<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
	<title>Portal24.id - KESEHATAN</title>
	<atom:link href="https://portal24.id/rss/category/kesehatan" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://portal24.id/category/kesehatan/</link>
	<description>Berita terbaru kategori KESEHATAN</description>
	<language>id</language>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Sep 2026 10:00:40 +0700</lastBuildDate>
	<generator>Portal24 News Sitemap 1.4.0</generator>
	<item>
		<title>ACR Perbarui Pedoman Tatalaksana Osteoartritis: Fokus pada Penguatan Kemandirian Pasien</title>
		<link>https://portal24.id/acr-perbarui-pedoman-tatalaksana-osteoartritis-fokus-pada-penguatan-kemandirian-pasien/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/acr-perbarui-pedoman-tatalaksana-osteoartritis-fokus-pada-penguatan-kemandirian-pasien/</guid>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 04:04:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Philadelphia, AS &#8211; American College of Rheumatology (ACR) telah merilis pembaruan pedoman klinisnya untuk tatalaksana osteoartritis (OA). Pedoman terbaru ini menekankan pentingnya&hellip;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Philadelphia, AS &#8211; American College of Rheumatology (ACR) telah merilis pembaruan pedoman klinisnya untuk tatalaksana osteoartritis (OA). Pedoman terbaru ini menekankan pentingnya pendekatan yang personal dan memberdayakan pasien dalam mengelola kondisi kronis yang umum ini. ACR menyoroti bahwa tidak ada satu jalur pengobatan tunggal yang cocok untuk semua individu penderita osteoartritis.</p>
<p>Dr. Sharon L. Kolasinski, MD, investigator utama di Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania, menjelaskan dalam siaran pers ACR, &#8220;Rekomendasi yang diperbarui ini mengakui bahwa tidak ada satu jalur pengobatan yang cocok untuk setiap orang yang hidup dengan osteoartritis.&#8221; Beliau menambahkan, &#8220;Rekomendasi terkuat kami terus berpusat pada membantu orang membangun kepercayaan diri dalam mengelola kondisi mereka, tetap aktif secara fisik, dan mengejar penurunan berat badan jika sesuai.&#8221;</p>
<p>Pembaruan pedoman ini menegaskan kembali pentingnya modifikasi gaya hidup sebagai pilar utama dalam penanganan osteoartritis. ACR secara konsisten merekomendasikan aktivitas fisik yang teratur, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda, yang dapat membantu menjaga kekuatan otot di sekitar sendi dan mengurangi nyeri. Selain itu, bagi pasien yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan menjadi rekomendasi kuat karena dapat secara signifikan mengurangi beban pada sendi yang terkena, terutama pada lutut dan pinggul.</p>
<p>Selain fokus pada penguatan kemandirian pasien dalam mengelola kondisinya, pedoman ACR juga mencakup berbagai pilihan terapi lain yang dapat dipertimbangkan oleh profesional kesehatan. Namun, penekanannya tetap pada pentingnya mendiskusikan manfaat dan risiko dari setiap pilihan pengobatan secara individual dengan pasien. Pendekatan holistik yang menggabungkan perubahan gaya hidup, edukasi pasien, dan intervensi medis yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup penderita osteoartritis.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa8c3bede6b9.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Tes Darah Baru Ungkap Polip Kolorektal dengan Akurasi Tinggi</title>
		<link>https://portal24.id/tes-darah-baru-ungkap-polip-kolorektal-dengan-akurasi-tinggi/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/tes-darah-baru-ungkap-polip-kolorektal-dengan-akurasi-tinggi/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 10:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Tes darah DENEB baru hadir, deteksi polip kolorektal dan kanker dengan akurasi tinggi. Solusi skrining efektif untuk deteksi dini.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah terobosan dalam deteksi dini kanker kolorektal (CRC) hadir melalui pengembangan tes berbasis darah yang diklaim mampu mengidentifikasi lesi prakanker. Tes inovatif ini, yang dinamai DENEB, menunjukkan potensi besar dalam mengatasi salah satu keterbatasan utama tes skrining berbasis darah yang ada saat ini. Dalam studi yang dilakukan, DENEB berhasil mendeteksi 81% dari adenoma lanjut, yang merupakan prekursor potensial bagi kanker kolorektal.</p>
<p>Selain mendeteksi adenoma lanjut, DENEB juga menunjukkan kinerja luar biasa dalam mendeteksi kanker kolorektal secara keseluruhan, dengan tingkat keberhasilan mencapai 91%. Lebih lanjut, tes ini mampu mendeteksi kanker stadium I hingga III dengan akurasi 92%. Angka-angka ini sangat signifikan mengingat rendahnya tingkat skrining CRC di Amerika Serikat yang seringkali tidak mencapai target 80% yang direkomendasikan untuk memberikan dampak pada tingkat populasi.</p>
<p>Tes berbasis darah seperti DENEB menawarkan solusi potensial untuk menjangkau individu yang mungkin tidak menjalani skrining melalui metode konvensional. Keterbatasan partisipasi dalam skrining CRC menjadi tantangan serius, dan kehadiran tes darah yang akurat dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan di kalangan masyarakat umum.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa528fdcc91d.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Debu Kelas Sekolah Eropa Mengandung Bakteri, Berpotensi Pengaruhi Fungsi Paru Anak</title>
		<link>https://portal24.id/debu-kelas-sekolah-eropa-mengandung-bakteri-berpotensi-pengaruhi-fungsi-paru-anak/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/debu-kelas-sekolah-eropa-mengandung-bakteri-berpotensi-pengaruhi-fungsi-paru-anak/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 10:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Penelitian ungkap debu sekolah di Eropa mengandung bakteri berbahaya, berpotensi pengaruhi fungsi paru anak. Perhatikan lingkunga…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penelitian terbaru yang dipresentasikan di European Respiratory Society International Congress mengungkap temuan mengejutkan: debu di ruang kelas sekolah di Eropa terdeteksi mengandung dua jenis bakteri, yaitu <em>Streptomyces</em> dan <em>Mycobacterium spp.</em> Korelasi antara keberadaan bakteri ini dengan penurunan fungsi paru-paru pada anak-anak sekolah di Eropa pun mulai terungkap.</p>
<p>Temuan ini berpotensi memberikan panduan baru bagi para profesional medis dalam mendiagnosis dan menangani masalah kesehatan pernapasan pada anak. Dr. Soutrik Banerjee, PhD, seorang konsultan senior RWE lead statistician di Eli Lilly and Company, menekankan pentingnya peran lingkungan dalam kesehatan anak.</p>
<p>&#8220;Bagi para klinisi, pesan praktisnya adalah tetap memperhatikan riwayat lingkungan, termasuk kondisi sekolah, serta kondisi di rumah,&#8221; ujar Dr. Banerjee kepada Healio. Ia menambahkan bahwa dokter perlu lebih jeli dalam menggali informasi terkait lingkungan tempat anak menghabiskan waktu.</p>
<p>Lebih lanjut, Dr. Banerjee menyarankan agar para klinisi secara proaktif menanyakan detail kondisi lingkungan yang mungkin berkontribusi terhadap masalah kesehatan. &#8220;Jika dirasa perlu, klinisi dapat bertanya mengenai tanda-tanda kelembaban atau jamur yang terlihat, kualitas ventilasi, pemeliharaan bangunan, serta praktik kebersihan di sekolah,&#8221; jelasnya. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi faktor risiko lingkungan yang lebih spesifik yang mungkin mempengaruhi kesehatan paru-paru anak.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa5239b81551.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Peningkatan Kasus Silikosis Akibat Batu Rekayasa di California Menjadi Ancaman Serius</title>
		<link>https://portal24.id/peningkatan-kasus-silikosis-akibat-batu-rekayasa-di-california-menjadi-ancaman-serius/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/peningkatan-kasus-silikosis-akibat-batu-rekayasa-di-california-menjadi-ancaman-serius/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 09:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[California hadapi lonjakan kasus silikosis parah akibat batu rekayasa. Kenali ancaman serius ini dan langkah pencegahannya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>California menghadapi <a href="https://portal24.id/lonjakan-kasus-gigitan-hewan-berpotensi-rabies-cdc-serukan-kewaspadaan-tenaga-medis/" title="Lonjakan Kasus Gigitan Hewan Berpotensi Rabies, CDC Serukan Kewaspadaan Tenaga Medis">lonjakan kasus</a> silikosis yang parah di kalangan pekerja batu rekayasa. Antara Januari 2019 hingga Juni 2026, Departemen Kesehatan Masyarakat California (CDPH) mencatat 592 kasus &#8220;terutama parah&#8221; dari penyakit pernapasan ini. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal NEJM Evidence menyoroti urgensi penanganan masalah kesehatan kerja ini.</p>
<p>Silikosis, penyakit paru-paru yang disebabkan oleh penghirupan debu silika, telah menjadi perhatian utama di kalangan pekerja yang menangani batu rekayasa atau engineered stone. Material ini, yang semakin populer untuk countertop dan aplikasi interior lainnya, mengandung konsentrasi silika yang sangat tinggi. Saat dipotong atau dibentuk, debu halus silika dapat terhirup oleh pekerja, menyebabkan peradangan dan jaringan parut pada paru-paru.</p>
<p>Amy Heinzerling, MD, MPH, seorang petugas medis di CDPH, menekankan pentingnya kewaspadaan di kalangan tenaga medis. &#8220;Dokter harus waspada terhadap silikosis pada pekerja fabrikasi countertop,&#8221; ujar Heinzerling kepada Healio. Ia menambahkan bahwa para profesional kesehatan memiliki peran krusial dalam mendokumentasikan dan merespons epidemi ini dengan menanyakan riwayat pekerjaan pasien, serta melakukan skrining, baik pada pekerja yang bergejala maupun yang tidak.</p>
<p>Data yang dikumpulkan oleh CDPH menunjukkan bahwa laju kasus silikosis yang dilaporkan terus meningkat, menimbulkan kekhawatiran akan potensi wabah yang <a href="https://portal24.id/obat-obesitas-perlu-kajian-dampak-lebih-luas-selain-penurunan-berat-badan/" title="Obat Obesitas: Perlu Kajian Dampak Lebih Luas Selain Penurunan Berat Badan">lebih luas</a> jika langkah pencegahan dan deteksi dini tidak ditingkatkan. Penyakit ini dapat berkembang menjadi bentuk yang agresif dan sulit diobati, bahkan dapat berakibat fatal.</p>
<p>Para ahli menyerukan peningkatan kesadaran di antara pekerja, pemberi kerja, dan penyedia layanan kesehatan mengenai risiko yang terkait dengan batu rekayasa. Penggunaan alat pelindung diri yang memadai, ventilasi yang baik di tempat kerja, serta pemeriksaan kesehatan rutin bagi pekerja yang terpapar debu silika menjadi langkah-langkah pencegahan yang esensial untuk menekan angka kejadian silikosis di California.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa51aef8933f.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Diskriminasi Usia Hambat Diagnosis dan Perawatan Pasien Rematologi</title>
