Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Curaweda Bidik 8 Museum AI di Indonesia Akhir 2026, Wahana Gerilya Meluncur November

Oleh Herfansyah September 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perusahaan rintisan (startup) teknologi Indonesia, Curaweda, memiliki ambisi besar untuk mendirikan sebanyak 7 hingga 8 museum kecerdasan buatan (AI) di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2026. Salah satu proyek unggulan yang akan segera hadir adalah wahana gerilya imersif yang dijadwalkan meluncur di Jakarta pada bulan November mendatang.

Inisiatif ini merupakan langkah strategis Curaweda dalam mempopulerkan dan memperkenalkan teknologi AI kepada masyarakat luas. Museum-museum ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat edukasi, tetapi juga destinasi hiburan yang interaktif dan menarik.

Wahana gerilya imersif di Jakarta akan menjadi daya tarik utama dalam peluncuran awal. Konsep ini dirancang untuk memberikan pengalaman mendalam bagi pengunjung, memungkinkan mereka berinteraksi langsung dengan berbagai aplikasi dan potensi AI melalui simulasi yang realistis dan imersif. Melalui wahana ini, Curaweda ingin mendobrak persepsi umum tentang AI yang mungkin dianggap rumit atau jauh dari kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, pendiri dan CEO Curaweda, Rino, menyatakan, “Kami ingin membuat AI lebih mudah diakses dan dipahami oleh semua orang.” Ia menambahkan, “Melalui museum AI ini, kami berharap dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap teknologi AI dan mendorong lahirnya inovator-inovator masa depan dari Indonesia.” Target pendirian 7-8 museum di berbagai kota besar di Indonesia menunjukkan komitmen Curaweda untuk merata kan akses edukasi teknologi AI di seluruh nusantara.

Rencana ekspansi Curaweda ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong transformasi digital dan penguasaan teknologi di berbagai sektor. Dengan adanya museum AI, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan dan memanfaatkan AI untuk kemajuan bangsa.

Bagikan: Facebook X WhatsApp