Presiden FIFA, Gianni Infantino, melakukan restrukturisasi manajemen di kawasan Concacaf dengan memisahkan pengelolaan negara-negara Karibia dari wilayah lainnya. Langkah ini menimbulkan spekulasi di kalangan kritikus yang melihatnya sebagai manuver Infantino untuk memperkuat posisinya di organisasi sepak bola dunia.
Sebelumnya, Concacaf yang meliputi Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia, dikelola sebagai satu kesatuan. Namun, kini Gelson Fernandes, yang dikenal sebagai loyalis Infantino, ditunjuk sebagai direktur asosiasi anggota untuk wilayah Karibia. Jabatan ini menambah beban tugas Fernandes yang sebelumnya sudah mengelola anggota FIFA di Afrika.
Perubahan ini, menurut sumber The Guardian, dipandang oleh para penentang Infantino sebagai upaya untuk memecah aliansi yang ada dan mengurangi potensi ancaman terhadap kepemimpinannya. Fernandes, mantan pemain tim nasional Swiss, memiliki rekam jejak yang dekat dengan Infantino.
Sementara itu, FIFA menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan untuk menjadikan olahraga sepak bola ‘benar-benar global’. Pernyataan resmi tersebut mengindikasikan bahwa restrukturisasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan pengembangan sepak bola di berbagai wilayah, termasuk Karibia, secara lebih efektif.
Pembentukan divisi khusus untuk Karibia ini menandai pergeseran signifikan dalam struktur operasional FIFA di kawasan tersebut. Keputusan ini diharapkan akan memicu diskusi lebih lanjut mengenai tata kelola dan distribusi kekuasaan di dalam FIFA, terutama mengingat penunjukan Fernandes yang memiliki kedekatan personal dengan Presiden FIFA.