		<link>https://portal24.id/diskriminasi-usia-hambat-diagnosis-dan-perawatan-pasien-rematologi/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/diskriminasi-usia-hambat-diagnosis-dan-perawatan-pasien-rematologi/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 09:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Diskriminasi usia atau ageism menghambat diagnosis dan perawatan pasien rematologi. Pelajari dampaknya dan bagaimana mengatasinya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Praktik diskriminasi berdasarkan usia atau ageism dalam perawatan rematologi kerap kali berawal dari stereotip terhadap pasien lanjut usia. Fenomena ini diperparah oleh faktor-faktor struktural yang memengaruhi keputusan medis para dokter spesialis. Hal ini diungkapkan oleh Jiha Lee, MD, seorang asisten profesor klinis rematologi di University of Michigan.</p>
<p>Menurut Dr. Lee, usia pasien menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan pengobatan oleh dokter rematologi. &#8220;Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa usia menduduki peringkat kedua setelah aktivitas penyakit, dan setara dengan perubahan erosif, sebagai faktor yang memengaruhi keputusan dokter rematologi mengenai pengobatan,&#8221; ujar Dr. Lee dalam sebuah wawancara dengan Healio. Ia menambahkan, &#8220;Semakin tua Anda, semakin kecil kemungkinan Anda akan diobati. Itu murni angka, usia pasien.&#8221;</p>
<p>Stereotip yang melekat pada pasien usia lanjut sering kali mengarah pada asumsi bahwa penurunan fungsi fisik atau nyeri yang mereka alami adalah bagian normal dari penuaan, bukan gejala penyakit rematik yang memerlukan intervensi medis. Hal ini dapat menyebabkan penundaan dalam diagnosis dan pengobatan yang memadai. Akibatnya, kondisi pasien bisa memburuk sebelum mendapatkan penanganan yang tepat.</p>
<p>Faktor struktural yang dimaksud meliputi bias implisit yang mungkin dimiliki oleh <a href="https://portal24.id/lonjakan-kasus-gigitan-hewan-berpotensi-rabies-cdc-serukan-kewaspadaan-tenaga-medis/" title="Lonjakan Kasus Gigitan Hewan Berpotensi Rabies, CDC Serukan Kewaspadaan Tenaga Medis">tenaga medis</a>, serta sistem perawatan kesehatan yang belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan spesifik pasien lanjut usia dengan penyakit rematik. Kurangnya alat diagnostik yang sensitif terhadap perubahan fisiologis terkait usia atau protokol pengobatan yang disesuaikan dapat semakin memperburuk masalah ageism.</p>
<p>Dr. Lee menekankan pentingnya kesadaran akan bias usia ini dalam komunitas medis. &#8220;Kita perlu secara aktif melawan asumsi bahwa usia tua berarti penurunan fungsi yang tak terhindarkan atau bahwa pasien yang lebih tua tidak akan mendapat manfaat dari pengobatan agresif,&#8221; tegasnya. Upaya multidimensional diperlukan, mulai dari edukasi bagi para profesional kesehatan hingga pengembangan pedoman klinis yang lebih inklusif dan peka terhadap usia.</p>
<p>Perubahan paradigma ini krusial untuk memastikan bahwa semua pasien, terlepas dari usia mereka, menerima diagnosis yang akurat dan perawatan yang optimal untuk kondisi rematik mereka, sehingga dapat meningkatkan <a href="https://portal24.id/terapi-tawa-dan-latihan-pernapasan-persedian-bibir-tingkatkan-kualitas-hidup-pasien-ppok/" title="Terapi Tawa dan Latihan Pernapasan Persedian Bibir Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien PPOK">kualitas hidup</a> mereka secara keseluruhan.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa5158ba8a28.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Transplantasi Ginjal Tanpa Bius Umum: NW Medicine Buka Era Baru Penyelamatan Pasien</title>
		<link>https://portal24.id/transplantasi-ginjal-tanpa-bius-umum-nw-medicine-buka-era-baru-penyelamatan-pasien/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/transplantasi-ginjal-tanpa-bius-umum-nw-medicine-buka-era-baru-penyelamatan-pasien/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 08:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[NW Medicine cetak sejarah dengan transplantasi ginjal tanpa bius umum. Inovasi ini tawarkan pemulihan lebih cepat dan minim risik…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Northwestern Medicine (NW Medicine) mencatatkan sejarah baru dalam dunia transplantasi ginjal pada tahun 2024 dengan berhasil melaksanakan prosedur transplantasi ginjal pertama yang dilakukan tanpa menggunakan bius umum (general anesthesia). Inovasi ini, yang dipimpin oleh tim ahli transplantasi ginjal dan anestesiologi terkemuka, membuka jalan bagi pasien untuk mendapatkan kehidupan baru dengan metode yang lebih minim risiko dan pemulihan yang lebih cepat.</p>
<p>Tim yang mengukir prestasi ini terdiri dari ahli bedah transplantasi Satish N. Nadig, MD, PhD dan Vinayak S. Rohan, MD, bersama dengan ahli anestesiologi Vicente Garcia Tomas, MD.  Prosedur revolusioner ini merupakan transplantasi ginjal pertama di NW Medicine yang hanya menggunakan suntikan tunggal anestesi spinal/epidural, menggantikan penggunaan bius umum yang selama ini menjadi standar.</p>
<p>Keberhasilan operasi perdana ini kemudian mendorong NW Medicine untuk mendirikan sebuah program inovatif bernama Accelerated Surgery Without General Anesthesia in Kidney Transplantation (AWAKE). Program AWAKE dirancang khusus untuk mengoptimalkan proses transplantasi ginjal dengan meminimalkan penggunaan bius umum. Sejak diluncurkan, program ini telah berhasil menyelesaikan 25 operasi transplantasi ginjal, menunjukkan efektivitas dan potensi besar dari pendekatan baru ini dalam memberikan harapan dan <a href="https://portal24.id/terapi-tawa-dan-latihan-pernapasan-persedian-bibir-tingkatkan-kualitas-hidup-pasien-ppok/" title="Terapi Tawa dan Latihan Pernapasan Persedian Bibir Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien PPOK">kualitas hidup</a> yang lebih baik bagi para pasien.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa50cddb2477.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Terapi Kombinasi Tanpa Kemoterapi Beri Harapan Baru untuk Pasien Kanker Payudara Metastasis</title>
		<link>https://portal24.id/terapi-kombinasi-tanpa-kemoterapi-beri-harapan-baru-untuk-pasien-kanker-payudara-metastasis/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/terapi-kombinasi-tanpa-kemoterapi-beri-harapan-baru-untuk-pasien-kanker-payudara-metastasis/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 08:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Terapi kombinasi tanpa kemoterapi tunjukkan harapan baru untuk pasien kanker payudara metastasis. Efektif dan ditoleransi baik.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah regimen terapi yang tidak melibatkan kemoterapi menunjukkan kontrol penyakit yang tahan lama pada pasien kanker payudara stadium lanjut tertentu. Hasil studi fase 1/fase 2 bertajuk ASPIRE mengungkapkan bahwa kombinasi empat terapi target ini tidak hanya efektif, tetapi juga ditoleransi dengan baik oleh pasien.</p>
<p>Penelitian ini difokuskan pada kelompok pasien yang <a href="https://portal24.id/sepertiga-wanita-muda-as-belum-pernah-diskrining-kanker-serviks-angka-mengkhawatirkan/" title="Sepertiga Wanita Muda AS Belum Pernah Diskrining Kanker Serviks, Angka Mengkhawatirkan">belum pernah</a> menerima pengobatan sebelumnya untuk penyakit metastasis dengan karakteristik hormon reseptor-positif dan HER2-positif. Dalam studi bersenjata tunggal ini, tidak teramati adanya sinyal keamanan yang tidak terduga, sebuah temuan penting yang mendukung potensi regimen ini sebagai alternatif pengobatan lini pertama.</p>
<p>Temuan dari studi ASPIRE memberikan bukti kuat bahwa kombinasi terapi target ini berpotensi menawarkan kenyamanan yang lebih besar bagi pasien. Selain itu, regimen ini menunjukkan efikasi yang sebanding dengan pengobatan yang saat ini digunakan, namun dengan profil toksisitas yang lebih rendah. Hal ini membuka peluang baru dalam penatalaksanaan kanker payudara metastasis, dengan harapan dapat meningkatkan <a href="https://portal24.id/terapi-tawa-dan-latihan-pernapasan-persedian-bibir-tingkatkan-kualitas-hidup-pasien-ppok/" title="Terapi Tawa dan Latihan Pernapasan Persedian Bibir Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien PPOK">kualitas hidup pasien</a> sekaligus mempertahankan efektivitas pengobatan.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa5077a41147.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Strategi Komunikasi Digital Tingkatkan Pengambilan Ulang Resep Statin</title>
		<link>https://portal24.id/strategi-komunikasi-digital-tingkatkan-pengambilan-ulang-resep-statin/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/strategi-komunikasi-digital-tingkatkan-pengambilan-ulang-resep-statin/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 07:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Strategi komunikasi digital terbukti efektif tingkatkan pengambilan ulang resep statin pada pasien yang tidak patuh berobat. Temu…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Strategi komunikasi digital terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat pengambilan ulang resep statin pada pasien yang sebelumnya tidak patuh berobat. Temuan ini diungkapkan oleh para peneliti dalam presentasi di European Society of Cardiology Congress yang digelar di Munich.</p>
<p>Meskipun demikian, data studi menunjukkan bahwa mayoritas pasien masih belum mengambil kembali resep statin mereka. Studi ADHERE-ASCVD, yang dipublikasikan bersamaan di jurnal JAMA, melibatkan 20.604 pasien dari Kaiser Permanente Northern California. Pasien-pasien ini didiagnosis dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD) atau <a href="https://portal24.id/studi-ungkap-veteran-penderita-melanoma-berisiko-tinggi-terkena-parkinson/" title="Studi Ungkap Veteran Penderita Melanoma Berisiko Tinggi Terkena Parkinson">berisiko tinggi</a> mengalaminya, serta telah diresepkan statin namun menunjukkan ketidakpatuhan dalam beberapa waktu terakhir.</p>
<p>Rata-rata usia partisipan studi adalah 55 tahun, dengan 41% di antaranya adalah perempuan. Penelitian ini secara spesifik menargetkan pasien yang diresepkan statin dan baru saja menunjukkan ketidakpatuhan terhadap terapi tersebut. Hasilnya dibandingkan dengan metode komunikasi konvensional yang biasa digunakan.</p>
