Indonesia dan India Pererat Kolaborasi Strategis: Energi, Teknologi, hingga Pertahanan Dibahas

Written by

in

Jakarta – Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral kedua negara. Pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7) ini menghasilkan kesepakatan di berbagai bidang strategis, mulai dari energi hingga teknologi digital dan pertahanan.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin negara menekankan pentingnya penguatan kerja sama di sektor energi. Indonesia dan India berkomitmen untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Selain itu, pertukaran teknologi dan peningkatan kapasitas di bidang energi nuklir juga menjadi fokus utama.

"Di tengah situasi global saat ini, kami juga mendorong penguatan kerja sama di bidang ketahanan energi," ujar Prabowo dalam pernyataan bersama usai pertemuan. Ia menambahkan bahwa pertukaran teknologi dan kapasitas di bidang energi nuklir menjadi salah satu agenda penting.

Selain energi, sektor kesehatan juga menjadi prioritas. Kedua negara sepakat untuk memperdalam kerja sama, termasuk upaya peningkatan kapasitas bagi para profesional kesehatan. Hal ini mencakup pelatihan bagi dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Prabowo meyakini kesepakatan ini akan segera terimplementasi.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyoroti peran kemajuan teknologi di abad ke-21. Ia melihat potensi besar dalam kolaborasi teknologi antara Indonesia dan India, mengingat kedua negara memiliki populasi muda yang besar. "Hari ini kami menandatangani kesepakatan penting untuk meningkatkan kerja sama teknologi bagi generasi muda," kata Modi.

Kerja sama teknologi mencakup kecerdasan buatan (AI), telekomunikasi, dan infrastruktur digital publik (DPI). Keduanya juga sepakat untuk memperdalam kolaborasi di sektor startup. Sektor antariksa yang telah terjalin puluhan tahun pun akan terus diperkuat. Keputusan penting diambil terkait riset bersama, berbagi teknologi, dan peningkatan kapasitas di bidang antariksa.

Di sektor industri, Indonesia dan India berkomitmen memperkuat ketahanan rantai pasok komoditas strategis. Mineral kritis dan baja menjadi perhatian khusus. Perusahaan dari kedua negara akan menjalin kemitraan baru dalam pengembangan baja tahan karat (stainless steel) dan magnet tanah jarang (rare earth magnets).

"Kami juga mencapai kesepakatan penting untuk memperkuat rantai pasok di sektor mineral kritis dan baja," jelas Modi. Ia meyakini kerja sama ini akan menjadi fondasi hubungan kedua negara di masa depan.

Sebelumnya, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyebutkan target penyelesaian nota kesepahaman (MoU) di bidang kesehatan, antariksa, farmasi, dan ketahanan pangan. Kesepakatan terkait sistem rudal BrahMos juga diharapkan rampung. Selain itu, pembahasan mencakup penguatan kesadaran maritim dan pemberantasan pembajakan.

Modi optimis bahwa kerja sama ini akan mewujudkan visi Indonesia Emas dan Viksit Bharat atau India Maju.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *