Saturday, 5 September 2026
BREAKING
BERITA

Ancaman Penumpukan Batu Bara: Harga Melonjak US$150/Ton Picu Kekhawatiran Pengusaha

Oleh Emanuel September 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Harga batu bara internasional melonjak drastis hingga menembus US$150 per ton. Lonjakan harga ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pengusaha batu bara nasional, terutama terkait potensi penumpukan stok di Kalimantan akibat terganggunya rantai pasok global dan permintaan yang dinamis.

Kondisi ini dipicu oleh kombinasi faktor. Di satu sisi, permintaan global yang terus berfluktuasi memberikan tekanan pada pasokan. Di sisi lain, gangguan logistik yang terjadi di wilayah pertambangan utama di Kalimantan memperparah situasi. Akibatnya, pengusaha khawatir batu bara yang seharusnya tersalurkan ke pasar internasional justru terancam menumpuk di dalam negeri.

Salah satu pengusaha batu bara, Bambang, mengungkapkan keprihatinannya. “Jika kondisi ini terus berlanjut, kami khawatir stok akan menumpuk dan berdampak pada operasional kami,” ujarnya pada Selasa (23/5/2023). Ia menambahkan bahwa fluktuasi harga yang ekstrem seperti ini menyulitkan perencanaan bisnis jangka panjang.

Bambang menjelaskan bahwa tingginya harga batu bara saat ini belum tentu menguntungkan bagi semua pihak. “Memang terlihat harga naik, tapi jika tidak bisa dijual karena masalah logistik atau pembeli yang tiba-tiba mengurangi pesanan, kan sama saja,” keluhnya. Situasi ini juga berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi para pekerja di sektor ini.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya stabilitas pasar. “Kami berharap ada solusi agar rantai pasok bisa kembali lancar dan harga bisa lebih stabil. Ini penting untuk kelangsungan industri batu bara nasional,” pungkas Bambang. Kenaikan harga yang tajam ini menjadi pengingat akan kerentanan sektor energi terhadap dinamika global dan tantangan operasional domestik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp