Manajer Newcastle United, Matthias Jaissle, mengungkapkan perasaan campur aduknya pasca pertandingan yang berakhir imbang 2-2 melawan Bournemouth di St. James’ Park. Meskipun timnya berhasil menyelamatkan satu poin di menit-menit akhir, Jaissle tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap cara gol-gol yang bersarang di gawang timnya.
Jaissle secara tegas menyebut dua gol yang dicetak Bournemouth sebagai “slapstick”, menggambarkan bagaimana gol-gol tersebut tercipta akibat kesalahan-kesalahan yang seharusnya bisa dihindari. “Tentu saja, saya punya perasaan campur aduk. Kami kebobolan dua gol yang, terus terang saja, seperti slapstick. Itu bukan cara yang kami inginkan untuk kebobolan,” ujar Jaissle dengan nada kesal.
Pertandingan yang berlangsung pada hari Sabtu, 11 Mei 2024, ini memang menyajikan drama hingga akhir. Newcastle United berhasil menyamakan kedudukan berkat gol Anthony Gordon di menit ke-90+2, yang memastikan mereka tidak pulang dengan tangan kosong. Namun, kelegaan itu harus dibayar mahal dengan rasa frustrasi atas bagaimana jalannya pertandingan.
Kekecewaan Jaissle bukan tanpa alasan. Timnya sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Dominic Solanke di menit ke-38. Meskipun berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Alexander Isak di menit ke-77, keunggulan itu hanya bertahan sejenak sebelum Bournemouth kembali mencetak gol melalui Justin Kluivert di menit ke-83. Gol kedua Bournemouth ini yang tampaknya paling mengusik Jaissle.
“Kami harus belajar dari ini. Kami harus lebih baik dalam situasi seperti itu. Sangat penting bagi kami untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tegas Jaissle. Ia menambahkan bahwa performa timnya menunjukkan adanya peningkatan, namun ketidakmampuan dalam mengelola momen krusial dan menghindari kesalahan mendasar menjadi pekerjaan rumah besar bagi timnya.
Meskipun hasil imbang ini mungkin terasa seperti kehilangan poin bagi Newcastle yang berambisi finis di zona Eropa, Jaissle menekankan pentingnya untuk tetap fokus pada perbaikan. “Kami harus bangkit dan siap untuk pertandingan berikutnya. Kami akan menganalisis apa yang salah dan memastikan kami lebih kuat,” pungkasnya. Pertandingan ini menjadi refleksi bagi Newcastle mengenai konsistensi dan kedisiplinan defensif yang perlu ditingkatkan di sisa musim.
