Lebih dari 500 santri dan penerima manfaat dilaporkan mengalami keracunan makanan di Sekolah Pendidikan Panti Ganda (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, Jawa Timur. Insiden yang diduga terkait keamanan pangan ini memicu keprihatinan mendalam, termasuk dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Menyikapi peristiwa tersebut, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, mendesak Badan Koordinasi Gizi Nasional (BGN) untuk segera memecat pegawai SPPG Kalitengah yang diduga terlibat dalam insiden ini. Desakan ini disampaikan Zulhas sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kejadian yang berdampak luas pada ratusan santri.
Menurut laporan, kejadian keracunan makanan ini terjadi pada hari Selasa, 23 Januari 2024. Sumber makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah “Nasi Kotak”. Rincian lebih lanjut mengenai kronologi pasti dan jenis makanan yang dikonsumsi masih dalam penyelidikan.
Dampak dari keracunan massal ini sangat terasa. Ratusan santri mengalami gangguan kesehatan, sebagian besar dari mereka menunjukkan gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan tersebut. Pihak SPPG Kalitengah sendiri telah melakukan penanganan awal terhadap para santri yang terdampak.
Zulhas menekankan pentingnya penegakan disiplin dan akuntabilitas dalam pengelolaan pangan, terutama di institusi yang menaungi anak-anak dan penerima manfaat. “Saya minta BGN agar pecat saja pegawai SPPG Kalitengah yang nakal itu,” tegas Zulhas, menunjukkan keseriusannya dalam menindaklanjuti kasus ini. Ia berharap tindakan tegas ini dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, bersama dengan instansi terkait lainnya, diharapkan segera melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap akar permasalahan keracunan massal ini. Temuan dari investigasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk perbaikan sistem pengawasan keamanan pangan di seluruh lembaga pendidikan dan panti.
