Author: Danu Ilham

  • Hadapi Norway atau Romania: Rhian Wilkinson Ingatkan Wales Tampil Berani di Play-off Piala Dunia Wanita 2027

    Hadapi Norway atau Romania: Rhian Wilkinson Ingatkan Wales Tampil Berani di Play-off Piala Dunia Wanita 2027

    Pelatih tim nasional sepak bola wanita Wales, Rhian Wilkinson, menekankan perlunya keberanian dan mentalitas tanpa rasa takut bagi timnya saat menghadapi babak play-off kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027. Wilkinson ingin melihat anak asuhnya tampil maksimal dan percaya diri, terutama jika mereka harus berhadapan dengan tim kuat seperti Norwegia dalam perebutan tiket ke Brasil.

    Wales dijadwalkan akan memulai perjuangan mereka di babak play-off dengan menghadapi Albania dalam dua leg. Jika berhasil melewati hadangan tim tamu tersebut, Wales selanjutnya akan menantang pemenang antara Romania atau Norwegia. Laga pertama babak play-off ini dijadwalkan pada 9 Oktober, diikuti leg kedua pada 13 Oktober. Wilkinson menegaskan bahwa timnya harus menunjukkan peningkatan performa, terutama dalam laga tandang.

    Dalam kampanye kualifikasi yang telah dilalui, Wales menunjukkan performa dominan di kandang. Mereka berhasil membantai Montenegro 6-1, mengalahkan Albania 4-0, dan menaklukkan Republik Ceko 3-1. Namun, Wilkinson mengakui bahwa penampilan tandang timnya masih perlu banyak perbaikan. Tercatat, Wales hanya mampu meraih hasil imbang melawan Republik Ceko di laga tandang, menang tipis 1-0 atas Albania, dan harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Montenegro.

    "Kami cukup frustrasi ketika bermain tandang melawan Albania pada bulan April lalu," ujar Wilkinson. "Namun, ini adalah kesempatan yang bagus untuk meningkatkan performa kami melawan lawan yang menantang. Albania bermain sangat baik di leg kedua, jadi mereka akan menjadi lawan yang tangguh. Ini akan menjadi pertarungan taktis yang menarik antara kedua tim."

    Wilkinson menambahkan bahwa ketidakstabilan performa tandang sudah menjadi catatan penting dari kampanye kualifikasi mereka. Ia melihat ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan penampilan di laga tandang. "Ini tentang bagaimana kami menunjukkan versi terbaik dari diri kami di setiap pertandingan," tegasnya.

    Potensi pertemuan dengan Norwegia menjadi sorotan utama. Saat ini, Norwegia menempati peringkat 14 dunia, sebuah tantangan besar bagi Wales yang belum pernah mengalahkan tim peringkat 20 besar dalam laga kompetitif. Namun, Wilkinson melihat ini sebagai kesempatan emas untuk mengukur kemampuan timnya.

    "Jika kami ingin menjadi tim yang mampu menembus turnamen besar, kami harus bisa tampil percaya diri melawan tim-tim yang memiliki peringkat lebih tinggi dari kami dan yakin bahwa kami akan memberikan penampilan yang kuat," jelas Wilkinson. "Norwegia akan menjadi tantangan yang luar biasa, tetapi juga tantangan yang indah."

    Pelatih yang sebelumnya pernah menukangi timnas Kanada ini ingin timnya meninggalkan rasa takut dan merangkul mentalitas juara. "Kami tidak boleh takut untuk tidak menunjukkan yang terbaik dan memberikan segalanya. Saya ingin kami mengambil sikap yang lebih berani, dan saya berharap para pemain akan mengikuti jejak saya," katanya.

    Wilkinson juga mengambil pelajaran berharga dari partisipasi Wales di Euro 2025. Kala itu, Wales kesulitan memberikan dampak berarti saat berhadapan dengan tim-tim kuat dunia seperti Belanda, Prancis, dan Inggris. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi mendalam bagi dirinya, staf pelatih, dan para pemain.

    "Saya pikir kami semua belajar banyak melalui Euro – saya, staf saya, para pemain," ungkapnya. "Apakah saya berharap saya melatih secara berbeda? Tentu saja, ada beberapa bagian. Saya yakin mereka (para pemain) melihat kembali dan berpikir ‘bagaimana jika, bagaimana jika kita bisa…’. Namun, Anda tidak akan tahu sampai Anda pernah mengikuti ajang besar, bagaimana rasanya, bagaimana tekanannya, bagaimana stresnya."

