Piala Dunia 2026 menjadi panggung bagi sejumlah kisah baru, salah satunya adalah pertemuan perdana antara tim nasional Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) dan Uzbekistan di babak penyisihan grup. Laga ini bukan hanya menjadi ajang perebutan poin krusial, melainkan juga catatan historis sebagai bentrokan kompetitif pertama kedua negara di kancah sepak bola internasional. Dengan rekam jejak persiapan yang cukup kontras, pertandingan ini diprediksi akan menyajikan tensi tinggi dan strategi penuh perhitungan.
RD Kongo datang ke turnamen akbar ini dengan modal performa yang kurang konsisten dalam lima pertandingan terakhirnya. Skuad berjuluk The Leopards ini menunjukkan bahwa mereka masih mencari ritme terbaik menjelang kick-off Piala Dunia. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama bagi pelatih untuk memastikan tim dapat bersaing di level tertinggi.
Dalam rangkaian persiapan, RD Kongo mencatatkan satu kemenangan tipis atas Jamaika dengan skor 1-0 pada 1 April 2026. Hasil positif ini memberikan sedikit suntikan moral bagi para pemain dan staf pelatih. Namun, performa selanjutnya menunjukkan fluktuasi yang perlu diwaspadai.
Mereka bermain imbang tanpa gol melawan Denmark pada 4 Juni 2026, menunjukkan soliditas lini pertahanan yang cukup baik. Kemudian, pada 18 Juni 2026, RD Kongo berhasil menahan imbang raksasa Eropa, Portugal, dengan skor 1-1, sebuah hasil yang tentu membuktikan potensi mereka untuk menyulitkan tim-tim besar.
Sayangnya, di antara hasil positif tersebut, RD Kongo juga menelan dua kekalahan. Mereka takluk 1-2 dari Cili pada 9 Juni 2026 dan yang terbaru, kalah tipis 0-1 dari Kolombia pada 24 Juni 2026. Kekalahan di laga pamungkas ini menjadi alarm bagi tim untuk segera berbenah, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan menjaga fokus sepanjang pertandingan.
Total dari lima pertandingan terakhir, RD Kongo mengemas satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan. Statistik ini menggambarkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bertahan dan mencuri poin, tetapi masih kesulitan untuk mendominasi pertandingan dan mengamankan kemenangan secara reguler. Tantangan sesungguhnya akan terlihat saat mereka menghadapi Uzbekistan di ajang sebesar Piala Dunia.
Di sisi lain, kondisi yang lebih mengkhawatirkan justru membayangi kubu Uzbekistan. Tim dari Asia Tengah ini datang ke Piala Dunia 2026 dengan rapor merah, mencatatkan serangkaian hasil negatif yang bisa mengikis kepercayaan diri para pemain. Tekanan besar tentu akan dirasakan oleh tim pelatih untuk segera memutus tren buruk ini.
Uzbekistan belum sekalipun merasakan kemenangan dalam lima pertandingan terakhir mereka. Rangkaian hasil minor ini dimulai dengan hasil imbang tanpa gol melawan Venezuela pada 30 Maret 2026. Meskipun meraih satu poin, hasil ini menjadi satu-satunya yang tidak berakhir dengan kekalahan.
Setelah itu, Uzbekistan seperti kehilangan arah. Mereka menelan empat kekalahan beruntun yang cukup telak. Pada 2 Juni 2026, Kanada berhasil mengalahkan mereka dengan skor 2-0. Disusul kemudian kekalahan 2-1 dari Belanda pada 9 Juni 2026, menunjukkan bahwa mereka kesulitan menghadapi tim-tim dengan kualitas menyerang yang agresif.
Pukulan telak datang pada 18 Juni 2026 saat Uzbekistan dikalahkan Kolombia 1-3. Puncaknya, mereka dihancurkan Portugal dengan skor telak 5-0 pada 24 Juni 2026. Rentetan kekalahan ini menjadi sinyal bahaya yang harus segera diatasi jika Uzbekistan ingin berbicara banyak di Piala Dunia.
Catatan empat kekalahan beruntun dan hanya satu hasil imbang dalam lima laga terakhir menunjukkan adanya masalah fundamental dalam tim Uzbekistan, baik dari segi pertahanan maupun produktivitas gol. Mencetak gol menjadi tantangan besar, sementara lini belakang mereka juga kerap rapuh.
Pertemuan perdana antara RD Kongo dan Uzbekistan di Piala Dunia 2026 ini diprediksi akan menjadi laga yang penuh intrik. RD Kongo akan berusaha memanfaatkan inkonsistensi mereka untuk meraih kemenangan penting, sementara Uzbekistan akan berjuang mati-matian untuk menghentikan rentetan kekalahan dan memulai kampanye Piala Dunia mereka dengan positif. Bagi kedua tim, tiga poin di laga ini akan sangat berarti untuk menjaga asa lolos dari babak penyisihan grup yang ketat. Siapa yang akan lebih siap menghadapi tekanan sejarah dan tuntutan performa di panggung dunia? Jawabannya akan tersaji di lapangan hijau.











