Saturday, 18 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Mengungkap Ragam ‘Bahasa’ Kucing: Dari Meong Manja hingga Desisan Peringatan

Oleh Muzairi M July 18, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Suara-suara yang dikeluarkan oleh kucing, mulai dari lengkingan meong hingga desisan tajam, ternyata menyimpan beragam makna yang penting untuk dipahami pemiliknya. Lebih dari sekadar tingkah laku biasa, setiap vokalisasi ini bisa menjadi indikator kebutuhan, emosi, bahkan kondisi kesehatan mereka.

Para ahli perilaku hewan, seperti yang diungkapkan oleh Dr. Sarah Ellis dari International Cat Care, menjelaskan bahwa kucing menggunakan berbagai jenis suara untuk berkomunikasi. Meongan yang bernada tinggi sering kali menjadi cara mereka menarik perhatian, entah untuk meminta makanan, perhatian, atau sekadar menyapa pemiliknya. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa kucing domestik cenderung lebih banyak mengeong kepada manusia dibandingkan dengan kucing liar, seolah telah belajar bahwa meongan adalah cara efektif untuk berkomunikasi dengan kita.

Namun, tidak semua meongan bernada sama. Meongan yang lebih pendek dan berulang bisa jadi ungkapan rasa senang atau sapaan ramah. Sebaliknya, meongan yang panjang, lirih, dan terdengar ‘sedih’ bisa mengindikasikan ketidaknyamanan atau bahkan rasa sakit. Penting bagi pemilik untuk peka terhadap perubahan nada dan intensitas meongan ini.

Selain meongan, desisan adalah suara peringatan yang jelas. Suara ini biasanya dikeluarkan saat kucing merasa terancam, takut, atau marah. Desisan adalah cara mereka mengatakan, ‘Mundur!’ dan sebaiknya tidak diabaikan. Mengabaikan desisan bisa berujung pada gigitan atau cakaran.

Suara lain yang kerap terdengar adalah dengkuran (purring). Meskipun sering diasosiasikan dengan rasa senang dan rileks, dengkuran juga bisa menjadi mekanisme bagi kucing untuk menenangkan diri saat merasa stres atau sakit. Frekuensi dengkuran yang rendah dipercaya dapat membantu penyembuhan luka.

Lebih jauh lagi, suara-suara kucing dapat memberikan petunjuk mengenai kesehatan mereka. Perubahan drastis pada pola vokalisasi, seperti kucing yang tiba-tiba lebih sering mengeong dari biasanya, mengeong dengan suara yang berbeda, atau bahkan menjadi lebih pendiam, bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang mendasarinya. Oleh karena itu, mengamati dan memahami ‘bahasa’ kucing adalah kunci penting dalam menjaga kesejahteraan mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait