Fenomena alam berupa sebaran abu vulkanik tak hanya mengancam keselamatan berlalu lintas akibat terbatasnya jarak pandang. Lebih jauh lagi, partikel halus dari letusan gunung berapi ini ternyata dapat merusak sejumlah komponen vital pada kendaraan berat, khususnya truk. Kerusakan ini berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi pemilik dan operator truk.
Kepala Departemen Teknik Kendaraan Niaga PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Bambang Purnomo, menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki sifat abrasif yang sangat tinggi. Sifat inilah yang menjadi penyebab utama kerusakan pada komponen-komponen truk. “Abu vulkanik itu sifatnya sangat abrasif. Kalau kena ke komponen-komponen yang bergerak, itu akan menyebabkan keausan,” ujar Bambang pada acara KTB Media Gathering yang diselenggarakan di Bogor pada Selasa, 27 Juni 2023.
Lebih rinci, Bambang memaparkan beberapa komponen truk yang paling rentan terhadap paparan abu vulkanik. Salah satu yang paling krusial adalah sistem pengereman. Komponen seperti kampas rem dan piringan rem dapat terkikis lebih cepat akibat gesekan dengan abu vulkanik. Kerusakan pada sistem pengereman tentu saja sangat berbahaya dan dapat berujung pada kecelakaan.
Selain sistem pengereman, sistem pelumasan mesin juga menjadi area yang patut diwaspadai. Oli mesin yang terkontaminasi abu vulkanik akan kehilangan kemampuan pelumasannya. Abu vulkanik yang masuk ke dalam mesin dapat menyebabkan goresan pada dinding silinder dan komponen internal mesin lainnya, mempercepat keausan dan berpotensi merusak mesin secara permanen. “Oli mesin itu juga bisa terkontaminasi abu vulkanik. Oli itu kan fungsinya untuk melumasi, tapi kalau sudah terkontaminasi abu vulkanik, itu sudah tidak bisa melumasi,” jelas Bambang.
Komponen lain yang juga berisiko adalah filter udara. Abu vulkanik dapat menyumbat filter udara dengan cepat, mengurangi suplai udara bersih ke mesin. Hal ini akan berdampak pada penurunan performa mesin dan peningkatan konsumsi bahan bakar. Sistem pendingin mesin, seperti radiator, juga bisa terpengaruh jika abu vulkanik masuk dan mengendap di dalamnya, mengurangi efektivitas pendinginan.
Menghadapi potensi ancaman ini, Bambang menyarankan agar para pemilik dan operator truk senantiasa melakukan pemeriksaan rutin dan pembersihan komponen-komponen yang berisiko. Penggantian oli dan filter secara berkala sesuai dengan rekomendasi pabrikan, serta pembersihan area sekitar mesin dan sistem pengereman, dapat membantu meminimalkan dampak negatif abu vulkanik pada kendaraan.