<p>Dalam presentasinya, peneliti menyoroti perbedaan signifikan dalam tingkat pengambilan ulang resep antara kelompok yang menerima intervensi komunikasi digital dan kelompok kontrol. Meskipun tidak semua pasien berhasil mengambil ulang resep mereka, strategi digital ini memberikan peningkatan yang terukur dibandingkan pendekatan sebelumnya. Angka pasti mengenai peningkatan tersebut tidak dirinci dalam ringkasan awal, namun efektivitasnya dibandingkan dengan komunikasi biasa menjadi poin utama.</p>
<p>Temuan dari studi ADHERE-ASCVD ini memberikan wawasan penting mengenai potensi pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien penyakit kardiovaskular. Hal ini mengindikasikan bahwa intervensi yang lebih modern dan terarah dapat menjadi solusi untuk mengatasi tantangan kepatuhan minum obat <a href="https://portal24.id/dua-dekade-lebih-pasca-9-11-pelajaran-krusial-untuk-perawatan-jangka-panjang-dari-populasi-terdampak-bencana/" title="Dua Dekade Lebih Pasca-9/11, Pelajaran Krusial untuk Perawatan Jangka Panjang dari Populasi Terdampak Bencana">jangka panjang</a>.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4fecd29358.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Tokoh Diabetes Serukan Boikot terhadap American Diabetes Association Pasca Investigasi Internal</title>
		<link>https://portal24.id/tokoh-diabetes-serukan-boikot-terhadap-american-diabetes-association-pasca-investigasi-internal/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/tokoh-diabetes-serukan-boikot-terhadap-american-diabetes-association-pasca-investigasi-internal/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 07:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Sejumlah tokoh diabetes serukan boikot terhadap American Diabetes Association (ADA) menyusul hasil investigasi internal. Simak al…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sejumlah tokoh terkemuka di bidang diabetes mengumumkan boikot terhadap American Diabetes Association (ADA). Keputusan ini diambil menyusul perilisan hasil tinjauan independen ADA terkait insiden yang terjadi pada Juni lalu di ADA Scientific Sessions.</p>
<p>Dalam sebuah surat terbuka yang dibagikan melalui Google Forms, para profesional kesehatan yang menandatangani pernyataan tersebut secara tegas menyatakan, &#8220;kami memboikot American Diabetes Association.&#8221; Surat ini ditujukan kepada anggota dewan direksi ADA.</p>
<p>Para penanda tangan surat tersebut juga menggarisbawahi bahwa mereka tidak akan lagi menghadiri pertemuan apa pun yang diselenggarakan oleh kepemimpinan atau dewan ADA di masa mendatang. Hal ini termasuk partisipasi dalam ADA Scientific Sessions yang dijadwalkan pada tahun 2027.</p>
<p>Keputusan boikot ini muncul sebagai respons atas temuan investigasi internal ADA. Meskipun detail spesifik mengenai insiden di ADA Scientific Sessions tidak diuraikan lebih lanjut dalam sumber asli, tindakan boikot oleh para pemimpin di bidang diabetes ini mengindikasikan adanya ketidakpuasan mendalam terhadap penanganan atau hasil dari investigasi yang dilakukan oleh organisasi tersebut.</p>
<p>Para profesional kesehatan yang terlibat dalam boikot ini berharap bahwa tindakan mereka akan mendorong perubahan dan akuntabilitas yang lebih besar di dalam American Diabetes Association. Mereka menekankan komitmen mereka terhadap advokasi dan kemajuan perawatan diabetes, namun merasa perlu untuk mengambil langkah drastis ini demi memastikan integritas dan kepercayaan dalam komunitas diabetes.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4f97017a72.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>FDA Beri Tinjauan Prioritas untuk Enspryng dalam Pengobatan MOGAD</title>
		<link>https://portal24.id/fda-beri-tinjauan-prioritas-untuk-enspryng-dalam-pengobatan-mogad/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/fda-beri-tinjauan-prioritas-untuk-enspryng-dalam-pengobatan-mogad/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 06:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[FDA beri tinjauan prioritas untuk Enspryng, obat baru potensial untuk pengobatan MOGAD, penyakit autoimun langka.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan tinjauan prioritas terhadap aplikasi lisensi biologis tambahan untuk obat Enspryng. Keputusan ini terkait dengan pengobatan penyakit terkait antibodi mielin oligodendrosit glikoprotein (MOGAD).</p>
<p>MOGAD merupakan penyakit autoimun langka yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis parah dan tak terduga. Penyakit ini menyerang saraf optik, otak, dan sumsum tulang belakang, seringkali mengakibatkan serangan berulang yang menyebabkan kehilangan penglihatan dan disabilitas. &#8220;MOGAD adalah penyakit autoimun langka yang dapat menyerang saraf optik, otak, dan sumsum tulang belakang dan menyebabkan kekambuhan yang parah dan tidak dapat diprediksi, mengakibatkan kerusakan neurologis yang menumpuk, kehilangan penglihatan, dan disabilitas,&#8221; ungkap Siân Lennon-Chrimes, PhD, pemimpin pengembangan global neuroimunologi di Roche Pharma Development, kepada Healio.</p>
<p>Pemberian status tinjauan prioritas ini oleh FDA menandakan bahwa badan tersebut akan mempercepat proses evaluasi aplikasi untuk Enspryng. Tinjauan prioritas diberikan kepada obat-obatan yang berpotensi menawarkan kemajuan signifikan dalam keamanan atau efektivitas pengobatan untuk penyakit serius.</p>
<p>Keputusan ini didasarkan pada rilis pers dari Roche, perusahaan yang mengembangkan Enspryng. Tinjauan prioritas ini merupakan langkah penting dalam upaya menyediakan terapi baru bagi pasien MOGAD, yang saat ini memiliki pilihan pengobatan yang terbatas.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4f0bd0257f.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Studi Ungkap Veteran Penderita Melanoma Berisiko Tinggi Terkena Parkinson</title>
		<link>https://portal24.id/studi-ungkap-veteran-penderita-melanoma-berisiko-tinggi-terkena-parkinson/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/studi-ungkap-veteran-penderita-melanoma-berisiko-tinggi-terkena-parkinson/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 06:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Studi ungkap veteran penderita melanoma berisiko 47% lebih tinggi terkena Parkinson. Temuan ini penting untuk skrining dan manaje…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Veteran perang yang pernah didiagnosis menderita melanoma berisiko 47% lebih tinggi terkena <a href="https://portal24.id/biaya-penyakit-parkinson-di-eropa-capai-rp-374-triliun-pada-2019/" title="Biaya Penyakit Parkinson di Eropa Capai Rp 374 Triliun pada 2019">penyakit Parkinson</a>. Temuan ini didasarkan pada sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Academy of Dermatology. Penelitian ini menyoroti kemungkinan hubungan yang sebelumnya belum banyak dieksplorasi antara kedua kondisi kesehatan tersebut.</p>
<p>Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Rebecca I. Hartman, MD, MPH, FAAD, seorang profesor asosiasi dermatologi di Harvard Medical School. Menurutnya, temuan ini tetap signifikan bahkan setelah dilakukan penyesuaian terhadap faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi risiko. &#8220;Sudah cukup mapan bahwa pasien dengan penyakit Parkinson memiliki peningkatan risiko untuk melanoma,&#8221; ujar Dr. Hartman. Ia menambahkan, &#8220;Namun, sebaliknya—apakah pasien dengan melanoma memiliki peningkatan risiko untuk penyakit Parkinson—masih menjadi pertanyaan yang perlu ditelaah lebih lanjut.&#8221;</p>
<p>Studi ini meneliti data dari veteran dan menemukan korelasi yang kuat antara riwayat melanoma dan diagnosis Parkinson di kemudian hari. Meskipun mekanisme pasti di balik peningkatan risiko ini belum sepenuhnya dipahami, para peneliti menduga adanya faktor biologis bersama atau efek samping dari pengobatan melanoma yang mungkin berperan. Penemuan ini membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan sebab-akibat dan implikasi klinisnya.</p>
<p>Pentingnya temuan ini terletak pada potensi dampaknya terhadap skrining dan manajemen kesehatan bagi para veteran. Dengan adanya bukti ini, profesional medis dapat mempertimbangkan risiko yang lebih tinggi ini ketika merawat veteran yang pernah menderita melanoma. Hal ini memungkinkan deteksi dini Parkinson atau intervensi pencegahan jika memungkinkan.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4eb5c2ae21.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Akhir Wabah Cyclospora Terbesar dalam Sejarah AS Dideklarasikan</title>
		<link>https://portal24.id/akhir-wabah-cyclospora-terbesar-dalam-sejarah-as-dideklarasikan/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/akhir-wabah-cyclospora-terbesar-dalam-sejarah-as-dideklarasikan/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 04:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[AS umumkan akhir wabah cyclosporiasis terbesar dalam sejarah. Pelacakan sumber kontaminasi selada iceberg oleh CDC &amp; FDA.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pejabat kesehatan federal <a href="https://portal24.id/perangkat-stimulasi-otak-untuk-depresi-kini-tersedia-di-amerika-serikat/" title="Perangkat Stimulasi Otak untuk Depresi Kini Tersedia di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> pada Jumat (tanggal tidak disebutkan dalam sumber asli) secara resmi mengumumkan berakhirnya wabah cyclosporiasis terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah negara tersebut. Pengumuman ini mengakhiri periode lebih dari dua bulan sejak kasus pertama dilaporkan.</p>
<p>Penandaan berakhirnya wabah ini terlihat pada pembaruan situs web yang dikelola oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Food and Drug Administration (FDA). Kedua lembaga tersebut mengubah status pelacakan wabah menjadi &#8216;sudah berakhir&#8217; pada pertengahan pagi.</p>
<p>Meskipun FDA menyatakan akan melanjutkan investigasi terkait sumber kontaminasi, kedua badan kesehatan tersebut menekankan bahwa telah terjadi penurunan tajam dalam jumlah kasus baru. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa risiko penyebaran telah berkurang secara signifikan.</p>
<p>Wabah yang kini dinyatakan berakhir ini sebelumnya berhasil dilacak sumbernya, yaitu terkontaminasi oleh selada *iceberg* yang bersumber dari Meksiko tengah, yang diproduksi oleh Taylor Farms. Pihak berwenang meyakini bahwa sebagian besar rak toko dan restoran seharusnya sudah dibersihkan dari produk yang terkontaminasi tersebut.</p>
<p>“Wabah ini telah berakhir,” demikian pernyataan tegas yang tertera pada laman CDC, menandai penutupan resmi dari episode kesehatan masyarakat yang signifikan ini.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4d49cb9150.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Dokter Jane Simpson Ungkap Kekaguman pada Kedokteran Keluarga</title>