    Meskipun pengalaman Euro 2025 terasa berat, Wilkinson melihat ada kepercayaan diri yang tumbuh dari partisipasi tersebut. Ia juga menyoroti performa Wales di Nations League A, di mana mereka berhasil menahan imbang Swedia dua kali dan menjaga skor tetap kompetitif melawan beberapa negara top lainnya.

    "Ada kepercayaan diri yang datang dari pernah mengalaminya. Saya juga melihat kampanye Nations League A terakhir kami – dua kali imbang melawan Swedia, tetapi juga menjaga skor tetap sangat kompetitif melawan beberapa negara papan atas," tambahnya.

    Kepastian lawan Wales di babak play-off ronde kedua akan ditentukan setelah pertandingan antara Romania dan Norwegia. Menariknya, timnas Norwegia saat ini dilatih oleh Gemma Grainger, mantan pelatih timnas Wales. Jika Wales berhasil melaju ke ronde kedua, mereka akan memainkan leg pertama di kandang pada 1 Desember, sebelum bertandang pada 5 Desember.

    Target untuk lolos ke Piala Dunia Wanita 2027 semakin nyata bagi Wales. Namun, Wilkinson sadar bahwa jalan menuju Brasil akan dipenuhi dengan tantangan berat. Kesiapan mental, strategi yang matang, dan peningkatan performa, terutama di laga tandang, akan menjadi kunci keberhasilan Wales dalam mewujudkan mimpi mereka. Wilkinson dan timnya bertekad untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga memberikan perlawanan sengit dan menunjukkan kualitas terbaik mereka di setiap pertandingan play-off yang akan datang.

  • Damaskus Bergema: Piala Dunia Ciptakan Momen Kebersamaan di Tengah Luka Perang

    Damaskus Bergema: Piala Dunia Ciptakan Momen Kebersamaan di Tengah Luka Perang

    Damaskus – Sorak-sorai membahana di alun-alun Damaskus pada Kamis malam, 11 Juni 2026. Ratusan pasang mata terpaku pada layar raksasa yang terpampang di area terbuka, menikmati euforia Piala Dunia FIFA 2026. Momen kegembiraan yang langka ini menyatukan warga Suriah, memberikan jeda dari kenyataan pahit yang kerap membayangi kota yang pernah dilanda konflik berkepanjangan. Bukan di kota metropolitan dunia seperti New York, Toronto, atau Mexico City, melainkan di jantung Suriah, Piala Dunia hadir sebagai simbol harapan dan persatuan.

    Acara bertajuk "Festival Piala Dunia 2026" ini telah mengubah area bekas pameran Damascus Fairgrounds menjadi pusat keramaian bagi para pecinta sepak bola. Festival yang dimulai pekan ini tidak hanya menayangkan siaran langsung pertandingan Piala Dunia, tetapi juga menyuguhkan berbagai hiburan dan kegiatan rekreasi lainnya. Di tengah kemeriahan, sebuah struktur berbentuk bola raksasa yang bercahaya berdiri megah, menjadi ikon festival yang mengarah pada layar lebar tempat pertandingan disiarkan secara langsung. Gelaran ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan ke depan, seiring berjalannya turnamen akbar sepak bola dunia.

    Festival ini merupakan kolaborasi antara panitia penyelenggara acara lokal dengan Organisasi Umum untuk Pameran dan Pasar Internasional Suriah. Dibuka sejak 11 Juni dan akan berlangsung hingga 19 Juli 2026, festival ini selaras dengan jadwal pertandingan Piala Dunia. Area festival dirancang untuk memberikan pengalaman komprehensif bagi pengunjung. Terdapat zona menonton bersama yang luas, deretan kios makanan yang menyajikan hidangan beragam, serta berbagai kegiatan bertema olahraga dan ruang hiburan yang dirancang untuk menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan usia.

    Di bawah gemerlap lampu dan di antara bendera-bendera negara yang berkibar, suasana festival terasa begitu hidup. Musik mengalun, dan kerumunan pengunjung bergerak riuh di sepanjang jalan setapak. Bagi banyak warga Damaskus, acara ini menjadi oase di tengah gurun keputusasaan. Setelah bertahun-tahun dibayangi perang dan kesulitan ekonomi, festival ini menawarkan kesempatan berharga untuk merasakan kebersamaan dan kegembiraan.

