SANGIHE – Sistem belajar di rumah bagi para siswa-siswi di Pandemi Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Sangihe, lambat laun membuat pengaruh negatif para siswa-siswi daripada pengaruh positifnya.
Pasalnya, kuat dugaan para siswa-siswi sudah mulai menkomsumsi minuman keras, melakukan balap liar, dan ugal-ugalan di jalan raya serta mengganggu Kamtibmas.
Hal tersebut, membuat beberapa kalangan masyarakat menilai belajar di rumah sudah tidak efektif lagi.
Ketika hal ini disampaikan ke Kasat Lantas Polres Sangihe Iptu Awaludin Puhi, dirinya membenarkan adanya dugaan-dugaan tersebut, bahwa ada prilaku negatif para remaja itu.
Seperti melakukan balap liar, dan ugal-ugalan di jalan raya.
“Seharusnya dengan adanya aktivitas anak-anak untuk belajar di rumah, peran dari orang tua wajib untuk mengawasi,” katanya Kamis (7/5/2020).
Katanya, kenapa dirinya mengatakan orang tua wajib mengawasi? Karena dengan tidak adanya aktivitas sekolah, atau belajar di rumah saja, peluang anak-anak untuk mencari kesibukan lain di luar belajar itu pasti ada.
“Banyak sudah kami temukan saat ini, remaja-remaja yang masih sekolah sudah melakukan aktifitas balap liar, kemudian ada yang ugal-ugalan, ada yang berkumpul-kumpul tidak jelas. Namun, ketika dibubarkan oleh pihak kepolisian, malah mengejek polisi,” sesal Kasat Lantas.
Tugas dalam membimbing para siswa-siswi ini pun menurutnya, merupakan tugas bersama.
“Diharapkan peran aktif dari orang tua dalam menjaga anak-anaknya, agar tidak beraktifitas di luar rumah, apalagi lakukan balap liar, berkumpul tidak jelas,” katanya.
Ditegaskannya, jadi bukan hanya polisi saja melakukan penertiban, orang tua juga harus berperan aktif untuk menjaga anaknya di rumah.
“Para guru-guru juga, kami minta untuk memberikan arahan kepada siswa-siswinya. Seperti hal yang kita amankan beberapa malam kemarin, itu merupakan laporan dari masyarakat yang selama ini sudah terjadi di jalan raya,” ujarnya.
Lanjutnya, pihaknya menemukan siswa-siswi melakukan ugal-ugalan, berteriak, kebut-kebutan di jalan, sehingga pihaknya membuat suatu tim untuk melakukan operasi di malam hari.
“Nah beberapa malam ini, kami temukan remaja-remaja yang masih sekolah diduga sering buat gaduh di situasi saat ini, sehingga kami amankan untuk diberikan pembinaan,” jelasnya.
Harapannya, di tengah pandemi Covid-19 ini, agar semua anak sekolah untuk di rumah saja.
“Jangan keluar rumah, di rumah aja bersama orang tua, demi kesehatan bersama juga,” harapnya. (wzg)



Tinggalkan Balasan