Penyerang tim nasional Prancis, Ousmane Dembele, tampil memukau dengan mencetak hat-trick gemilang yang membawa Les Bleus menundukkan Norwegia 4-1 dalam laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026. Kemenangan telak di East Rutherford, Amerika Serikat, pada Jumat (26/6/2026) ini sekaligus memastikan Prancis melaju ke babak 32 besar dengan status juara grup dan rekor sempurna.
Pertandingan yang berlangsung di salah satu stadion megah di East Rutherford tersebut menjadi panggung bagi Dembele untuk menunjukkan kelasnya. Pemain berusia 29 tahun itu hanya membutuhkan waktu 25 menit di babak pertama untuk membombardir gawang Norwegia. Tiga gol cepatnya tercipta pada menit ke-7, menit ke-20, dan menit ke-32, mengubah jalannya pertandingan secara drastis dan menempatkan Prancis di atas angin sejak awal.
Performa eksplosif Dembele ini tidak hanya berarti kemenangan bagi Prancis, tetapi juga mengukir rekor pribadi dan sejarah di Piala Dunia. Catatan tiga gol tersebut menjadikannya hat-trick ke-57 sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia putra. Lebih lanjut, keberhasilan ini menjadi hat-trick ketiga yang tercipta sepanjang fase grup turnamen Piala Dunia 2026, menunjukkan intensitas dan kualitas penyerangan di edisi kali ini.
Sebelum Dembele, dua pemain bintang lainnya juga telah menorehkan hat-trick di fase grup Piala Dunia 2026. Lionel Messi dari Argentina menjadi yang pertama saat timnya mengalahkan Aljazair 3-0. Menyusul kemudian adalah Jonathan David, striker muda Kanada, yang mencetak tiga gol dalam kemenangan telak 6-0 atas Qatar. Kehadiran Dembele dalam daftar elit ini menegaskan kembali statusnya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di dunia.
Hat-trick yang dicetak peraih Ballon d’Or ini memiliki makna yang lebih dalam bagi Dembele pribadi. Momen gemilang ini menjadi puncak kebangkitan performanya setelah sempat melewati 19 pertandingan internasional bersama timnas Prancis tanpa mencetak gol. Periode paceklik gol tersebut sempat menimbulkan pertanyaan tentang kontribusinya, namun Dembele berhasil memecah kebuntuan pada laga sebelumnya saat Prancis berhadapan dengan Irak, sebelum akhirnya tampil sangat eksplosif kontra Norwegia. Kebangkitan ini tentu akan menambah kepercayaan dirinya menjelang fase gugur yang lebih menantang.
Kemenangan meyakinkan atas Norwegia ini melengkapi perjalanan sempurna Prancis di Grup I. Skuad asuhan Didier Deschamps berhasil menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan, mengumpulkan total sembilan poin. Konsistensi dan kedalaman skuad Les Bleus, yang didukung oleh performa individu cemerlang seperti Dembele, menjadikan mereka salah satu favorit kuat di turnamen ini.
Norwegia sendiri, meskipun harus mengakui keunggulan Prancis, tetap berhasil mengamankan posisi kedua di Grup I. Mereka mengumpulkan total enam poin dari tiga pertandingan dan akan mendampingi Prancis melaju ke babak 32 besar. Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras tim Norwegia yang menunjukkan daya saing di tengah grup yang kompetitif.
Sementara itu, persaingan di Grup I juga melibatkan Senegal dan Irak. Senegal menempati peringkat ketiga grup dengan raihan tiga poin. Berkat sistem kualifikasi yang memungkinkan tim peringkat ketiga terbaik melaju, Senegal berhasil lolos ke babak selanjutnya. Di sisi lain, Irak harus menelan pil pahit setelah tidak mampu meraih satu pun poin dari tiga laga, membuat mereka dipastikan tersingkir dari turnamen akbar empat tahunan ini.
Dengan status juara grup, Prancis kini menatap babak 32 besar dengan optimisme tinggi. Performa solid di fase grup, ditambah dengan ledakan individu dari Ousmane Dembele, memberikan modal berharga bagi Les Bleus untuk menghadapi lawan-lawan yang semakin berat di fase gugur. Dembele, yang kini kembali menemukan ketajamannya, diharapkan dapat terus menjadi tumpuan lini serang Prancis dalam misi mereka meraih gelar juara Piala Dunia 2026.











