuatu yang ajaib dan luar biasa sedang terjadi dalam turnamen tersebut. Mereka akan ditakdirkan untuk memenangkan trofi, yang kemungkinan besar akan berakhir di Oval Office, menambah koleksi piala kebesaran negara. Peluang kemenangan AS diperkirakan mencapai 10 dari 10 jika mereka berhasil mencapai final.
Perjalanan Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 adalah kisah ambisi, harapan, dan tantangan yang monumental. Dengan dukungan penuh dari publik tuan rumah dan semangat juang yang tinggi, Christian Pulisic dkk. berpotensi menciptakan kejutan di panggung sepak bola dunia. Meskipun jalan menuju juara dipenuhi rintangan berat dari tim-tim elite seperti Spanyol, Prancis, dan Inggris, mimpi untuk mengangkat trofi di kandang sendiri bukanlah hal yang mustahil. Turnamen ini akan menjadi ujian sejati bagi perkembangan sepak bola AS dan warisan yang akan mereka tinggalkan untuk generasi mendatang.










