Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, baru-baru ini berkesempatan menghadiri pertemuan penting di North Carolina, Amerika Serikat. Pertemuan tersebut menjadi ajang diskusi mendalam dengan tokoh-tokoh terkemuka di bidang kecerdasan buatan (AI), termasuk Sam Altman, CEO OpenAI.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan delegasi Indonesia dalam forum G20. Dalam pertemuannya, Prof. Arif Satria mengungkapkan adanya dialog intensif mengenai berbagai aspek pengembangan dan penerapan AI. Diskusi ini mencakup potensi AI untuk kemajuan bangsa serta tantangan yang menyertainya.
Prof. Arif Satria secara khusus menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi era disrupsi teknologi. “Kita harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang di era disrupsi teknologi, terutama AI,” ujar Prof. Arif Satria, menekankan perlunya kesiapan Indonesia. Ia menambahkan, “Kita sedang berupaya keras untuk mentransformasi Indonesia menjadi negara yang tangguh dan berdaya saing di kancah global.”
Pertemuan di North Carolina ini tidak hanya menjadi platform pertukaran ide, tetapi juga menjadi langkah strategis BRIN untuk menjalin kemitraan dan menyerap pengetahuan terkini dari para pemimpin industri dan riset AI global. Kehadiran Sam Altman, sosok sentral di balik pengembangan AI generatif, memberikan perspektif berharga mengenai arah perkembangan teknologi ini di masa depan.
Lebih lanjut, Prof. Arif Satria menjelaskan bahwa BRIN berkomitmen untuk mendorong inovasi dan riset di bidang AI yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Diskusi dengan para ahli seperti Sam Altman diharapkan dapat mempercepat upaya BRIN dalam mengembangkan ekosistem AI yang kuat dan beretika di tanah air.
