Tim penyelamat di Nepal akhirnya berhasil mengevakuasi seorang korban selamat dari reruntuhan akibat banjir bandang yang melanda negara tersebut. Korban ditemukan dalam keadaan hidup setelah terjebak selama sembilan hari di dalam sebuah terowongan yang terhubung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sunkoshi.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi sorotan utama setelah upaya pencarian yang intensif. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari personel dari Nepal dan tim bantuan dari India, bekerja tanpa lelah selama berhari-hari untuk mencapai titik lokasi korban. Mereka menghadapi medan yang sulit dan kondisi cuaca yang menantang.
Korban yang berhasil diselamatkan terperangkap di dalam terowongan PLTA Sunkoshi, sebuah infrastruktur vital yang terdampak parah oleh banjir bandang yang terjadi pada tanggal 2 Agustus 2014. Banjir tersebut menyebabkan luapan air yang dahsyat, menghancurkan jembatan, dan memutus akses komunikasi serta transportasi di wilayah tersebut.
Kondisi korban setelah sembilan hari terperangkap masih dalam pemeriksaan medis. Namun, fakta bahwa ia berhasil bertahan hidup dalam situasi ekstrem tersebut patut diapresiasi. Tim penyelamat dilaporkan menggunakan alat berat dan teknik khusus untuk menembus reruntuhan dan mencapai korban.
Banjir bandang di Nepal ini telah menyebabkan kerugian besar, baik materiel maupun korban jiwa. Data awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nepal (BNPB) menyebutkan bahwa sedikitnya 150 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 200 orang hilang akibat bencana tersebut. Ribuan rumah hancur dan ribuan warga terpaksa mengungsi.
Meskipun fokus utama saat ini adalah pada upaya penyelamatan dan penanggulangan dampak bencana, kisah evakuasi dramatis ini memberikan secercah harapan di tengah tragedi. Tim penyelamat terus berupaya mencari korban lain yang mungkin masih terjebak di berbagai lokasi terdampak banjir bandang di Nepal.
