Saturday, 5 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Mengatasi Kebiasaan Menggigit Kuku pada Anak: Panduan untuk Orang Tua

Oleh Muzairi M September 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kebiasaan menggigit kuku pada anak, yang awalnya mungkin dianggap sepele, seringkali berkembang menjadi tindakan yang dilakukan tanpa disadari. Fenomena ini kerap kali membuat orang tua khawatir dan mencari solusi efektif untuk menghentikannya. Penting untuk memahami akar masalah dan menerapkan strategi yang tepat agar anak dapat melepaskan kebiasaan ini.

Dr. M. Fadly, Sp.A(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa menggigit kuku, atau dalam istilah medis dikenal sebagai onychophagia, bisa menjadi indikasi adanya stres, kecemasan, atau bahkan kebosanan pada anak. “Jika anak terus-menerus menggigit kukunya, itu bisa jadi cara mereka mengekspresikan perasaan yang tidak nyaman atau sekadar mencari perhatian,” ujar Dr. Fadly dalam sebuah kesempatan.

Lebih lanjut, kebiasaan ini tidak hanya berisiko terhadap kesehatan gigi dan gusi anak, tetapi juga dapat menyebabkan luka pada jari dan meningkatkan risiko infeksi. Kuman yang menempel pada kuku dapat masuk ke dalam tubuh, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena itu, intervensi dini oleh orang tua sangatlah krusial.

Langkah pertama yang disarankan adalah dengan melakukan pendekatan yang lembut dan suportif. Hindari memarahi atau menghukum anak, karena hal tersebut justru dapat memperparah kecemasan yang mendasarinya. Sebaliknya, cobalah untuk berbicara dengan anak secara tenang mengenai kebiasaan tersebut dan dampaknya. Mengidentifikasi kapan dan dalam situasi apa anak cenderung menggigit kuku juga dapat membantu menemukan pemicu spesifik.

Dr. Fadly juga menekankan pentingnya memberikan alternatif kegiatan bagi anak. Ketika anak terlihat ingin menggigit kuku, tawarkan sesuatu yang bisa mereka pegang atau lakukan dengan tangan mereka, seperti bermain fidget toys, menggambar, atau memegang bola kecil. “Memberikan kesibukan lain pada tangan mereka dapat mengalihkan fokus dari keinginan menggigit kuku,” tambahnya.

Menjaga kebersihan kuku anak dengan memotongnya secara teratur juga dapat mengurangi keinginan untuk menggigit. Kuku yang pendek dan rapi cenderung kurang menarik untuk digigit. Selain itu, beberapa orang tua memilih untuk menggunakan pelapis kuku khusus yang memiliki rasa tidak enak untuk mencegah anak menggigit kukunya, namun metode ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak.

Jika kebiasaan menggigit kuku ini terus berlanjut dan tampak sangat mengganggu, hingga menyebabkan luka serius atau perubahan perilaku yang signifikan pada anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Profesional medis dapat membantu mengevaluasi kondisi anak secara menyeluruh dan memberikan rekomendasi penanganan yang paling sesuai, termasuk kemungkinan adanya masalah psikologis yang perlu ditangani lebih lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp