Joy-Lance Mickels, penyerang asal Rwanda, berpeluang mencetak sejarah bersama klubnya, Sabah FC, di kancah Liga Champions UEFA. Debut klub asal Azerbaijan ini di kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi tersebut telah terwujud berkat kontribusinya. Kini, Mickels berambisi untuk mengalahkan tim yang ia dukung sejak kecil, Manchester United, dalam laga yang akan datang.
Perjalanan Sabah FC menuju babak utama Liga Champions UEFA musim 2023/2024 merupakan pencapaian luar biasa bagi tim debutan. Mickels, yang lahir di Kigali, Rwanda, menjadi salah satu pilar penting dalam skuad asuhan Murad Musayev. Pemain berusia 27 tahun ini telah menunjukkan performa menjanjikan sepanjang kualifikasi, membuka jalan bagi Sabah FC untuk bersaing dengan klub-klub elite Eropa.
Momen ini menjadi sangat emosional bagi Mickels. Ia mengungkapkan bahwa Manchester United adalah klub yang selalu ia dukung. “Saya tumbuh dengan menonton Manchester United. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, tapi saya harus profesional,” ujar Mickels dalam sebuah wawancara. Ia menambahkan, “Ini adalah pertandingan yang sangat besar bagi saya dan bagi Sabah. Kami ingin menunjukkan apa yang bisa kami lakukan.”
Meski mengakui kekuatan Manchester United, Mickels tidak gentar. Ia yakin bahwa Sabah FC memiliki potensi untuk memberikan kejutan. “Mereka adalah tim besar dengan sejarah panjang, tetapi kami telah bekerja keras untuk sampai ke sini. Kami akan bermain dengan segenap hati dan mencoba memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Pertemuan antara Sabah FC dan Manchester United diprediksi akan menjadi sorotan utama di babak penyisihan grup. Bagi Mickels, ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang mewujudkan impian masa kecilnya di panggung terbesar sepak bola Eropa. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi sejarah yang diusung oleh Joy-Lance Mickels dan Sabah FC.
