Sunday, 23 August 2026
BREAKING
HIBURAN

Ariana Grande Kecam Donald Trump Gunakan Lagunya untuk Propaganda

Oleh Danu Eko August 23, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Penyanyi kenamaan Ariana Grande kembali melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kali ini, Grande menyemprot Trump karena menggunakan salah satu lagunya dalam sebuah video propaganda yang diunggah di media sosial.

Kejadian ini bermula ketika sebuah video yang menampilkan cuplikan pidato Donald Trump beredar di platform media sosial. Video tersebut secara tidak sah menyertakan lagu milik Ariana Grande sebagai latar musik. Hal ini sontak memicu kemarahan Grande yang merasa karyanya disalahgunakan untuk tujuan politik.

Melalui akun Twitter pribadinya, Ariana Grande dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap penggunaan lagunya oleh kampanye Trump. Ia menuliskan kekecewaannya dan menegaskan bahwa penggunaan tersebut tidak mendapatkan izin darinya. “Menjijikkan dan sangat tidak sopan untuk menggunakan musikku tanpa izin,” ujar Grande dalam cuitannya pada hari Minggu, 14 April 2024.

Grande menambahkan bahwa ia tidak akan memberikan izin kepada siapa pun yang terkait dengan pemerintahan Trump untuk menggunakan karyanya. “Saya tidak akan pernah memberikan izin kepada siapa pun yang terkait dengan pemerintahan Trump untuk menggunakan musik saya,” tegasnya.

Ini bukan kali pertama Ariana Grande bersuara mengenai penggunaan lagunya oleh Donald Trump. Sebelumnya, pada tahun 2019, Grande juga pernah melayangkan protes serupa ketika lagunya “God is a Woman” digunakan dalam video promosi kampanye Trump. Saat itu, Grande melalui manajernya, Scooter Braun, mengancam akan mengambil tindakan hukum jika hal tersebut terulang kembali.

Tindakan Trump yang kembali menggunakan lagu Grande untuk video propaganda ini menunjukkan bahwa peringatan sebelumnya tampaknya tidak diindahkan. Reaksi keras Grande kali ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi tim kampanye Trump untuk menghormati hak cipta dan menghindari penyalahgunaan karya seni untuk kepentingan politik tanpa persetujuan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp