Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dengan total usulan sebesar Rp 27,37 triliun. Alokasi terbesar, yakni sekitar Rp 22 triliun, direncanakan untuk membiayai program-program pembangunan infrastruktur energi vital, meliputi jaringan gas perkotaan (jargas) dan program listrik desa (lisdes).
Fokus utama dari anggaran yang diusulkan ini adalah memperluas akses energi yang merata bagi masyarakat Indonesia. Program jargas dan lisdes menjadi prioritas utama mengingat perannya yang krusial dalam meningkatkan kualitas hidup dan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah, terutama di wilayah yang masih minim pasokan energi.
Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menyampaikan bahwa anggaran yang diajukan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi nasional. “Kami berupaya agar seluruh masyarakat dapat menikmati energi yang bersih dan terjangkau. Ini adalah komitmen kami untuk pemerataan pembangunan,” ujar Tutuka Ariadji.
Lebih lanjut, anggaran sebesar Rp 22 triliun ini akan didistribusikan untuk berbagai proyek pembangunan. Sebanyak Rp 12,11 triliun dialokasikan untuk pembangunan jargas yang ditargetkan menjangkau lebih banyak rumah tangga. Sementara itu, sisanya, yaitu sekitar Rp 9,89 triliun, akan digunakan untuk program lisdes yang bertujuan elektrifikasi daerah-daerah terpencil.
Selain program jargas dan lisdes, sisa anggaran dari total Rp 27,37 triliun akan digunakan untuk mendukung program-program prioritas lainnya di sektor energi. Hal ini mencakup peningkatan efisiensi energi, pengembangan energi terbarukan, serta pengawasan dan pengelolaan sumber daya mineral. Semua program ini dirancang untuk mendukung kemandirian energi nasional dan keberlanjutan lingkungan.
Kementerian ESDM optimis bahwa dengan pengajuan anggaran ini, berbagai program pembangunan infrastruktur energi dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.
