Jakarta, 31 Agustus 2026 – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memutuskan untuk menarik sebagian pemain dari daftar peserta China Masters 2026. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang terkait jadwal turnamen yang berdekatan dengan gelaran Asian Games.
Menurut Eng Hian, Kabid Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pelatnas PBSI, penarikan ini bertujuan untuk memastikan para atlet yang masuk dalam daftar panjang (long list) Asian Games dapat menjalani program latihan dan pemulihan yang lebih optimal. “Mereka masuk dalam long list Asian Games, sehingga kami perlu mengatur program masing-masing agar persiapannya bisa lebih optimal, termasuk waktu untuk recovery, latihan, dan evaluasi,” jelas Eng Hian.
Namun, tidak semua pemain ditarik dari ajang bergengsi tersebut. Sebagian atlet tetap diizinkan untuk bertanding di China Masters 2026. Pertimbangan utama untuk mereka adalah kebutuhan untuk menjaga atau bahkan menambah poin peringkat BWF (Badminton World Federation), sekaligus mempertahankan rasa dan ritme pertandingan sebelum memasuki kompetisi Asian Games.
Eng Hian menegaskan bahwa program pembinaan tidak bisa diterapkan secara seragam untuk semua atlet. “Jadi, programnya memang tidak bisa disamaratakan. Kami melihat kebutuhan dan kondisi masing-masing pemain,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa status pemain yang bertanding atau ditarik dari China Masters bukanlah jaminan mutlak untuk masuk tim Asian Games. “Dan yang perlu digarisbawahi, pemain yang bertanding dan ditarik dari China Masters bukan berarti sudah pasti masuk tim Asian Games. Mereka masih dalam long list dan tetap akan kami evaluasi berdasarkan performa, kondisi fisik dan teknis, serta kebutuhan tim,” tegas Eng Hian.
Adapun daftar pemain Indonesia yang sebelumnya terdaftar di China Masters 2026 meliputi sektor tunggal putra: Jonatan Christie. Di sektor ganda putra, terdapat Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Ali Faathir Rayhan/Devi Artha Wahyudi.
