Manado, Portal24.id – Yance Mokodongan, pria asal Inobonto, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang sehari-hari berprofesi sebagai Nelayan tradisional. Mendapatkan kesempatan berbicara langsung dengan Irjen. Pol. (Purn) Dr. Ronny Franky Sompie.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan Yance Mokodongan untuk menyampaikan isi hatinya selama 30 Tahun menjadi nelayan. Setelah memperkenalkan diri, Yance mulai menceritakan kisahnya sebagai Nelayan.
“Biasanya saya mulai bekerja kadang dimulai dari 03.00 atau jam 04.00 subuh, kalau malam hari dimulai dari jam 07.00 dan pulang jam 03.00 subuh,” beber Yance.

Lebih lanjut Yance mengatakan, hasilnya kadang dijual. “Jenis ikan yang didapat bermacam-macam, dan kadang juga hasilnya hanya cukup untuk dimakan bersama keluarga,” tambah Yance.

Bapak Yance hanya menggunakan perahu yang suda lama dia gunakan.
“Perahu yang diperoleh melalui uang yang disisikan dari hasil yang didapat dari aktivitas nelayan. Sebagian untuk keluarga, sebagiannya lagi untuk ditabung,” jalas Yance.

Dengan pekerjaan inilah bapak Yance menafkahi serta menghidupi keluarganya.

Setelah mendengar apa yang diungkapkan bapak Yance di Pantai Inobonto, mendapat perhatian dari Irjen. Pol. (Purn) Dr. Ronny Franky Sompie terhadap para Nelayan dan kearifan lokal para nelayan di Bolmong untuk berjuang hidup.

“Seperti diketahui sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI semasa kepemimpinan Susi Pudjiastuti, kerap kali melakukan tindakan indak tegas dengan menenggelamkan kapal asing yang kedapatan melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia,” ujar Ronny Sompie yang bakal maju sebagai Bacaleg DPR-RI Dapil Sulut dari Partai Golkar.

Namun, yang menjadi pertanyaan, apakah kebijakan tersebut menguntungkan para Nelayan lokal atau justru sebaliknya.
Selain itu juga, menjadi harapan adanya program-program strategis yang dapat menyentuh langsung para Nelayan di Sulut khususnya terkait kesejahteraan hidup mereka.