Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini membeberkan spesifikasi teknis mengenai kapal induk pertama Indonesia, KRI Gajah Mada. Dalam keterangannya, Prabowo merinci jenis dan jumlah pesawat yang dapat dioperasikan dari kapal tersebut, sebuah langkah signifikan dalam modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) pertahanan maritim Indonesia.
Menurut Prabowo, KRI Gajah Mada dirancang untuk mampu mengangkut berbagai jenis pesawat tempur. Kapasitasnya memungkinkan pengoperasian pesawat dengan bobot lepas landas maksimum sekitar 20 ton. Hal ini membuka peluang untuk mengintegrasikan pesawat-pesawat canggih dalam armada tempur laut nasional.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa KRI Gajah Mada dapat mengakomodasi hingga 12 unit pesawat tempur. Jumlah ini mencakup pesawat untuk berbagai misi, baik ofensif maupun defensif. Kemampuan ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara lain yang memiliki kekuatan laut berbasis kapal induk.
Spekulasi mengenai jenis pesawat yang bisa diangkut KRI Gajah Mada merujuk pada pesawat tempur multi-peran yang umum digunakan oleh angkatan udara modern. Pesawat-pesawat ini biasanya memiliki kemampuan untuk melakukan pengintaian, penyerangan darat, dan superioritas udara. Dengan demikian, kehadiran KRI Gajah Mada akan meningkatkan proyeksi kekuatan maritim Indonesia di kawasan.
Prabowo Subianto juga menekankan bahwa pengembangan KRI Gajah Mada merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara. Ia menyatakan, “Ini adalah bagian dari bagaimana kita membangun kekuatan pertahanan yang handal.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kapal induk sebagai aset strategis yang mampu memberikan fleksibilitas operasional dan kemampuan proyeksi kekuatan yang superior.
Proyek pengadaan dan pengembangan kapal induk ini sebelumnya telah menjadi sorotan publik dan para pengamat pertahanan. Dengan terungkapnya spesifikasi kemampuan angkut pesawat ini, publik dapat lebih memahami nilai strategis dari KRI Gajah Mada bagi kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia.
