Manado – Portal24.id – Jelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank Sulut-Gorontalo (BSG) yang akan berlangsung di Tondano Minahasa, Kamis (18/03/2021) berbagai dinamika mulai terjadi.

Salah satu yang hangat jadi pembicaraan publik adalah menyeruaknya aroma oligarki.

Ini disebabkan menguatnya dua nama orang dekat Gubernur Olly Dondokambey SE selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) BSG di bursa pimpinan.

Nama pertama adalah Edwin Silangen yang disebut-sebut calon kuat Komisaris Utama (Komut).

Sosok yang kini masih menjabat Sekprop Sulut dan merupakan kakak dari Ketua DPRD Sulut Andi Silangen ini, punya peluang besar menggantikan Sanny Parengkuan.

Sosok lainnya adalah mencuatnya nama bankir yang telah malang melintang sebagai pegawai di BSG yaitu Beto Dondokambey.

Nama Beto santer terdengar akan masuk di jajaran direksi bank plat merah ini.

Maklum selain telah lama bekerja dan tahu persis tradisi hingga ‘isi perut’  BSG, pria familiar ini terbilang mumpuni.

Terbukti dari hasil assessment otoritas Jasa Keuangan (OJK), Beto meriah hasil maksimal dan bersih atau tak ada temuan selama menjabat sebagai Kepala Divisi Umum di BSG.

Olly sendiri yang diwawancarai awak media Rabu (17/03/2021) malam membenarkan akan ada perombakan di jajaran direksi dan komisaris.

“Ya RUPS Bank Sulut akan dilaksanakan Kamis besok, dan akan ada perombakan di jajaran direksi maupun komisaris,” aku Gubernur Olly di lobi kantor Gubernur Sulut pada sejumlah wartawan.

Akademisi DR Edwin Wantah yang dimintai tanggapan mengatakan pelaksanaan RUPS ini harus menghasilkan
produk terkait rolling di dewan komisaris serta jajaran direksi.

“Dalam menentukan dewan komisaris dan direksi harus mengedepankan kompetensi, profesional, punya pengalaman, serta punya track record pernah mengelola di bank nasional atau pun swasta,” ungkap Kaprodi S2 Pendidikan Ekonomi Pasca Sarjana Unima ini.

Lanjutnya, bukan dipilih karena faktor suka atau tidak suka, apalagi kepentingan politik.

Dengan BSG dipimpin figur-figur yang profesional di bidang perbankan, menurut Wanta, akan bisa membuat tingkat likuditas ‘Torang pe Bank” semakin baik.

“Saya kira hal ini akan menjadi dasar dari para pemegang saham untuk memilih dewan komisaris dan direksi,” ungkap Wantah.

Menurutnya, apapun putusan yang akan diputuskan pak Olly selaku PSP BSG harus dihormati, karena itu merupakan kewenangannya.

“Pak Olly yang punya basic seorang ekonom tahu siapa-siapa yang akan dipercaya sebagai pimpinan di Bank Sulut ke depan,” jelasnya.

Editor: Redaksi Portal24.id