    "Acara ini sungguh momen yang sangat indah dan membantu meredakan kekhawatiran yang kita lihat setiap hari di berita, baik itu benar atau salah," ujar Ahmad al-Nazzah, seorang pengunjung yang datang dari Kota Deir al-Zour. Ia menambahkan, "Semua ini memengaruhi psikologi masyarakat, terutama kaum muda dan anak-anak. Menurut saya, ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan saya berharap ini akan lebih sering terjadi." Pengakuan Ahmad mencerminkan dampak psikologis positif yang mampu diciptakan oleh kegiatan berskala besar yang berfokus pada momen kebahagiaan bersama.

    Lebih dari sekadar ajang nonton bareng, festival ini berfungsi sebagai ruang sosial yang kuat, merajut tali persaudaraan melalui kecintaan pada sepak bola. Anas Somiyeh, salah satu pengunjung asal Damaskus, menggambarkan suasana festival sebagai pengalaman yang luar biasa. "Suasananya sangat menyenangkan karena semua ada di satu tempat, mulai dari makanan, minuman, hiburan, dan layar raksasa," tuturnya.

    Anas menilai festival seperti ini merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan di Suriah, terutama setelah negara itu perlahan bangkit dari masa-masa sulit. "Ini sesuatu yang baru di Suriah, di mana orang-orang berkumpul dan datang bersama teman-teman. Suriah sangat membutuhkan ruang seperti ini, mengingat negara ini baru saja keluar dari perang dan orang-orang membutuhkan momen-momen kegembiraan. Kami berharap kebahagiaan ini terus berlanjut," harapnya. Pernyataan Anas menyoroti kerinduan masyarakat akan ruang publik yang aman dan menyenangkan, di mana mereka dapat melepaskan diri sejenak dari beban kehidupan sehari-hari.

    Pihak penyelenggara festival memiliki ambisi besar untuk menciptakan kembali atmosfer "zona fan" yang kerap terlihat di turnamen-turnamen sepak bola internasional. Lebih dari itu, mereka ingin menyediakan ruang publik yang aman dan ramah bagi keluarga serta kaum muda. Mazen Qudsi, salah satu penyelenggara acara, menjelaskan bahwa dalam situasi yang penuh tekanan, olahraga selalu menjadi pelarian yang efektif bagi masyarakat di seluruh dunia.

    "Saat ini kita hidup di bawah tekanan yang besar, dan olahraga selalu menjadi pelarian bagi orang-orang di seluruh dunia," ungkap Mazen. Ia menekankan peran vital olahraga, terutama di negara-negara yang sedang dalam proses pemulihan dari konflik. "Di negara-negara yang baru pulih dari perang dan keadaan sulit, olahraga menjadi pemersatu yang menyatukan orang dan menciptakan momen-momen yang sudah lama tidak dialami masyarakat," tambahnya.

    Dengan berlanjutnya pertandingan Piala Dunia dalam beberapa pekan mendatang, kerumunan penonton diperkirakan akan terus memadati Damaskus setiap malam. Bagi para pecinta sepak bola di sana, festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menawarkan secercah normalitas dan rasa kebersamaan yang sangat berharga di tengah tantangan yang masih terus dihadapi oleh masyarakat Suriah. Kehadiran festival ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan dan kegembiraan dapat tumbuh subur, bahkan di tengah puing-puing masa lalu.

  • Federasi Sepak Bola Palestina Bantah Tegas Rencana FIFA Gelar Laga U15 Melawan Israel

    Federasi Sepak Bola Palestina Bantah Tegas Rencana FIFA Gelar Laga U15 Melawan Israel

    Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) secara tegas membantah adanya rencana dari FIFA untuk menggelar pertandingan persahabatan antara tim nasional U15 Palestina dan Israel. Laporan awal yang menyebutkan adanya festival sepak bola yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat pada September mendatang pun diklarifikasi sebagai tidak akurat oleh PFA. Pernyataan ini disampaikan oleh PFA sebagai respons atas pemberitaan media The Athletic yang mengemukakan potensi digelarnya laga tersebut sebagai pembuka sebuah turnamen.