		<link>https://portal24.id/dokter-jane-simpson-ungkap-kekaguman-pada-kedokteran-keluarga/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/dokter-jane-simpson-ungkap-kekaguman-pada-kedokteran-keluarga/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 04:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Dr. Jane Simpson bagikan kekaguman mendalam pada profesi dokter keluarga, berakar dari pengalaman keluarga dan kepedulian luar bi…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dr. Jane Simpson, DO, membagikan pengalamannya yang mendalam tentang profesi kedokteran keluarga, yang telah memengaruhinya sejak kecil. Latar belakang keluarga yang kuat dalam bidang ini menjadi fondasi awal kekagumannya terhadap luasnya cakupan praktik kedokteran keluarga.</p>
<p>Kakek Dr. Simpson adalah seorang dokter keluarga yang mempraktikkan layanan lengkap termasuk kebidanan. Ia kemudian berkarier di Unit Gawat Darurat lokal, bahkan menjabat sebagai Chief Medical Officer di rumah sakit setempat. Pengalaman hidup ini memberikan gambaran awal kepada Dr. Simpson tentang pentingnya peran dokter keluarga.</p>
<p>Selama masa pendidikan dan pelatihannya, Dr. Simpson secara konsisten terkesan dengan perawatan luar biasa dan kepedulian yang ditunjukkan oleh para dokter keluarga. Pengalaman inilah yang mendorongnya untuk menempuh jalur karier yang serupa.</p>
<p>Perjalanan Dr. Simpson dimulai dengan praktik kedokteran keluarga di lingkungan akademis dalam sebuah program residensi komunitas. Ia kemudian melanjutkan ke jenjang fellowship, dan kini berpraktik kedokteran keluarga. Pengalamannya yang beragam ini memperkuat keyakinannya pada esensi kedokteran keluarga sebagai pilar utama pelayanan kesehatan.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4cf3a8d922.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>FDA Beri Lampu Hijau Zanvastro, Terobosan Pengobatan Alexander Disease</title>
		<link>https://portal24.id/fda-beri-lampu-hijau-zanvastro-terobosan-pengobatan-alexander-disease/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/fda-beri-lampu-hijau-zanvastro-terobosan-pengobatan-alexander-disease/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 03:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[FDA beri lampu hijau Zanvastro, terapi pertama untuk Alexander disease. Harapan baru bagi pasien kelainan neurologis langka ini.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Badan Pengawas Obat dan Makanan <a href="https://portal24.id/perangkat-stimulasi-otak-untuk-depresi-kini-tersedia-di-amerika-serikat/" title="Perangkat Stimulasi Otak untuk Depresi Kini Tersedia di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> (FDA) pada hari ini mengumumkan persetujuan Zanvastro (zilganersen), sebuah terapi antisens oligonukleotida yang ditujukan untuk pasien anak-anak maupun dewasa penderita Alexander disease. Kelainan neurologis langka, progresif, dan seringkali fatal ini dapat memengaruhi fungsi motorik, kognitif, otonom, dan pencernaan.</p>
<p>Persetujuan Zanvastro menandai tonggak sejarah penting, menjadikannya terapi pertama yang disetujui untuk memodifikasi penyakit Alexander. Kondisi ini diperkirakan hanya memengaruhi sekitar 300 orang di Amerika Serikat. Keberhasilan ini merupakan puncak dari penelitian yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, berawal dari studi riwayat alamiah Alexander disease.</p>
<p>Menurut siaran pers dari produsennya, Ionis Pharmaceuticals, Zanvastro merupakan inovasi signifikan dalam penanganan Alexander disease. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi genetik pada gen GFAP (glial fibrillary acidic protein), yang menyebabkan penumpukan protein abnormal di otak. Penumpukan ini merusak sel-sel saraf, menimbulkan gejala yang bervariasi dan seringkali parah.</p>
<p>Persetujuan FDA didasarkan pada hasil uji klinis yang menunjukkan efektivitas Zanvastro dalam menstabilkan atau memperlambat perkembangan penyakit. Data dari studi tersebut, yang mencakup partisipasi pasien selama periode waktu yang cukup lama, memberikan bukti kuat mengenai manfaat terapi ini.</p>
<p>Alexander disease adalah kondisi genetik yang sangat jarang terjadi. Gejalanya dapat muncul pada usia berapa pun, dari bayi hingga dewasa, dan tingkat keparahannya sangat bervariasi. Bentuk yang paling parah, infantile form, seringkali berakibat fatal dalam beberapa tahun pertama kehidupan. Bentuk lain, juvenile dan adult form, memiliki progresi yang lebih lambat namun tetap memberikan dampak signifikan pada <a href="https://portal24.id/terapi-tawa-dan-latihan-pernapasan-persedian-bibir-tingkatkan-kualitas-hidup-pasien-ppok/" title="Terapi Tawa dan Latihan Pernapasan Persedian Bibir Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien PPOK">kualitas hidup pasien</a>.</p>
<p>Dengan disetujuinya Zanvastro, para pasien dan keluarga mereka kini memiliki harapan baru. Terapi ini membuka jalan bagi penanganan yang lebih efektif, yang sebelumnya sangat terbatas. Ionis Pharmaceuticals menyatakan komitmennya untuk memastikan aksesibilitas Zanvastro bagi pasien yang membutuhkan di seluruh Amerika Serikat.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4c6902b011.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Lonjakan Cacar Air Terparah dalam Puluhan Tahun, Anak-anak Kembali ke Sekolah di Tengah Kekhawatiran</title>
		<link>https://portal24.id/lonjakan-cacar-air-terparah-dalam-puluhan-tahun-anak-anak-kembali-ke-sekolah-di-tengah-kekhawatiran/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/lonjakan-cacar-air-terparah-dalam-puluhan-tahun-anak-anak-kembali-ke-sekolah-di-tengah-kekhawatiran/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 03:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[AS alami lonjakan cacar air terparah dalam puluhan tahun. Anak kembali ke sekolah di tengah kekhawatiran penyebaran virus akibat …]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amerika Serikat tengah menghadapi <a href="https://portal24.id/lonjakan-kasus-gigitan-hewan-berpotensi-rabies-cdc-serukan-kewaspadaan-tenaga-medis/" title="Lonjakan Kasus Gigitan Hewan Berpotensi Rabies, CDC Serukan Kewaspadaan Tenaga Medis">lonjakan kasus</a> cacar air (measles) terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Fenomena ini bertepatan dengan kembalinya anak-anak ke sekolah, memicu kekhawatiran akan penyebaran virus yang sangat menular ini. Situasi diperparah dengan terus menurunnya angka vaksinasi di kalangan anak-anak.</p>
<p>Hingga 11 September lalu, tercatat sebanyak 3.294 kasus cacar air yang terkonfirmasi di seluruh Amerika Serikat sepanjang tahun ini. Angka ini telah melampaui total kasus pada tahun 2025 lebih dari seribu kasus. Periode terakhir dengan jumlah kasus cacar air sebanyak ini dalam satu tahun kalender adalah pada tahun 1991, sembilan tahun sebelum cacar air dinyatakan bebas di Amerika Serikat. Status eliminasi ini kini terancam hilang.</p>
<p>Menurut Aaron E. Glatt, MD, MACP, FIDSA, FSHEA, kepala divisi penyakit menular di Mount Sinai South Nassau, situasi ini memang mengkhawatirkan. &#8220;Ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius,&#8221; ujar Dr. Glatt. Ia menekankan bahwa cacar air adalah penyakit yang sangat menular, dan tingkat penularannya sangat tinggi. &#8220;Satu orang yang terinfeksi bisa menularkan virus ini kepada rata-rata 12 hingga 18 orang lainnya. Ini sangatlah mudah menyebar di lingkungan yang padat seperti sekolah,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Penurunan angka vaksinasi menjadi salah satu faktor utama di balik lonjakan kasus ini. Banyak orang tua yang menunda atau menolak vaksinasi karena berbagai alasan, termasuk kekhawatiran yang tidak berdasar tentang keamanan vaksin. Padahal, vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMR) telah terbukti aman dan efektif dalam mencegah penyakit ini. &#8220;Vaksin MMR sangat aman dan efektif. Manfaatnya jauh lebih besar daripada risikonya,&#8221; tegas Dr. Glatt.</p>
<p>Pihak berwenang kesehatan masyarakat di Amerika Serikat terus berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi dan melakukan kampanye untuk mendorong orang tua agar segera memvaksinasi anak-anak mereka. Dengan kembalinya anak-anak ke sekolah, upaya pencegahan penyebaran virus menjadi semakin krusial. Tanpa peningkatan cakupan vaksinasi yang signifikan, Amerika Serikat berisiko kehilangan status bebas cacar airnya dan menghadapi wabah yang <a href="https://portal24.id/obat-obesitas-perlu-kajian-dampak-lebih-luas-selain-penurunan-berat-badan/" title="Obat Obesitas: Perlu Kajian Dampak Lebih Luas Selain Penurunan Berat Badan">lebih luas</a>.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4c12d15f08.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Retina Summit Tahunan ke-6 Hadirkan Pembelajaran Klinis dan Bedah Retina</title>
		<link>https://portal24.id/retina-summit-tahunan-ke-6-hadirkan-pembelajaran-klinis-dan-bedah-retina/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/retina-summit-tahunan-ke-6-hadirkan-pembelajaran-klinis-dan-bedah-retina/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 02:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Retina Summit ke-6 hadir virtual 19 Sept. Dapatkan pembelajaran klinis, bedah retina, riset terbaru, dan poin CME gratis.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertemuan ilmiah tahunan, 6th Annual Retina Summit for Fellows and Residents, akan diselenggarakan secara virtual pada 19 September mendatang. Acara ini dirancang untuk memberikan pembaruan terkini dalam bidang retina, mencakup diskusi berbasis kasus, pembaruan riset, dan sesi pembelajaran interaktif.</p>
<p>Menurut Dr. Rishi P. Singh, MD, FASRS, yang menjabat sebagai ketua kursus, pertemuan ini sangat relevan bagi para dokter spesialis retina muda dan residen oftalmologi. &#8220;Pertemuan ini dirancang untuk para dokter spesialis retina dan residen oftalmologi yang menginginkan pendidikan praktis dan terkini, namun juga sangat berharga bagi spesialis retina awal karier yang ingin memperkuat pengambilan keputusan klinis dan bedah mereka,&#8221; ujar Dr. Singh, yang juga Associate Medical Editor Healio | OSN.</p>
<p>Peserta akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh poin Continuing Medical Education (CME) melalui partisipasi dalam berbagai sesi yang disajikan. Acara ini diselenggarakan oleh Vindico Medical Education dan ditawarkan secara gratis.</p>
<p>Agenda utama summit mencakup diskusi mendalam mengenai berbagai kasus klinis yang sering dihadapi dalam praktik retina sehari-hari. Selain itu, para peserta akan mendapatkan wawasan mengenai perkembangan riset terbaru yang berpotensi mengubah pendekatan diagnosis dan penanganan penyakit retina.</p>
<p>Format virtual memungkinkan partisipasi yang <a href="https://portal24.id/obat-obesitas-perlu-kajian-dampak-lebih-luas-selain-penurunan-berat-badan/" title="Obat Obesitas: Perlu Kajian Dampak Lebih Luas Selain Penurunan Berat Badan">lebih luas</a> dari berbagai lokasi geografis. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akses terhadap pendidikan kedokteran mata yang berkualitas bagi para profesional di bidang retina, baik yang masih dalam tahap pendidikan maupun yang telah memulai praktik.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4b87ee97b0.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Gangguan Sensitivitas Kontras pada Penderita Parkinson Terungkap, Potensi Tes Penglihatan Baru</title>
		<link>https://portal24.id/gangguan-sensitivitas-kontras-pada-penderita-parkinson-terungkap-potensi-tes-penglihatan-baru/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/gangguan-sensitivitas-kontras-pada-penderita-parkinson-terungkap-potensi-tes-penglihatan-baru/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 02:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Studi terbaru ungkap gangguan sensitivitas kontras signifikan pada penderita Parkinson. Potensi tes penglihatan baru untuk diagno…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal <em>Ophthalmic and Physiological Optics</em> mengungkapkan bahwa penderita <a href="https://portal24.id/biaya-penyakit-parkinson-di-eropa-capai-rp-374-triliun-pada-2019/" title="Biaya Penyakit Parkinson di Eropa Capai Rp 374 Triliun pada 2019">penyakit Parkinson</a> mengalami penurunan sensitivitas kontras yang signifikan di berbagai kondisi pencahayaan. Temuan ini membuka peluang untuk pengembangan metode pengujian penglihatan yang melampaui kondisi pencahayaan terang (fotopik) yang umum digunakan saat ini.</p>
<p>Alba Herrero-Gracia, seorang mahasiswa PhD di Departemen Optik dan Optometri serta Ilmu Penglihatan di Universitas Valencia, Spanyol, menjelaskan temuan krusial ini. &#8220;Banyak studi telah menunjukkan bahwa individu dengan penyakit Parkinson mengalami penurunan sensitivitas kontras fotopik yang nyata, seringkali melibatkan frekuensi spasial menengah hingga tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Penelitian ini secara spesifik mengukur sensitivitas kontras pada pasien Parkinson dalam berbagai kondisi pencahayaan, termasuk yang lebih redup. Hasilnya konsisten menunjukkan bahwa kemampuan mereka untuk membedakan perbedaan kontras visual sangat terganggu, terlepas dari tingkat kecerahan lingkungan. Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan fungsi visual pada Parkinson tidak hanya terbatas pada kondisi terang, tetapi juga memengaruhi persepsi visual dalam situasi penerangan yang bervariasi.</p>
<p>Dampak dari gangguan sensitivitas kontras ini bisa signifikan dalam kehidupan sehari-hari penderita Parkinson. Kesulitan melihat perbedaan halus antara objek dan latar belakangnya dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas seperti membaca, mengenali wajah, atau bahkan berjalan dengan aman, terutama dalam kondisi pencahayaan yang menantang. Oleh karena itu, temuan ini sangat penting bagi para peneliti dan klinisi dalam upaya memahami dan mengatasi masalah penglihatan yang dialami oleh pasien Parkinson.</p>
<p>Lebih lanjut, hasil studi ini mendorong adanya eksplorasi lebih dalam terhadap metode pengujian penglihatan. Pengujian yang mempertimbangkan berbagai tingkat pencahayaan, termasuk kondisi yang lebih gelap atau dengan kontras yang lebih rendah, mungkin diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kemampuan visual penderita Parkinson. Potensi pengembangan tes baru yang lebih komprehensif ini diharapkan dapat membantu diagnosis dini dan penanganan yang lebih efektif terhadap <a href="https://portal24.id/gangguan-penglihatan-7-tahun-wanita-muda-tak-kunjung-temukan-solusi/" title="Gangguan Penglihatan 7 Tahun, Wanita Muda Tak Kunjung Temukan Solusi">gangguan penglihatan</a> terkait Parkinson.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4b31d88050.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Lonjakan Kasus Gigitan Hewan Berpotensi Rabies, CDC Serukan Kewaspadaan Tenaga Medis</title>
		<link>https://portal24.id/lonjakan-kasus-gigitan-hewan-berpotensi-rabies-cdc-serukan-kewaspadaan-tenaga-medis/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/lonjakan-kasus-gigitan-hewan-berpotensi-rabies-cdc-serukan-kewaspadaan-tenaga-medis/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 01:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[CDC peringatkan tenaga medis atas lonjakan kasus gigitan hewan berpotensi rabies. Peningkatan penggunaan vaksin dan imunoglobulin…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit <a href="https://portal24.id/perangkat-stimulasi-otak-untuk-depresi-kini-tersedia-di-amerika-serikat/" title="Perangkat Stimulasi Otak untuk Depresi Kini Tersedia di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> (CDC) mengeluarkan peringatan kepada para tenaga medis dan departemen kesehatan masyarakat pekan ini terkait lonjakan tajam dalam potensi paparan rabies pada manusia serta peningkatan penggunaan vaksin rabies. Peningkatan aktivitas yang mengkhawatirkan ini terdeteksi melalui kenaikan signifikan dalam pertanyaan terkait rabies dan penggunaan produk pencegahan.</p>
<p>Menurut data CDC, pertanyaan yang berkaitan dengan rabies mengalami peningkatan sebesar 17% pada bulan Juli dan Agustus tahun ini jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025. Lebih lanjut, penggunaan vaksin rabies tercatat naik 33%, sementara penggunaan imunoglobulin rabies melonjak hingga 76% pada tahun 2026. Kenaikan drastis ini diduga kuat dipicu oleh serangkaian peristiwa yang melibatkan wabah rabies dan kejadian paparan massal.</p>
<p>Salah satu kejadian yang menyoroti urgensi peringatan ini adalah laporan empat anak kambing yang positif rabies di North Carolina, yang terjadi hanya dua minggu sebelum CDC mengeluarkan pemberitahuannya. Insiden tersebut, bersama dengan &#8220;beberapa wabah rabies berskala besar dan kejadian paparan massal lainnya,&#8221; menjadi faktor utama di balik lonjakan kasus yang tercatat. Pihak CDC menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan tenaga medis dalam menghadapi potensi peningkatan risiko ini.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4aa6caebce.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Jalan Labyrinth: Meditasi Hening Atasi Stres dan Kecemasan</title>
		<link>https://portal24.id/jalan-labyrinth-meditasi-hening-atasi-stres-dan-kecemasan/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/jalan-labyrinth-meditasi-hening-atasi-stres-dan-kecemasan/</guid>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 01:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Temukan cara ampuh atasi stres dan kecemasan melalui meditasi labyrinth. Pelajari manfaatnya untuk ketenangan batin dan refleksi …]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berjalan di dalam labyrinth kini semakin dikenal sebagai salah satu metode efektif untuk mengelola stres dan kecemasan. Praktik ini, bersama dengan jalan kaki penuh kesadaran (mindful walking) dan meditasi berjalan, menawarkan cara sederhana untuk mencapai ketenangan batin, refleksi diri, dan bahkan manajemen rasa sakit.</p>
<p>Menurut Howard Karl Butcher, RN, PhD, FAAN, dan rekan-rekannya, labyrinth digambarkan sebagai sebuah jalur tunggal berliku yang mengarah ke pusat dan kemudian kembali keluar. Konsep ini sering disalahartikan dengan labirin (maze). Padahal, labirin dirancang sebagai teka-teki yang harus dipecahkan dengan menemukan jalan keluar, memiliki banyak jalur, dinding tinggi, dan jalan buntu yang bertujuan membingungkan. Berbeda dengan labirin, labyrinth hanya memiliki satu jalur tanpa pilihan.</p>
<p>Butcher menjelaskan bahwa meskipun terlihat sederhana, berjalan di dalam labyrinth memberikan kesempatan unik untuk meditasi. &#8220;Ketika Anda berjalan di dalam sebuah labyrinth, Anda tidak tersesat. Anda tahu ke mana Anda akan pergi. Ini adalah proses yang sangat menenangkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia melanjutkan, &#8220;Ada kesamaan antara berjalan di dalam labyrinth dan meditasi. Keduanya membutuhkan perhatian pada saat ini, pada napas Anda, pada gerakan Anda, dan pada pikiran yang muncul.&#8221; Butcher menekankan bahwa pengalaman ini bukan tentang mencapai tujuan tertentu, melainkan tentang perjalanan itu sendiri.</p>
<p>Pengalaman berjalan di labyrinth juga dapat membantu individu memproses emosi yang sulit. Butcher membandingkannya dengan proses penyembuhan. &#8220;Anda berjalan ke pusat, dan di sanalah Anda dapat melepaskan apa yang tidak lagi Anda butuhkan. Kemudian, Anda berjalan keluar, membawa sesuatu yang baru,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Bagi mereka yang mencari cara untuk mengurangi stres dan kecemasan, labyrinth menawarkan pendekatan yang mendalam namun mudah diakses. Praktik ini mendorong kesadaran diri dan kedamaian, menjadikannya alat yang berharga dalam kehidupan modern yang serba cepat.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa4a50d4074d.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Pedoman Diet AS 2025-2030 Dikritik Abaikan Risiko Kesehatan Hati</title>
		<link>https://portal24.id/pedoman-diet-as-2025-2030-dikritik-abaikan-risiko-kesehatan-hati/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/pedoman-diet-as-2025-2030-dikritik-abaikan-risiko-kesehatan-hati/</guid>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 10:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Pedoman Diet AS 2025-2030 dikritik karena mengabaikan risiko kesehatan hati, berpotensi memicu penyakit perlemakan hati.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pedoman Diet <a href="https://portal24.id/perangkat-stimulasi-otak-untuk-depresi-kini-tersedia-di-amerika-serikat/" title="Perangkat Stimulasi Otak untuk Depresi Kini Tersedia di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> untuk periode 2025-2030 menuai kritik tajam lantaran dinilai mengabaikan risiko kesehatan hati. Analisis terhadap pedoman tersebut menunjukkan bahwa beberapa rekomendasi, seperti peningkatan asupan protein total dan daging merah, justru berpotensi memicu penyakit perlemakan hati (steatotic liver disease) dan fibrosis.</p>
<p>Temuan ini bertolak belakang dengan komponen yang sebelumnya dihilangkan dari pedoman, padahal terbukti melindungi kesehatan hati. Komponen tersebut meliputi peningkatan konsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, makanan laut, serta protein nabati. Selain itu, pembatasan konsumsi alkohol yang lebih tegas juga dinilai penting untuk kesehatan organ vital ini.</p>
<p>Nicholas Dunn, seorang mahasiswa kedokteran di University of Missouri-Kansas, menyoroti dampak besar dari pesan peningkatan konsumsi protein. &#8220;Pesan untuk makan lebih banyak protein ini memberikan dampak besar pada pola makan orang,&#8221; ujarnya, mengindikasikan bagaimana rekomendasi tersebut dapat secara signifikan memengaruhi kebiasaan makan masyarakat.</p>
<p>Analisis yang dilakukan oleh tim peneliti, termasuk Dunn, ini mengungkapkan adanya potensi kontradiksi antara rekomendasi diet dan pemahaman ilmiah terkini mengenai kesehatan hati. Penekanan pada protein total, tanpa membedakan sumbernya, dikhawatirkan dapat mendorong konsumsi protein dari sumber yang kurang ramah hati, seperti daging merah.</p>
<p>Sementara itu, komponen yang dihilangkan dari pedoman sebelumnya, seperti anjuran untuk memperbanyak konsumsi makanan nabati dan ikan, justru memiliki korelasi kuat dengan pencegahan penyakit hati. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas dan pertimbangan yang digunakan dalam penyusunan pedoman diet terbaru.</p>
<p>Lebih lanjut, kritik juga diarahkan pada kurangnya penekanan yang memadai terhadap pembatasan konsumsi alkohol. Padahal, alkohol merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit hati kronis, termasuk sirosis dan kanker hati.</p>
<p>Para kritikus berharap agar pedoman diet di masa mendatang dapat lebih selaras dengan bukti ilmiah terkini dan mempertimbangkan secara komprehensif dampak rekomendasi terhadap kesehatan organ, khususnya hati. Perubahan ini penting untuk memastikan pedoman diet benar-benar berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa3d21c0e93e.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Asal Daerah dan Lokasi Pendidikan Dokter Pengaruhi Durasi Praktik di Pedesaan</title>
		<link>https://portal24.id/asal-daerah-dan-lokasi-pendidikan-dokter-pengaruhi-durasi-praktik-di-pedesaan/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/asal-daerah-dan-lokasi-pendidikan-dokter-pengaruhi-durasi-praktik-di-pedesaan/</guid>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 09:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Penelitian terbaru mengungkap asal daerah dan lokasi pendidikan dokter sangat pengaruhi durasi praktik di pedesaan. Temukan fakta…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penelitian terbaru mengungkap bahwa latar belakang tempat tinggal dan riwayat pendidikan seorang dokter memiliki pengaruh signifikan terhadap lamanya mereka memilih untuk berpraktik di wilayah pedesaan. Temuan ini menunjukkan bahwa dokter yang berasal dari komunitas pedesaan cenderung <a href="https://portal24.id/studi-imigran-dengan-stroke-iskemik-lebih-lama-dirawat-di-icu-dibanding-warga-kanada/" title="Studi: Imigran dengan Stroke Iskemik Lebih Lama Dirawat di ICU Dibanding Warga Kanada">lebih lama</a> mengabdi di daerah tersebut dibandingkan dengan mereka yang dibesarkan di perkotaan.</p>
<p>Faktor asal daerah ini menjadi lebih kuat ketika ditambah dengan riwayat pendidikan kedokteran dan pelatihan pascasarjana yang juga dijalani di lingkungan pedesaan. Sebuah analisis mendalam terhadap lebih dari 5.500 dokter menguatkan hipotesis ini. Xiaochu Hu, PhD, pemimpin riset studi tenaga kerja di Association of American Medical Colleges, menjelaskan kepada Healio bahwa asal pedesaan dan pendidikan kedokteran bekerja secara &#8220;saling bergantung&#8221; dalam menentukan durasi praktik dokter di pedesaan.</p>
<p>Lebih lanjut, Hu merinci bahwa dokter yang lahir dan besar di daerah pedesaan, serta melanjutkan pendidikan kedokteran dan pelatihan residensi mereka di lokasi yang sama, menunjukkan kecenderungan terkuat untuk menghabiskan sebagian besar karier mereka melayani masyarakat di pedesaan. Ini mengindikasikan adanya kesamaan pengalaman dan pemahaman mendalam terhadap tantangan serta kebutuhan unik komunitas pedesaan.</p>
<p>Studi ini menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan faktor geografis dan pengalaman personal dalam merancang strategi untuk meningkatkan ketersediaan tenaga medis di daerah-daerah yang kekurangan. Upaya untuk mendorong lebih banyak dokter berpraktik di pedesaan mungkin perlu difokuskan pada program-program yang secara spesifik menargetkan individu dengan latar belakang pedesaan dan mendukung pendidikan kedokteran di wilayah tersebut.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa3c97136283.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Gejala Depresi Menghantui Pasien Pasca-Transplantasi Ginjal, Studi Ungkap Prevalensi Tinggi</title>
		<link>https://portal24.id/gejala-depresi-menghantui-pasien-pasca-transplantasi-ginjal-studi-ungkap-prevalensi-tinggi/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/gejala-depresi-menghantui-pasien-pasca-transplantasi-ginjal-studi-ungkap-prevalensi-tinggi/</guid>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 09:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Pasien transplantasi ginjal berisiko tinggi alami depresi. Studi terbaru ungkap prevalensi tinggi dan dampaknya pada pemulihan.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pasien yang menjalani transplantasi ginjal berisiko tinggi mengalami gejala depresi, baik sebelum maupun sesudah operasi. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal <em>Kidney360</em> mengindikasikan bahwa kondisi ini cukup umum terjadi di kalangan penerima transplantasi ginjal.</p>
<p>Mara McAdams-DeMarco, PhD, seorang profesor di departemen bedah dan kesehatan populasi di New York University Grossman School of Medicine, bersama tim penelitinya, mengungkapkan bahwa sekitar 40% pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir telah mengalami gejala depresi. Fenomena ini dikaitkan dengan potensi dampak negatif pada kesehatan, termasuk peningkatan risiko kejadian kardiovaskular dan angka kematian.</p>
<p>Penelitian ini secara khusus menyoroti pentingnya pemantauan gejala depresi selama seluruh proses transplantasi ginjal. &#8220;Kami menemukan bahwa depresi adalah masalah yang signifikan bagi pasien transplantasi ginjal,&#8221; ujar McAdams-DeMarco. &#8220;Gejala depresi dapat memengaruhi kepatuhan pasien terhadap pengobatan, pemulihan pasca-operasi, dan <a href="https://portal24.id/terapi-tawa-dan-latihan-pernapasan-persedian-bibir-tingkatkan-kualitas-hidup-pasien-ppok/" title="Terapi Tawa dan Latihan Pernapasan Persedian Bibir Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien PPOK">kualitas hidup</a> mereka secara keseluruhan.&#8221;</p>
<p>Studi tersebut menganalisis data dari sejumlah besar pasien yang menjalani transplantasi ginjal, mengamati prevalensi dan pola kemunculan gejala depresi. Hasilnya menunjukkan bahwa gejala depresi tidak hanya terbatas pada periode sebelum transplantasi, tetapi juga dapat muncul atau bahkan memburuk setelah pasien menerima ginjal baru. Hal ini menggarisbawahi perlunya strategi intervensi yang komprehensif untuk menangani <a href="https://portal24.id/permainan-video-tingkatkan-kesehatan-mental-remaja-studi-ungkap-hasil-positif/" title="Permainan Video Tingkatkan Kesehatan Mental Remaja, Studi Ungkap Hasil Positif">kesehatan mental</a> pasien transplantasi ginjal.</p>
<p>Para peneliti menekankan bahwa deteksi dini dan penanganan gejala depresi sangat krusial. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan tim medis, psikiater, dan psikolog diharapkan dapat memberikan dukungan yang memadai bagi pasien. &#8220;Penting bagi tim perawatan kesehatan untuk secara proaktif menilai gejala depresi pada pasien transplantasi ginjal dan menawarkan dukungan yang sesuai,&#8221; tambah McAdams-DeMarco. &#8220;Mengatasi masalah kesehatan mental ini dapat berkontribusi pada hasil transplantasi yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan pasien.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa3c40b3e572.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Perbedaan Algoritma Sistem Insulin Otomatis: Kunci Penyesuaian Terapi Diabetes</title>
		<link>https://portal24.id/perbedaan-algoritma-sistem-insulin-otomatis-kunci-penyesuaian-terapi-diabetes/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/perbedaan-algoritma-sistem-insulin-otomatis-kunci-penyesuaian-terapi-diabetes/</guid>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 08:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Pahami perbedaan algoritma sistem insulin otomatis (AID) untuk penyesuaian terapi diabetes yang optimal. Temukan kunci efektivita…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan teknologi dalam terapi diabetes terus menghadirkan inovasi, salah satunya adalah sistem pengiriman insulin otomatis (Automated Insulin Delivery/AID). Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, para spesialis perawatan dan edukasi diabetes perlu mewaspadai variasi cara kerja algoritma di balik sistem-sistem ini. Pemahaman mendalam mengenai perbedaan tersebut sangat krusial dalam mengoptimalkan pengaturan terapi bagi setiap individu dengan diabetes.</p>
<p>Erin Henry, FNP, BC-ADM, seorang praktisi perawat di North Atlanta Endocrinology and Diabetes, Lawrenceville, Georgia, menyoroti fenomena ini. Menurutnya, kemunculan berbagai sistem AID baru dalam beberapa tahun terakhir telah memperluas cakupan variasi algoritma dan pengaturan yang tersedia. Keberagaman ini, meski berpotensi meningkatkan hasil glikemik bagi penderita diabetes, menuntut kejelian dalam memilih dan menyesuaikan parameter.</p>
<p>Henry menekankan bahwa setiap algoritma memiliki pendekatan unik dalam memproses data dari continuous glucose monitor (CGM) dan sensor lainnya, lalu menentukan kapan dan berapa banyak insulin yang perlu disuntikkan. Perbedaan ini bisa mencakup kecepatan respons terhadap perubahan kadar gula darah, cara algoritma memprediksi tren glikemik di masa depan, serta tingkat toleransi terhadap variasi harian. &#8220;Penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk memahami perbedaan ini,&#8221; ujar Henry. Ia menambahkan bahwa sistem AID secara umum telah terbukti membawa perbaikan signifikan pada hasil glikemik, namun kesuksesan tersebut sangat bergantung pada penyesuaian yang tepat.</p>
