Tarif operasional Kereta MRT Jakarta rute Lebak Bulus-Bundaran HI ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang dibayarkan oleh penumpang. Angka ini menjadi sorotan mengingat nilai ekonomi yang sebenarnya dari layanan transportasi publik tersebut.
Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P. Sabandar, tarif yang berlaku saat ini untuk rute Lebak Bulus-Bundaran HI adalah Rp 14.000. Namun, biaya operasional yang sesungguhnya untuk melayani rute sepanjang 15,7 kilometer ini jauh melampaui angka tersebut. William mengungkapkan bahwa tarif ekonomi atau biaya operasional riil untuk satu kali perjalanan Lebak Bulus-Bundaran HI mencapai Rp 38.000.
Perbedaan signifikan antara tarif yang dibayarkan penumpang dan biaya operasional ini menunjukkan adanya subsidi yang besar dari pemerintah. William memaparkan bahwa PT MRT Jakarta menanggung biaya operasional sebesar Rp 24.000 per penumpang. Besaran ini dihitung berdasarkan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan kereta, perawatan infrastruktur, gaji pegawai, dan berbagai komponen operasional lainnya.
William menambahkan bahwa PT MRT Jakarta selalu berupaya menekan biaya operasional agar tidak terlalu membebani keuangan perusahaan. Upaya efisiensi terus dilakukan, namun tetap saja ada selisih yang cukup besar antara tarif yang dikenakan kepada masyarakat dan biaya yang dikeluarkan oleh operator. “Kita menanggung biaya operasional Rp 24.000 per penumpang,” ujar William dalam sebuah forum diskusi yang diselenggarakan di Jakarta.
Meskipun demikian, tarif Rp 14.000 yang berlaku saat ini dinilai masih terjangkau bagi sebagian besar masyarakat pengguna MRT Jakarta. Penetapan tarif ini mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk daya beli masyarakat dan tujuan MRT Jakarta sebagai moda transportasi publik yang dapat diakses oleh semua kalangan.
