Pulau Jawa tidak hanya berpotensi diguncang gempa megathrust dari zona subduksi di selatan. Para ahli kini menyoroti ancaman lain yang tak kalah mengerikan: gempa intra-slab. Peringatan ini menjadi krusial dalam upaya mitigasi bencana gempa yang harus terus ditingkatkan.
Gempa intra-slab, yang terjadi di dalam lempeng tektonik, dapat memiliki magnitudo yang sangat besar dan menimbulkan dampak merusak yang signifikan di permukaan. Berbeda dengan gempa megathrust yang berpusat di pertemuan lempeng, gempa intra-slab berasal dari patahan di bagian dalam lempeng yang menunjam ke bawah mantel bumi.
Menurut Prof. Dr. Ir. R. Bambang Soerodjo, seorang pakar geologi, patahan-patahan di dalam lempeng yang menunjam ini bisa saja mengalami keretakan dan menimbulkan gempa. Ia menekankan bahwa potensi gempa intra-slab ini perlu diwaspadai, terutama di wilayah Jawa yang memiliki sejarah kegempaan.
Lebih lanjut, Prof. Soerodjo menjelaskan bahwa gempa intra-slab seringkali terjadi lebih dalam dibandingkan gempa megathrust. Kedalaman yang lebih besar ini justru dapat memperluas jangkauan getaran dan efek kerusakan yang ditimbulkannya di permukaan. “Gempa intra-slab ini bisa saja terjadi lebih dalam, tapi dengan energi yang besar,” ujar Prof. Soerodjo saat ditemui pada acara 100 Tahun Pustaka Kemenkeu, Selasa (26/9/2023).
Pentingnya kesiapsiagaan terhadap gempa intra-slab ini juga ditekankan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati. Dwikorita menegaskan bahwa wilayah Indonesia, termasuk Jawa, memiliki potensi gempa kuat dari berbagai jenis sesar, termasuk yang berada di dalam lempeng.
“BMKG terus memantau dan mengingatkan masyarakat akan potensi gempa kuat yang berasal dari berbagai jenis sesar, baik itu sesar di zona subduksi maupun sesar di daratan, serta sesar di dalam lempeng,” jelas Dwikorita dalam kesempatan terpisah. Ia menambahkan bahwa wilayah Jawa secara geologis aktif dan memiliki sejarah gempa yang cukup panjang, sehingga kewaspadaan terhadap semua jenis ancaman gempa, termasuk intra-slab, sangatlah penting.
Dengan adanya pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi gempa intra-slab, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat strategi mitigasi bencana. Ini mencakup peningkatan infrastruktur tahan gempa, edukasi masyarakat mengenai keselamatan saat gempa, serta kesiapan sistem peringatan dini yang responsif terhadap berbagai jenis aktivitas seismik.