<p>Lebih lanjut, Henry menjelaskan bahwa beberapa algoritma mungkin dirancang untuk lebih agresif dalam mencegah hiperglikemia, sementara yang lain mungkin lebih fokus pada menghindari hipoglikemia. Ada pula algoritma yang memiliki kemampuan belajar adaptif, yang berarti mereka dapat menyesuaikan diri seiring waktu berdasarkan pola konsumsi makanan, aktivitas fisik, dan respons individu terhadap insulin. &#8220;Memahami nuansa ini membantu kita membuat keputusan yang lebih terinformasi saat mengonfigurasi sistem untuk pasien,&#8221; jelas Henry. Ia mengingatkan bahwa tanpa pemahaman yang memadai mengenai cara kerja masing-masing algoritma, risiko kesalahan penyesuaian pengaturan bisa meningkat, yang pada akhirnya dapat memengaruhi efektivitas terapi dan <a href="https://portal24.id/terapi-tawa-dan-latihan-pernapasan-persedian-bibir-tingkatkan-kualitas-hidup-pasien-ppok/" title="Terapi Tawa dan Latihan Pernapasan Persedian Bibir Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien PPOK">kualitas hidup pasien</a>.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa3bb5d98a1e.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Obat Obesitas: Perlu Kajian Dampak Lebih Luas Selain Penurunan Berat Badan</title>
		<link>https://portal24.id/obat-obesitas-perlu-kajian-dampak-lebih-luas-selain-penurunan-berat-badan/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/obat-obesitas-perlu-kajian-dampak-lebih-luas-selain-penurunan-berat-badan/</guid>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 08:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Penelitian obat obesitas perlu melampaui penurunan berat badan. Pelajari dampak luas pada kesehatan, metabolisme, dan kualitas hi…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah pernyataan ilmiah terbaru menyoroti urgensi penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana pengobatan obesitas dapat memengaruhi hasil kesehatan di luar sekadar penurunan berat badan atau indeks massa tubuh (IMT). Pernyataan ini menekankan bahwa fokus pada angka timbangan saja tidak cukup untuk memahami sepenuhnya efektivitas terapi obesitas.</p>
<p>The Endocrine Society menerbitkan pernyataan ilmiah berjudul “Obesity science, research gaps, and opportunities in the new era of obesity medicines.” Publikasi ini bertepatan dengan peluncuran Center on Obesity milik The Endocrine Society pada 9 September lalu.</p>
<p>Daniel J. Drucker, MD, seorang peneliti senior di Lunenfeld-Tanenbaum Research Institute di Mount Sinai Hospital dan profesor kedokteran di divisi endokrinologi di sana, turut memberikan pandangannya. Ia menjelaskan bahwa era baru dalam pengobatan obesitas telah menghadirkan terobosan signifikan, terutama dengan munculnya obat-obatan yang sangat efektif dalam menurunkan berat badan.</p>
<p>Namun, Drucker menekankan, “Kita perlu lebih memahami bagaimana obat-obatan ini memengaruhi semua aspek kesehatan, tidak hanya berat badan.” Pernyataan ilmiah ini menggarisbawahi perlunya meneliti dampak pada kondisi kardiovaskular, metabolisme, <a href="https://portal24.id/permainan-video-tingkatkan-kesehatan-mental-remaja-studi-ungkap-hasil-positif/" title="Permainan Video Tingkatkan Kesehatan Mental Remaja, Studi Ungkap Hasil Positif">kesehatan mental</a>, dan kualitas hidup secara keseluruhan.</p>
<p>Lebih lanjut, pernyataan tersebut mengidentifikasi beberapa kesenjangan penelitian krusial. Salah satunya adalah kurangnya data <a href="https://portal24.id/dua-dekade-lebih-pasca-9-11-pelajaran-krusial-untuk-perawatan-jangka-panjang-dari-populasi-terdampak-bencana/" title="Dua Dekade Lebih Pasca-9/11, Pelajaran Krusial untuk Perawatan Jangka Panjang dari Populasi Terdampak Bencana">jangka panjang</a> mengenai keamanan dan efektivitas obat-obat obesitas pada populasi yang beragam. Penelitian juga perlu mengeksplorasi bagaimana obat-obatan ini berinteraksi dengan kondisi medis lain yang sering menyertai obesitas, seperti diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD), dan sleep apnea.</p>
<p>The Endocrine Society melalui Center on Obesity bertekad untuk mendorong kolaborasi antar disiplin ilmu dan memfasilitasi penelitian inovatif. Tujuannya adalah untuk mengembangkan strategi pengobatan obesitas yang lebih holistik dan personal, yang tidak hanya menargetkan berat badan tetapi juga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pasien secara menyeluruh. Pernyataan ini diharapkan menjadi landasan bagi penelitian di masa depan dan memandu praktik klinis dalam penanganan obesitas di era modern ini.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa3b5fb436a0.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>CT Scan Rutin Tak Tingkatkan Hasil Pasien Nyeri Dada Tanpa Serangan Jantung</title>
		<link>https://portal24.id/ct-scan-rutin-tak-tingkatkan-hasil-pasien-nyeri-dada-tanpa-serangan-jantung/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/ct-scan-rutin-tak-tingkatkan-hasil-pasien-nyeri-dada-tanpa-serangan-jantung/</guid>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 07:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Studi TARGET-CTCA: CT scan koroner rutin tidak tingkatkan hasil pasien nyeri dada tanpa serangan jantung, kurangi risiko MI atau …]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PemeriksaanComputed Tomography (CT) scan koroner rutin pada pasien dengan nyeri dada akut yang dipastikan tidak mengalami serangan jantung koroner (MI) ternyata tidak memberikan manfaat dalam mengurangi risiko MI di masa mendatang atau kematian kardiovaskular (CV). Hasil ini terungkap dari uji coba TARGET-CTCA yang dipresentasikan di European Society of Cardiology Congress dan diterbitkan bersamaan di The New England Journal of Medicine.</p>
<p>Studi tersebut melibatkan 3.170 pasien dari 14 rumah sakit di Inggris. Pasien yang direkrut memiliki usia rata-rata 61 tahun, dengan 30,2% di antaranya adalah perempuan. Mereka datang dengan keluhan nyeri dada akut, namun hasil tes troponin kardiak sensitivitas tinggi menunjukkan tidak ada tanda-tanda serangan jantung. Meskipun demikian, para peneliti menganggap mereka berisiko, sehingga menjalani investigasi lebih lanjut.</p>
<p>Para peneliti secara acak membagi pasien menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menjalani pemeriksaan CT angiography koroner rutin, sementara kelompok kedua menerima perawatan standar. Perbandingan hasil antara kedua kelompok inilah yang menjadi fokus utama TARGET-CTCA.</p>
<p>Setelah periode tindak lanjut, data menunjukkan bahwa kelompok yang menjalani CT angiography koroner rutin tidak menunjukkan penurunan risiko MI maupun kematian CV dibandingkan dengan kelompok yang hanya menerima perawatan standar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada populasi pasien spesifik ini, penambahan CT scan koroner secara rutin tidak menambah nilai klinis dalam pencegahan kejadian kardiovaskular di kemudian hari.</p>
<p>Dr. David Begley, seorang peneliti utama dalam studi ini, menyatakan, &#8220;Temuan kami menunjukkan bahwa pada pasien yang telah dipastikan tidak mengalami MI, pemeriksaan CT angiography koroner rutin tidak memberikan manfaat tambahan dalam mengurangi kejadian MI atau kematian kardiovaskular di masa depan. Ini penting untuk dipertimbangkan dalam praktik klinis sehari-hari.&#8221; Kutipan ini menegaskan bahwa keputusan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan perlu didasarkan pada bukti yang kuat mengenai manfaatnya.</p>
<p>Lebih lanjut, studi ini juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi risiko yang cermat pada pasien nyeri dada. Meskipun troponin kardiak sensitivitas tinggi telah menjadi alat diagnostik yang krusial dalam menyingkirkan MI akut, identifikasi pasien yang tetap berisiko memerlukan strategi yang lebih terarah. Hasil TARGET-CTCA memberikan panduan berharga bagi para klinisi dalam mengelola pasien nyeri dada tanpa MI, menekankan bahwa intervensi diagnostik tambahan seperti CT scan koroner rutin mungkin tidak selalu menjadi pilihan yang paling efektif.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa3ad4da03a1.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Studi Ungkap Risiko CTE Tinggi pada Mantan Pemain Sepak Bola Amerika</title>
		<link>https://portal24.id/studi-ungkap-risiko-cte-tinggi-pada-mantan-pemain-sepak-bola-amerika/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/studi-ungkap-risiko-cte-tinggi-pada-mantan-pemain-sepak-bola-amerika/</guid>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 07:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Studi terbaru di jurnal The BMJ mengungkap 93,2% mantan pemain sepak bola Amerika didiagnosis menderita CTE. Risiko penyakit ini …]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The BMJ mengungkap tingginya prevalensi Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE) pada mantan pemain sepak bola Amerika. Penelitian ini menganalisis sumbangan otak dari 338 mantan pemain NFL yang meninggal dunia antara tahun 2008 hingga 2021. Hasilnya mengejutkan: 315 di antaranya, atau 93,2%, didiagnosis menderita CTE.</p>
<p>Angka ini menunjukkan bahwa risiko CTE tetap men<a href="https://portal24.id/kontaminasi-sentuh-jadi-ancaman-umum-pada-anak-pengguna-dialisis-peritoneal/" title="Kontaminasi Sentuh Jadi Ancaman Umum pada Anak Pengguna Dialisis Peritoneal">jadi ancaman</a> serius bagi para mantan atlet olahraga kontak ini. Para peneliti memperkirakan prevalensi CTE di antara 1.712 mantan pemain yang meninggal dalam periode yang sama berkisar antara 18,5% hingga 98,7%. Periode antara tahun 2016 hingga 2021, di mana frekuensi donasi otak paling tinggi, menunjukkan perkiraan prevalensi yang serupa, yaitu antara 24,5% hingga 97,7%.</p>
<p>Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penelitian lebih lanjut mengenai CTE dan dampaknya terhadap kesehatan <a href="https://portal24.id/dua-dekade-lebih-pasca-9-11-pelajaran-krusial-untuk-perawatan-jangka-panjang-dari-populasi-terdampak-bencana/" title="Dua Dekade Lebih Pasca-9/11, Pelajaran Krusial untuk Perawatan Jangka Panjang dari Populasi Terdampak Bencana">jangka panjang</a> para mantan pemain sepak bola Amerika. Meskipun ada upaya perubahan dalam aturan permainan untuk mengurangi risiko cedera kepala, studi ini menunjukkan bahwa masalah CTE masih sangat relevan dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk federasi olahraga, tim medis, dan komunitas atlet.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa3a7eb51d9f.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Terapi IL-17 untuk Hidradenitis Suppurativa Aman dari Risiko Radang Usus</title>
