India, negara dengan populasi terbesar di dunia, dilaporkan mengalami tren penurunan angka kelahiran dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena demografis ini menjadi sorotan menyusul hasil survei terbaru yang menunjukkan perubahan signifikan dalam pola reproduksi masyarakatnya.
Penurunan angka kelahiran ini menjadi sebuah ironi tersendiri mengingat India telah melampaui Tiongkok sebagai negara terpadat di dunia. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada struktur demografi, tetapi juga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai implikasi sosial, ekonomi, dan kebijakan di masa depan.
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan angka kelahiran di India adalah peningkatan kesadaran dan akses terhadap keluarga berencana. Dr. S. K. Nanda, seorang pakar demografi, menjelaskan, “Semakin banyak pasangan yang memilih untuk memiliki lebih sedikit anak, dan ini seringkali terkait dengan peningkatan pendidikan, terutama bagi perempuan, serta kesadaran akan pentingnya kualitas hidup anak.” Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, Tingkat Fertilitas Total (TFR) India berada di angka 2.0, turun dari 2.2 pada tahun 2019.
Selain itu, perubahan sosial budaya juga memainkan peran krusial. Urbanisasi yang pesat mendorong perubahan gaya hidup dan prioritas. Pasangan di perkotaan cenderung menunda pernikahan dan kelahiran anak pertama, serta lebih memprioritaskan karier dan stabilitas finansial. Lingkungan perkotaan yang seringkali lebih mahal dan kompetitif juga membuat banyak keluarga merasa lebih mampu untuk membesarkan jumlah anak yang lebih sedikit namun dengan kualitas yang lebih baik.
Peningkatan usia rata-rata pernikahan juga menjadi indikator penting. Data dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India menunjukkan bahwa usia rata-rata pernikahan bagi perempuan kini mencapai 22.7 tahun, meningkat dari 20.2 tahun pada tahun 2016. Usia yang lebih matang untuk menikah secara alami akan mengurangi periode reproduksi seorang perempuan.
Dampak dari penurunan angka kelahiran ini diperkirakan akan terasa dalam jangka panjang. India mungkin akan menghadapi tantangan terkait penuaan populasi, penurunan tenaga kerja produktif, dan beban yang meningkat pada sistem jaminan sosial. Di sisi lain, penurunan angka kelahiran juga dapat membawa dampak positif seperti berkurangnya tekanan pada sumber daya alam dan lingkungan.
Pemerintah India sendiri telah menyadari implikasi dari tren demografis ini. Berbagai program yang berfokus pada kesehatan reproduksi, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan terus digalakkan. Namun, tantangan untuk menyeimbangkan pertumbuhan populasi dengan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan akan tetap menjadi agenda utama bagi India di tahun-tahun mendatang.
