Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membekuk komplotan pelaku jambret yang kerap menyasar kalung emas di wilayah hukum Surabaya hingga merambah ke Sidoarjo. Aksi para pelaku yang beroperasi dengan modus terencana ini terekam kamera CCTV, mempermudah penyelidikan polisi.
Penangkapan terhadap komplotan ini merupakan hasil dari penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Berdasarkan rekaman CCTV yang berhasil diperoleh, terlihat jelas bagaimana para pelaku beraksi secara terorganisir. Mereka membagi peran, mulai dari pengintai, eksekutor, hingga joki yang membawa kabur pelaku setelah berhasil menjambret.
Modus operandi yang digunakan oleh komplotan ini terbilang rapi. Mereka cenderung menargetkan korban yang sedang berjalan sendirian, terutama kaum wanita yang mengenakan perhiasan emas mencolok. Setelah mengidentifikasi target, salah satu pelaku akan mendekati korban, sementara pelaku lain bersiap di atas kendaraan bermotor. Aksi jambret biasanya dilakukan dengan cepat dan tanpa ragu, sebelum kemudian melarikan diri.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Maulana, dalam keterangannya, membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Kami berhasil mengungkap dan menangkap beberapa pelaku yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi penjambretan kalung emas di wilayah Surabaya dan Sidoarjo,” ujar Kompol Mirzal Maulana.
Kompol Mirzal Maulana menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku diketahui beroperasi secara berkelompok dan telah beberapa kali melakukan aksinya. “Mereka ini beraksi secara berkelompok. Ada yang bertugas memantau, ada yang bertugas melakukan penjambretan, dan ada yang bertugas sebagai joki untuk melarikan diri,” jelasnya.
Pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan terkait kasus ini. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap seluruh jaringan pelaku dan kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. “Kami masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan mereka yang lain dan barang bukti yang mungkin masih ada. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di Surabaya dan Sidoarjo, untuk tetap waspada dan melaporkan setiap tindak kejahatan yang terjadi,” tutup Kompol Mirzal Maulana.
