Terapi oral imunoterapi (OIT) untuk alergi makanan kini dapat dimulai lebih cepat dan pada dosis pemeliharaan bagi sebagian besar pasien yang sebelumnya menjalani pengobatan omalizumab. Data terbaru yang dipublikasikan dalam Annals of Allergy, Asthma & Immunology menunjukkan bahwa 97% pasien yang menerima omalizumab dalam jangka pendek berhasil memulai dosis pemeliharaan harian untuk setidaknya satu alergen makanan mereka.
Temuan ini memberikan kabar baik bagi para klinisi dan pasien yang menghadapi tantangan dalam memulai OIT, yang seringkali memerlukan peningkatan dosis secara bertahap untuk meminimalkan reaksi alergi. Colleen M. Shannon, MD, MPH, seorang allergy fellow di Childrenโs Hospital of Philadelphia, menjelaskan implikasi penting dari studi ini. “Bagi para klinisi, poin penting yang perlu diingat adalah bahwa kursus singkat omalizumab yang dimulai setidaknya 8 minggu sebelum terapi oral imunoterapi dapat memungkinkan pasien untuk langsung memulai pada dosis pemeliharaan yang rendah,” ujar Shannon kepada Healio.
Lebih lanjut, Shannon menambahkan bahwa meskipun efek samping memang umum terjadi selama proses ini, sebagian besar bersifat ringan dan tidak mengganggu kelanjutan terapi. “Meskipun kejadian efek samping umum terjadi, namun biasanya ringan dan tidak mengganggu,” kata Shannon. Hal ini menandakan bahwa omalizumab berpotensi menjadi strategi pendukung yang efektif untuk memfasilitasi transisi yang lebih mulus ke OIT, sehingga meningkatkan kepatuhan dan efektivitas pengobatan jangka panjang bagi individu dengan alergi makanan.
