Pelatih Tim Nasional Skotlandia, Steve Clarke, mengungkapkan bahwa ia harus memberikan “dorongan kecil” kepada Scottish Football Association (SFA) untuk mengamankan kontrak barunya sebagai pelatih kepala timnas. Keputusan ini diambil tak lama sebelum gelaran Piala Dunia musim panas lalu, yang menurut Clarke, SFA terkesan ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
Clarke merasa perlu untuk menekan badan pengatur sepak bola Skotlandia tersebut karena ia menduga SFA sedang “mempertaruhkan segalanya” atau hedging its bets. Ia merasa bahwa dengan menunda negosiasi kontrak, SFA seolah-olah tidak sepenuhnya yakin dengan kemampuannya atau prospek tim di masa depan.
“Saya merasa bahwa mereka sedikit ragu-ragu, dan saya perlu memberi mereka sedikit dorongan,” ujar Clarke kepada media. Ia menambahkan bahwa ia ingin kepastian mengenai masa depannya sebelum turnamen besar tersebut dimulai. “Saya tidak ingin pergi ke Piala Dunia dengan ketidakpastian tentang masa depan saya, dan saya pikir itu adalah hal yang wajar untuk diinginkan.”
Meskipun tidak merinci secara spesifik apa saja yang ia lakukan untuk “mendorong” SFA, Clarke menyiratkan bahwa ia melakukan komunikasi yang tegas. “Saya merasa perlu untuk membuat mereka membuat keputusan, dan saya senang mereka melakukannya,” katanya, menekankan bahwa ia berhasil mendapatkan kesepakatan baru sebelum keberangkatan timnas ke ajang Piala Dunia.
Kontrak baru ini memastikan Clarke tetap memimpin skuat Skotlandia dalam periode penting, termasuk kualifikasi untuk turnamen internasional mendatang. Kepastian ini diharapkan dapat memberikan stabilitas bagi tim dan memungkinkan Clarke untuk fokus pada strategi jangka panjang tanpa terganggu oleh spekulasi mengenai posisinya.