		<link>https://portal24.id/terapi-il-17-untuk-hidradenitis-suppurativa-aman-dari-risiko-radang-usus/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/terapi-il-17-untuk-hidradenitis-suppurativa-aman-dari-risiko-radang-usus/</guid>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 06:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Terapi IL-17 untuk hidradenitis suppurativa (HS) aman dari risiko radang usus (IBD). Temuan studi JAMA Dermatology ini penting ba…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terapi yang menggunakan interleukin-17 (IL-17) sebagai pengobatan untuk hidradenitis suppurativa (HS) tidak menunjukkan peningkatan risiko terjadinya penyakit radang usus (inflammatory bowel disease/IBD). Temuan ini berdasarkan analisis mendalam dari berbagai <a href="https://portal24.id/uji-klinis-pelacarsen-untuk-menurunkan-lpa-gagal-capai-hasil-utama/" title="Uji Klinis Pelacarsen untuk Menurunkan Lp(a) Gagal Capai Hasil Utama">uji klinis</a> yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Dermatology.</p>
<p>Penelitian ini mengamati data dari 2.572 pasien HS yang menerima pengobatan inhibitor IL-17 dari 10 <a href="https://portal24.id/intercil-ciliatech-kantongi-izin-fda-untuk-uji-klinis-perangkat-glaukoma/" title="Intercil Ciliatech Kantongi Izin FDA untuk Uji Klinis Perangkat Glaukoma">uji klinis</a> acak yang berbeda. Hasilnya, hanya enam pasien yang dilaporkan mengalami onset baru IBD selama menjalani terapi tersebut. Angka ini tergolong sangat rendah.</p>
<p>Marley Cutrona, BS, salah satu peneliti dalam studi tersebut, menjelaskan bahwa dalam tinjauan sistematis dan meta-analisis yang mereka lakukan, kejadian IBD saat terapi inhibitor IL-17 untuk HS memang jarang terjadi. Ia menambahkan, meskipun studi non-acak menunjukkan tingkat insidensi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan uji klinis acak, secara keseluruhan kejadian tersebut tetaplah langka.</p>
<p>Studi ini memberikan gambaran penting bagi para klinisi dan pasien mengenai keamanan penggunaan terapi inhibitor IL-17 dalam manajemen HS. Dengan rendahnya angka kejadian IBD, terapi ini dapat menjadi pilihan yang dipertimbangkan dengan lebih percaya diri bagi pasien HS yang juga berisiko atau memiliki riwayat penyakit radang usus.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa39f3e4f06f.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Permainan Video Tingkatkan Kesehatan Mental Remaja, Studi Ungkap Hasil Positif</title>
		<link>https://portal24.id/permainan-video-tingkatkan-kesehatan-mental-remaja-studi-ungkap-hasil-positif/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/permainan-video-tingkatkan-kesehatan-mental-remaja-studi-ungkap-hasil-positif/</guid>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 06:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Studi terbaru menunjukkan permainan video kesehatan mental bantu remaja atasi depresi dan pandangan positif terhadap layanan psik…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam JAMA Network Open menunjukkan bahwa remaja yang memainkan permainan video yang dirancang untuk kesehatan perilaku melaporkan perbaikan signifikan pada gejala depresi dan pandangan mereka terhadap layanan psikologis. Temuan ini membuka potensi baru dalam intervensi pencegahan kesehatan mental bagi kaum muda.</p>
<p>Penelitian ini melibatkan permainan video yang secara khusus dikembangkan untuk membantu remaja memahami dan mengelola kesehatan mental mereka. Hasilnya, para partisipan menunjukkan penurunan gejala depresi dan peningkatan penerimaan terhadap bantuan profesional, seperti konseling atau terapi.</p>
<p>Caroline M. Barry, PhD, MPH, seorang peneliti pascadoktoral di Center for Technology and Behavioral Health, Dartmouth Geisel School of Medicine, yang memimpin penelitian ini bersama rekan-rekannya, menekankan pentingnya temuan ini. Menurut Barry, periode remaja adalah masa krusial untuk mencegah masalah kesehatan mental dan penggunaan zat.</p>
<p>“Masa remaja adalah periode kritis untuk mencegah masalah kesehatan mental dan penggunaan zat,” tulis Barry dan timnya. Mereka menambahkan bahwa intervensi serupa, seperti permainan video edukatif ini, dapat menjadi solusi yang mendukung kaum muda yang mungkin tidak memiliki akses ke layanan perawatan tradisional.</p>
<p>Lebih lanjut, studi ini menggarisbawahi bahwa cara-cara pencegahan konvensional mungkin tidak selalu menjangkau seluruh populasi remaja yang membutuhkan. Oleh karena itu, pengembangan dan implementasi teknologi yang menarik dan mudah diakses, seperti permainan video, dapat menjadi jembatan penting untuk menjangkau mereka yang terpinggirkan dari sistem perawatan kesehatan mental konvensional.</p>
<p>Temuan ini memberikan harapan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan secara efektif untuk meningkatkan kesejahteraan mental remaja, terutama bagi mereka yang menghadapi hambatan akses terhadap layanan kesehatan mental konvensional. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengeksplorasi efektivitas <a href="https://portal24.id/dua-dekade-lebih-pasca-9-11-pelajaran-krusial-untuk-perawatan-jangka-panjang-dari-populasi-terdampak-bencana/" title="Dua Dekade Lebih Pasca-9/11, Pelajaran Krusial untuk Perawatan Jangka Panjang dari Populasi Terdampak Bencana">jangka panjang</a> dari intervensi berbasis permainan video ini.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa399dab7886.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Disabilitas Jadi Penghalang Utama Skrining Kanker Rutin di AS</title>
		<link>https://portal24.id/disabilitas-jadi-penghalang-utama-skrining-kanker-rutin-di-as/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/disabilitas-jadi-penghalang-utama-skrining-kanker-rutin-di-as/</guid>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 04:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Orang dengan disabilitas di AS hadapi hambatan signifikan untuk skrining kanker rutin. Temukan data dan solusinya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://portal24.id/perangkat-stimulasi-otak-untuk-depresi-kini-tersedia-di-amerika-serikat/" title="Perangkat Stimulasi Otak untuk Depresi Kini Tersedia di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> mencatat adanya kesenjangan signifikan dalam pelaksanaan skrining kanker rutin. Data analisis survei nasional menunjukkan bahwa orang dewasa penyandang disabilitas memiliki kemungkinan jauh lebih kecil untuk menjalani prosedur skrining dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki disabilitas.</p>
<p>Kesenjangan terbesar terlihat pada individu dengan disabilitas yang memengaruhi kemandirian dalam perawatan diri, seperti kesulitan berpakaian atau mandi. Lebih lanjut, prevalensi skrining menunjukkan tren penurunan seiring dengan meningkatnya tingkat kesulitan yang dialami akibat disabilitas.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, orang dewasa yang melaporkan kesulitan berat dalam perawatan diri memiliki kemungkinan 37% lebih rendah untuk menjalani skrining kanker serviks. Angka ini bahkan lebih mencolok pada skrining kanker payudara, di mana kemungkinan mereka menjalani prosedur tersebut tercatat 31% lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa tanpa disabilitas.</p>
<p>Temuan ini menggarisbawahi tantangan aksesibilitas dan kesadaran yang perlu diatasi. Perluasan jangkauan program skrining dan dukungan yang lebih komprehensif bagi penyandang disabilitas menjadi krusial untuk memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan preventif yang sama.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa3831c4a01e.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Ukuran Kapsulotomi Pengaruhi Posisi Lensa Intraokular Pascaoperasi Katarak Robotik</title>
		<link>https://portal24.id/ukuran-kapsulotomi-pengaruhi-posisi-lensa-intraokular-pascaoperasi-katarak-robotik/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/ukuran-kapsulotomi-pengaruhi-posisi-lensa-intraokular-pascaoperasi-katarak-robotik/</guid>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 04:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Ukuran kapsulotomi sangat memengaruhi posisi lensa intraokular pascaoperasi katarak robotik. Penelitian ungkap dampaknya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ukuran kapsulotomi, bukaan yang dibuat pada kapsul lensa mata saat operasi katarak, ternyata memiliki dampak signifikan terhadap posisi akhir lensa intraokular (IOL) pascaoperasi katarak menggunakan teknologi robotik. Temuan ini diungkapkan melalui penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan American Society of Cataract and Refractive Surgery.</p>
<p>Penelitian prospektif yang melibatkan perbandingan kedua mata pasien ini dilakukan oleh David V. Folden, MD, ABO, dari Twin Cities Eye Consultants, bersama timnya. Sebanyak 40 mata dari 20 pasien menjalani implantasi IOL akrilik satu potong dengan optik berukuran 6 mm. Kedalaman bilik mata depan pascaoperasi diukur setelah tiga bulan, yang kemudian digunakan sebagai indikator posisi efektif lensa.</p>
<p>Dalam studi tersebut, tim peneliti menggunakan laser femtosecond untuk membuat kapsulotomi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara ukuran kapsulotomi dan kedalaman bilik mata depan. Secara spesifik, kapsulotomi yang lebih besar cenderung menghasilkan kedalaman bilik mata depan yang lebih dangkal, yang secara implisit mempengaruhi posisi IOL.</p>
<p>Implikasi temuan ini penting bagi para <a href="https://portal24.id/aaos-sediakan-pusat-sumber-daya-manajemen-nyeri-untuk-ahli-bedah-ortopedi-dan-pasien/" title="AAOS Sediakan Pusat Sumber Daya Manajemen Nyeri untuk Ahli Bedah Ortopedi dan Pasien">ahli bedah</a> katarak. Pemahaman yang <a href="https://portal24.id/klasifikasi-tingkatan-prosedur-pinhole-pupilloplasty-untuk-analisis-lebih-baik/" title="Klasifikasi Tingkatan Prosedur Pinhole Pupilloplasty untuk Analisis Lebih Baik">lebih baik</a> mengenai hubungan antara ukuran kapsulotomi dan posisi IOL dapat membantu dalam perencanaan operasi yang lebih presisi. Hal ini berpotensi meningkatkan hasil visual pasien dan meminimalkan komplikasi pascaoperasi yang berkaitan dengan penempatan lensa.</p>
<p>Meskipun detail spesifik mengenai besaran perbedaan ukuran kapsulotomi dan dampaknya terhadap kedalaman bilik mata depan tidak dijelaskan secara rinci dalam rangkuman yang tersedia, penelitian ini menyoroti pentingnya faktor-faktor mikro dalam prosedur bedah katarak yang kompleks. Penggunaan teknologi robotik dalam pembuatan kapsulotomi memberikan tingkat presisi yang sebelumnya sulit dicapai, namun optimalisasi parameter seperti ukuran bukaan tetap krusial.</p>
<p>Lebih lanjut, penelitian ini membuka jalan bagi studi-studi lanjutan untuk mengeksplorasi ambang batas ukuran kapsulotomi yang ideal untuk berbagai jenis IOL dan kondisi mata pasien. Dengan demikian, diharapkan standar perawatan bedah katarak dapat terus ditingkatkan demi kepuasan dan kualitas penglihatan pasien.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/09/rgr-6aa37dba418a9.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
</channel>
</rss>
