Pemerintah Kota New York mengambil langkah tegas dengan melarang penggunaan kecerdasan buatan (AI) di seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) selama satu tahun ke depan. Keputusan ini diambil untuk memberikan waktu bagi para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi secara mendalam dampak teknologi AI terhadap proses belajar mengajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Larangan yang mulai berlaku ini mencakup berbagai aplikasi AI yang berpotensi digunakan oleh siswa maupun guru. Dewan Pendidikan Kota New York menjadi pihak yang mengeluarkan kebijakan ini, dengan tujuan utama untuk memahami lebih baik bagaimana AI dapat memengaruhi pendidikan, baik dari sisi positif maupun negatif, sebelum mengintegrasikannya secara lebih luas.
Kepala Departemen Pendidikan Kota New York, David Banks, menyatakan bahwa larangan ini bukan berarti penolakan terhadap teknologi, melainkan sebuah langkah antisipatif. “Kami tidak melarang AI secara permanen. Kami hanya ingin memastikan bahwa kami mengerti betul bagaimana cara terbaik untuk menggunakannya di kelas,” ujar Banks. Ia menambahkan bahwa dalam setahun ke depan, akan ada kajian komprehensif yang melibatkan para pendidik, siswa, dan pakar teknologi untuk merumuskan pedoman penggunaan AI yang aman dan efektif.
Langkah ini disambut dengan beragam reaksi dari kalangan pendidik. Sebagian mendukung kebijakan ini sebagai upaya untuk mencegah potensi penyalahgunaan AI, seperti kecurangan akademik, dan memastikan bahwa siswa tetap mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka tanpa terlalu bergantung pada teknologi. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa larangan ini terlalu drastis dan berpotensi menghambat inovasi serta persiapan siswa menghadapi era digital.
Seorang guru sekolah menengah di Brooklyn, Sarah Chen, mengungkapkan kekhawatirannya. “Saya khawatir siswa akan tertinggal jika mereka tidak terbiasa dengan alat-alat yang akan mereka temui di dunia kerja nanti. Namun, saya juga paham pentingnya menjaga integritas akademik,” katanya. Ia berharap dalam periode evaluasi ini, solusi yang seimbang dapat ditemukan.
Selama periode satu tahun ini, fokus utama adalah pada pemahaman literasi AI, etika penggunaan AI, serta dampaknya terhadap kurikulum dan metode pengajaran. Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi dasar bagi Dewan Pendidikan Kota New York dalam menentukan kebijakan lebih lanjut mengenai integrasi AI di sekolah-sekolah kota tersebut.