    Media The Athletic sebelumnya melaporkan pada Senin lalu bahwa FIFA tengah menjajaki kemungkinan digelarnya pertandingan antara timnas U15 Palestina dan Israel. Rencana ini disebut sebagai bagian dari sebuah "festival sepak bola" yang akan mengundang seluruh 211 anggota FIFA. Format turnamen yang diusulkan dikabarkan akan lebih singkat, menggunakan lapangan yang lebih kecil, serta jumlah pemain yang lebih sedikit. Bahkan, Rusia yang saat ini masih menjalani sanksi larangan tampil di kompetisi internasional besar, turut disebut sebagai salah satu undangan.

    Namun, PFA mengeluarkan pernyataan resmi pada Kamis yang menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerima komunikasi atau proposal resmi dari FIFA terkait rencana pertandingan tersebut. "Di bawah situasi saat ini, PFA dengan tegas menolak setiap upaya untuk mempromosikan atau memaksakan pertandingan dengan kekuatan pendudukan yang secara sistematis menargetkan atlet Palestina dan infrastruktur olahraga Palestina," tulis PFA melalui platform media sosial mereka.

    Lebih lanjut, PFA menyatakan bahwa laporan yang beredar tidak mencerminkan kebenaran. Federasi Palestina menegaskan komitmen mereka untuk menolak usulan pertandingan semacam itu, bahkan jika proposal tersebut benar-benar diajukan di masa mendatang. PFA berpandangan bahwa partisipasi dalam kegiatan tersebut akan dianggap sebagai bentuk sportswashing, terutama mengingat kondisi yang dihadapi para atlet Palestina akibat konflik yang sedang berlangsung.

    Situasi kemanusiaan di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi latar belakang krusial bagi penolakan PFA. Federasi tersebut merinci bahwa sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah merenggut lebih dari 73.000 nyawa warga Palestina dan menyebabkan lebih dari dua juta orang kehilangan tempat tinggal. Dampak ini juga meluas ke dunia olahraga, di mana PFA melaporkan lebih dari seribu atlet Palestina menjadi korban tewas dalam periode yang sama.

    Di antara para atlet yang menjadi korban tersebut, PFA menyebutkan nama mantan kapten tim nasional Palestina, Sulaiman Al-Obaid, serta juara karate Palestina, Nagham Abu Samra, yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Israel. Kejadian-kejadian ini semakin memperkuat alasan PFA untuk menolak segala bentuk kolaborasi yang dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyat Palestina.

    "PFA memiliki prioritas yang jelas, yaitu keadilan, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap atlet Palestina sesuai dengan statuta FIFA dan prinsip Piagam Olimpiade. Kami terus menyerukan agar Israel dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran terhadap regulasi olahraga internasional," tegas PFA dalam pernyataannya.

    Federasi Sepak Bola Palestina menekankan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memperjuangkan keadilan dan akuntabilitas bagi para atlet Palestina. Mereka berpegang teguh pada statuta FIFA dan prinsip-prinsip Piagam Olimpiade dalam upaya mereka untuk memastikan perlindungan bagi para atlet. PFA secara konsisten menyerukan agar Israel dimintai pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran terhadap peraturan olahraga internasional.

    Tindakan ini mencerminkan sikap tegas PFA dalam menolak kompromi terhadap prinsip kemanusiaan dan keadilan, bahkan di tengah dinamika persepakbolaan internasional. Keputusan PFA ini sejalan dengan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran global mengenai dampak konflik terhadap komunitas olahraga di Palestina. FIFA sendiri belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut terkait bantahan PFA ini. Perkembangan selanjutnya mengenai festival sepak bola yang diusulkan, serta respons FIFA terhadap pernyataan PFA, akan terus menjadi sorotan.

  • Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Aman, Pemadaman Skala Besar Tak Akan Terjadi Lagi

    Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Aman, Pemadaman Skala Besar Tak Akan Terjadi Lagi

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan jaminan bahwa tidak ada lagi rencana pemadaman listrik berskala besar yang akan terjadi di seluruh Indonesia. Kepastian ini disampaikan menyusul adanya diskusi strategis bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memastikan stabilitas dan kelancaran pasokan energi listrik bagi masyarakat.

    "Insya Allah enggak," tegas Bahlil saat dikonfirmasi awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026). Pernyataan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk memberikan ketenangan kepada publik terkait ketersediaan listrik, yang merupakan kebutuhan vital bagi aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

    Diskusi antara kedua menteri tersebut difokuskan pada penyusunan skema pembayaran yang memadai untuk kompensasi dan subsidi PT PLN (Persero). Tujuannya adalah untuk memperkuat kapasitas keuangan perusahaan listrik negara tersebut, sehingga PLN memiliki fondasi finansial yang kokoh untuk menjalankan fungsinya dalam memasok listrik secara maksimal kepada seluruh pelanggan.

    "Jadi, secara umum, sudah dibahas tadi, nggak ada masalah," ujar Bahlil, mengindikasikan bahwa solusi terkait pendanaan dan operasional PLN telah menemui titik terang. Ketersediaan dana yang cukup sangat krusial bagi PLN untuk melakukan perawatan infrastruktur, pembelian bahan bakar, hingga pengembangan kapasitas pembangkit listrik.

    Salah satu tantangan utama dalam menjaga pasokan listrik yang stabil adalah ketersediaan bahan bakar, khususnya batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Menteri ESDM memaparkan bahwa total kebutuhan batu bara bagi PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun. Hingga saat ini, PLN telah berhasil mengamankan kontrak pasokan sebesar 134 juta ton.

    Ini berarti masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton batu bara yang perlu diupayakan pemenuhannya. Untuk mengatasi potensi defisit ini dan mencegah terulangnya kendala pasokan energi primer, Kementerian ESDM telah mengambil langkah proaktif dengan membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori sedang.

    Pembentukan tim pengadaan ini melibatkan berbagai pihak strategis, termasuk perwakilan dari PT PLN (Persero), Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kolaborasi antarlembaga ini diharapkan dapat memastikan pengawasan yang efektif terhadap rantai pasok energi primer, sehingga kendala seperti ini tidak terus berulang di masa mendatang.

    "Dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus, maka kami membentuk tim pengadaan. PLN, Dirjen Minerba, dan BPKP," jelas Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin (15/6). Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melakukan perbaikan sistemik dalam pengelolaan sumber daya energi.

    Ketersediaan batu bara yang cukup merupakan faktor krusial dalam operasional pembangkit listrik di Indonesia, mengingat sebagian besar bauran energi listrik nasional masih bergantung pada batu bara. Kekurangan pasokan bahan bakar ini dapat berdampak langsung pada kemampuan PLN untuk memenuhi permintaan listrik, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan pemadaman.

    Sebelumnya, isu kelangkaan batu bara sempat menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pemadaman listrik bergilir. Namun, dengan adanya jaminan dari Menteri ESDM dan langkah-langkah konkret yang diambil, diharapkan stabilitas pasokan listrik dapat terjaga.

    Pemerintah juga terus mendorong diversifikasi sumber energi untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara dan meningkatkan ketahanan energi nasional. Investasi dalam energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air menjadi salah satu prioritas untuk menciptakan bauran energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di masa depan.

    Selain itu, PLN juga terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan melakukan modernisasi infrastruktur untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan. Upaya ini mencakup penguatan jaringan transmisi dan distribusi, serta penerapan teknologi canggih dalam manajemen beban.

    Dengan adanya jaminan dari Menteri ESDM dan langkah-langkah strategis yang telah dipaparkan, masyarakat dapat bernapas lega. Upaya pemerintah dalam menjaga pasokan listrik yang stabil menunjukkan keseriusan dalam memastikan kebutuhan energi nasional terpenuhi, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Situasi ini diharapkan dapat terus dipertahankan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, badan usaha milik negara, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

  • Habiburokhman Gantikan Posisi Desmond Mahesa di Pimpinan Komisi III DPR

    Habiburokhman Gantikan Posisi Desmond Mahesa di Pimpinan Komisi III DPR

    Jakarta – Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi menunjuk politikus Habiburokhman sebagai Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Pelantikan ini menggantikan posisi almarhum Desmond Junaidi Mahesa yang telah berpulang beberapa waktu lalu. Acara pelantikan berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (4/7/2023).

    Penunjukan Habiburokhman sebagai pimpinan di salah satu komisi strategis DPR ini didasarkan pada surat resmi yang diajukan oleh pimpinan Fraksi Partai Gerindra kepada pimpinan DPR. Surat tersebut diterima oleh pimpinan DPR pada Senin (3/7/2023), yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan pelantikan keesokan harinya.

    Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memimpin langsung jalannya prosesi pelantikan. Dalam keterangannya, Dasco menjelaskan bahwa perubahan susunan pimpinan Komisi III dari unsur Fraksi Partai Gerindra ini telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Atas dasar surat tersebut maka terjadi perubahan susunan Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari unsur Fraksi Partai Gerindra, yaitu semula saudara almarhum Desmond Junaidi Mahesa, anggota nomor A118 yang telah meninggalkan kita, digantikan dengan saudara Habiburokhman nomor anggota A77," ujar Dasco, mengutip dari Liputan6.com.

    Keputusan ini kemudian dikonfirmasi melalui persetujuan dari seluruh pimpinan dan anggota Komisi III DPR RI yang hadir dalam rapat tersebut. Dengan persetujuan bulat tersebut, Habiburokhman secara resmi menduduki jabatan baru sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, sebuah amanah yang sebelumnya diemban oleh Desmond Mahesa.

    Komisi III DPR RI sendiri memiliki ruang lingkup kerja yang sangat luas, meliputi bidang hukum, hak asasi manusia, dan keamanan. Komisi ini bertanggung jawab atas pengawasan terhadap berbagai kementerian dan lembaga negara, termasuk Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komnas HAM, dan lembaga terkait lainnya. Peran wakil ketua di komisi ini sangat krusial dalam memimpin rapat, merumuskan kebijakan, serta mengawal berbagai isu strategis yang menjadi domain Komisi III.

    Penunjukan Habiburokhman, yang dikenal sebagai politikus vokal dari Fraksi Gerindra, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi Komisi III. Pengalamannya sebagai anggota DPR sebelumnya tentu menjadi bekal penting dalam mengemban tugas barunya ini.

    Desmond Junaidi Mahesa sendiri merupakan sosok politikus senior yang telah lama berkiprah di kancah politik nasional. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan partai, tetapi juga bagi rekan-rekan di DPR yang mengenalnya sebagai politikus yang gigih dan berintegritas. Posisi yang ditinggalkannya kini diisi oleh kader Gerindra lainnya yang diharapkan dapat melanjutkan perjuangan dan dedikasi almarhum.

    Perubahan pimpinan di komisi-komisi DPR merupakan hal yang lumrah terjadi, terutama ketika ada pergantian antarwaktu akibat berbagai faktor, seperti meninggalnya anggota, pengunduran diri, atau perubahan komposisi fraksi. Proses ini diatur dalam tata tertib DPR untuk memastikan kelancaran jalannya fungsi parlemen.

    Sebagai Wakil Ketua Komisi III, Habiburokhman akan memiliki peran penting dalam memimpin pembahasan berbagai Rancangan Undang-Undang (RUU) yang masuk dalam Prolegnas (Program Legislasi Nasional). Selain itu, ia juga akan terlibat aktif dalam agenda pengawasan terhadap kinerja pemerintah di sektor hukum, HAM, dan keamanan.

    Isu-isu yang menjadi perhatian Komisi III DPR RI kerap kali menyangkut penegakan hukum, pemberantasan korupsi, penanganan terorisme, perlindungan saksi dan korban, serta penataan sistem peradilan pidana. Dengan pengalaman dan latar belakangnya, diharapkan Habiburokhman dapat memberikan perspektif yang tajam dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

    Kehadiran Habiburokhman di posisi pimpinan Komisi III juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan parlemen dalam menciptakan kebijakan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi yang efektif antara eksekutif dan legislatif, khususnya di sektor-sektor krusial yang diawasi oleh Komisi III, menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa.

    Momen pelantikan ini juga menjadi pengingat akan dinamika politik yang terus berjalan di Indonesia, di mana regenerasi kepemimpinan dan penyesuaian posisi strategis merupakan bagian tak terpisahkan dari proses demokrasi. Fraksi Gerindra, dengan penunjukan Habiburokhman, menunjukkan upayanya dalam mengisi kekosongan kepemimpinan dan melanjutkan agenda-agenda legislatif serta pengawasan yang telah dirancang.

    Selanjutnya, publik akan menanti kiprah Habiburokhman dalam memimpin berbagai agenda penting di Komisi III DPR RI, serta bagaimana ia akan berkontribusi dalam memperkuat penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. Pengalaman dan visi yang dibawanya diharapkan dapat membawa angin segar dan solusi konstruktif bagi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.