Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan status Siaga. Meskipun demikian, operasional layanan Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter Line untuk rute Merak dan Basoetta dipastikan tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menaikkan status aktivitas Anak Krakatau menjadi Siaga sejak Minggu, 21 April 2024, pukul 15.00 WIB. Peningkatan status ini didasarkan pada observasi dan analisis data seismik serta visual yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas.
Menyikapi kondisi ini, PT KAI Daop 1 Jakarta mengimbau seluruh penumpang yang menggunakan layanan Commuter Line Merak dan Basoetta untuk tetap menjaga keselamatan diri. Salah satu langkah pencegahan yang disarankan adalah dengan menggunakan masker saat berada di area stasiun maupun di dalam perjalanan kereta.
“Kami mengimbau kepada seluruh penumpang Commuter Line Merak dan Basoetta untuk tetap menggunakan masker demi keselamatan dan kesehatan,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendri Wintoko, dalam keterangannya.
Ixfan menambahkan bahwa meskipun status Gunung Anak Krakatau telah dinaikkan, aktivitas operasional kereta api di wilayah tersebut tidak terpengaruh. Seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihak KAI Daop 1 Jakarta terus memantau perkembangan aktivitas Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kelancaran transportasi publik.
Pihak KAI juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sembari tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan dalam setiap operasionalnya. Penumpang diharapkan untuk selalu mengikuti informasi terbaru yang dikeluarkan oleh KAI Daop 1 Jakarta mengenai operasional kereta api.
