SRUK Resmi Mengaspal: Pilar Baru Perdagangan Karbon Indonesia Ungkap Transparansi

Emanuel

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang baru saja diluncurkan pemerintah Indonesia menjadi fondasi krusial bagi pengembangan pasar karbon nasional. Peluncuran ini menandai langkah strategis dalam upaya mencapai target iklim yang ambisius.

SRUK dirancang untuk menjamin transparansi dalam setiap transaksi perdagangan karbon. Sistem ini akan mencatat seluruh unit karbon yang diperdagangkan secara akurat dan terbuka.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menjelaskan bahwa SRUK merupakan elemen penting dalam membangun kepercayaan. Ia menyatakan, “Dengan adanya SRUK, seluruh pelaku pasar dapat melihat pergerakan unit karbon secara jelas.”

Peluncuran SRUK ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon. Sistem ini diharapkan mendorong partisipasi aktif dari berbagai pihak.

Pemerintah optimis SRUK akan memperkuat integritas pasar karbon Indonesia. Ini sekaligus menjadi alat untuk memantau emisi gas rumah kaca secara efektif.

SRUK akan memfasilitasi pencatatan, verifikasi, dan pelaporan unit karbon. Mekanisme ini penting untuk mencegah praktik ganda dalam perhitungan pengurangan emisi.

Melalui sistem registri ini, setiap unit karbon yang diterbitkan akan memiliki identitas unik. Hal ini memastikan keabsahan dan keandalannya dalam pasar.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, sebelumnya telah menekankan pentingnya transparansi dalam perdagangan karbon. Ia berharap SRUK dapat menjadi instrumen pendukung utama.

Fokus utama SRUK adalah membangun ekosistem pasar karbon yang sehat dan kredibel. Ini akan menarik investasi hijau lebih banyak ke Indonesia.

OJK bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan terus mengawasi implementasi SRUK. Tujuannya adalah memastikan sistem ini berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip pasar karbon global.

Pengembangan SRUK ini juga selaras dengan komitmen Indonesia dalam perjanjian Paris. Pengurangan emisi karbon menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.

Dengan adanya SRUK, Indonesia semakin siap menghadapi tantangan perubahan iklim. Pasar karbon yang transparan akan mendorong aksi iklim yang lebih terukur dan berdampak.

Pemerintah terus berupaya menciptakan lingkungan investasi yang kondusif. SRUK diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi investor yang peduli lingkungan.

Inarno Djajadi menambahkan, “Keberhasilan pasar karbon sangat bergantung pada sistem registri yang kuat. SRUK adalah jawabannya.”

Ke depan, SRUK akan terus disempurnakan. Ini untuk mengakomodir berbagai jenis instrumen pasar karbon yang akan berkembang.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All