Friday, 4 September 2026
BREAKING
DUNIA

Ginjal Babi Berhasil Bertahan 271 Hari dalam Tubuh Pasien di AS, Pecahkan Rekor

Oleh Rini Widiyarti September 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Seorang pria di Amerika Serikat telah mencatatkan rekor baru dengan hidup selama 271 hari atau sekitar sembilan bulan menggunakan ginjal babi yang ditransplantasikan. Transplantasi ini dilakukan sembari ia menunggu kesempatan untuk menerima ginjal manusia.

Pencapaian medis ini merupakan tonggak penting dalam upaya cangkok organ dari hewan ke manusia, yang dikenal sebagai xenotransplantasi. Pasien yang identitasnya dirahasiakan ini, menjalani prosedur transplantasi ginjal babi yang telah dimodifikasi secara genetik pada 20 Maret 2024.

Tim medis yang melakukan operasi di Massachusetts General Hospital (MGH) melaporkan bahwa ginjal babi tersebut berfungsi dengan baik, membersihkan darah dari racun dan limbah, serta menghasilkan urin. Keberhasilan ini melebihi rekor sebelumnya untuk transplantasi ginjal babi pada manusia, yang bertahan selama 32 hari.

Dr. Tatsuo Ishikawa, seorang ahli bedah transplantasi di MGH, menyatakan, “Ini adalah momen yang sangat berarti bagi komunitas transplantasi. Kami telah menunjukkan bahwa ginjal babi yang dimodifikasi secara genetik dapat berfungsi secara efektif dalam tubuh manusia untuk jangka waktu yang signifikan.”

Ginjal babi yang digunakan dalam transplantasi ini berasal dari perusahaan bioteknologi eGenesis. Hewan tersebut telah menjalani modifikasi genetik untuk mengurangi risiko penolakan kekebalan tubuh manusia dan mencegah infeksi virus yang berpotensi berbahaya. Modifikasi genetik ini mencakup penonaktifan gen babi yang dapat menyebabkan penolakan hiperakut dan penambahan gen manusia untuk meningkatkan kompatibilitas.

Sebelumnya, beberapa pasien juga telah menerima transplantasi organ babi, namun dengan durasi yang lebih singkat. Kasus pertama yang dilaporkan secara luas adalah pada bulan Maret 2024, di mana seorang pria menerima transplantasi ginjal babi dan hidup selama 32 hari. Keberhasilan pasien di MGH ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi xenotransplantasi.

Para peneliti berharap bahwa kemajuan ini dapat membuka jalan bagi solusi jangka panjang bagi jutaan orang yang menderita penyakit ginjal stadium akhir di seluruh dunia. Ketersediaan organ donor manusia yang terbatas telah lama menjadi kendala utama dalam transplantasi organ.

Dr. David Klassen, kepala petugas medis di United Network for Organ Sharing (UNOS), mengomentari, “Kemajuan seperti ini sangat menjanjikan. Ini memberikan harapan baru bagi pasien yang putus asa menunggu donor organ.”

Meskipun demikian, para ahli menekankan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas jangka panjang dari transplantasi organ babi. Pemantauan ketat terhadap pasien akan terus dilakukan untuk mendeteksi potensi komplikasi dan mengevaluasi kinerja ginjal babi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Bagikan: Facebook X WhatsApp