Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen Group, tengah mempertimbangkan untuk melepaskan kepemilikan atas merek motor ikonik asal Italia, Ducati. Langkah ini merupakan bagian dari strategi restrukturisasi yang lebih luas yang juga berdampak pada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 50.000 karyawan di seluruh grup.
Kabar ini muncul di tengah upaya Volkswagen untuk menyederhanakan struktur bisnisnya dan fokus pada area yang dianggap lebih strategis. Ducati, yang telah menjadi bagian dari portofolio Volkswagen sejak 2012, dikenal sebagai produsen motor premium dengan sejarah panjang dalam dunia balap. Namun, dalam konteks restrukturisasi global, kepemilikan Ducati kini menjadi salah satu opsi yang dievaluasi.
Keputusan untuk menjual Ducati belum final. Menurut sumber internal yang dikutip oleh Reuters, Volkswagen masih dalam tahap penjajakan dan belum ada keputusan konkret yang diambil. “Rencana itu belum final dan masih dalam tahap penjajakan,” ujar seorang sumber kepada Reuters.
Selain potensi penjualan Ducati, Volkswagen Group juga mengumumkan rencana ambisius untuk memangkas sekitar 50.000 pekerjaan di seluruh dunia. Pengurangan tenaga kerja ini diperkirakan akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2023. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan pasar dan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi operasional di tengah tantangan industri otomotif global.
Perusahaan otomotif asal Jerman ini berencana untuk mengalihkan fokusnya ke pengembangan kendaraan listrik dan digitalisasi. Keputusan strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Volkswagen dalam persaingan di era mobilitas baru. “Kami ingin memfokuskan sumber daya kami pada area-area yang paling menjanjikan di masa depan,” kata seorang juru bicara Volkswagen.
Sejak diakuisisi oleh Audi, anak perusahaan Volkswagen, pada tahun 2012, Ducati telah menjadi aset berharga dalam portofolio grup. Namun, di tengah perubahan lanskap industri otomotif, termasuk transisi ke kendaraan listrik dan tantangan ekonomi global, Volkswagen kini mengevaluasi kembali aset-asetnya untuk memastikan kelangsungan dan daya saing jangka panjangnya.
