<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
	<title>Portal24.id - KESEHATAN</title>
	<atom:link href="https://portal24.id/rss/category/kesehatan" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://portal24.id/category/kesehatan/</link>
	<description>Berita terbaru kategori KESEHATAN</description>
	<language>id</language>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2026 11:11:01 +0700</lastBuildDate>
	<generator>Portal24 News Sitemap 1.4.0</generator>
	<item>
		<title>Breztri Aerosphere Kini Tersedia untuk Pasien Asma Dewasa di Indonesia</title>
		<link>https://portal24.id/breztri-aerosphere-kini-tersedia-untuk-pasien-asma-dewasa-di-indonesia/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/breztri-aerosphere-kini-tersedia-untuk-pasien-asma-dewasa-di-indonesia/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 09:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Kabar baik untuk pasien asma dewasa di Indonesia! Breztri Aerosphere, inhaler kombinasi tiga obat, kini hadir untuk kontrol asma …]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pilihan pengobatan bagi pasien asma yang tidak terkontrol dengan baik kini semakin bertambah. Breztri Aerosphere, inhaler yang telah mendapatkan persetujuan FDA tiga bulan lalu sebagai pengobatan pemeliharaan untuk pasien berusia minimal 12 tahun, kini telah tersedia secara komersial.</p>
<p>Produk dari AstraZeneca ini merupakan kombinasi tiga obat: 160 µg budesonide, yang merupakan kortikosteroid hirup; 18 µg glycopyrrolate, antagonis muskarinik kerja panjang; dan 4,8 µg formoterol fumarate, agonis beta2 kerja panjang. Kombinasi ini diumumkan dalam rilis pers pada April lalu saat persetujuan FDA.</p>
<p>Dr. Priya Bansal, MD, FAAAAI, FACAAI, CEO Asthma and Allergy Wellness Center, menyambut baik ketersediaan opsi pengobatan baru ini. Beliau menjelaskan bahwa Breztri Aerosphere dirancang untuk memberikan kontrol yang lebih baik bagi pasien yang belum mencapai kondisi optimal dengan terapi asma sebelumnya. Ketersediaan produk ini diharapkan dapat memberikan alternatif yang efektif bagi para profesional medis dalam menangani kasus asma yang kompleks.</p>
<p>Pengobatan asma yang tidak memadai dapat menimbulkan risiko serius, termasuk peningkatan frekuensi serangan asma, rawat inap, dan keterbatasan aktivitas sehari-hari. Dengan adanya inhaler kombinasi seperti Breztri Aerosphere, diharapkan pasien dapat mengalami perbaikan signifikan dalam pengelolaan penyakit mereka, mengurangi gejala, dan meningkatkan <a href="https://portal24.id/valbenazine-tingkatkan-kualitas-hidup-pasien-tardive-dyskinesia-dalam-24-minggu/" title="Valbenazine Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Tardive Dyskinesia dalam 24 Minggu">kualitas hidup</a>.</p>
<p>Pihak AstraZeneca menyatakan komitmen mereka untuk terus berinovasi dalam penyediaan solusi pengobatan asma. Ketersediaan Breztri Aerosphere di pasar menjadi bukti nyata dari upaya tersebut, memberikan <a href="https://portal24.id/terapi-baru-lupus-harapan-baru-untuk-pasien-capai-remisi/" title="Terapi Baru Lupus: Harapan Baru untuk Pasien Capai Remisi">harapan baru</a> bagi ribuan pasien asma yang membutuhkan terapi yang lebih komprehensif dan efektif.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a8030f060ae1.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Terapi Infertilitas Terkait Risiko Kanker Hormonal, Studi Australia Temukan Potensi Kaitan ‘Kecil’</title>
		<link>https://portal24.id/terapi-infertilitas-terkait-risiko-kanker-hormonal-studi-australia-temukan-potensi-kaitan-kecil/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/terapi-infertilitas-terkait-risiko-kanker-hormonal-studi-australia-temukan-potensi-kaitan-kecil/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 09:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Studi Australia ungkap potensi kaitan kecil terapi infertilitas dengan risiko kanker hormonal. Pahami temuan dan interpretasinya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terapi reproduksi berbantuan medis (Assisted Reproductive Treatments/ART) berpotensi memiliki kaitan kecil dengan peningkatan <a href="https://portal24.id/perbaikan-metabolik-turunkan-risiko-kanker-kolorektal-pada-pasien-penyakit-hati-berlemak/" title="Perbaikan Metabolik Turunkan Risiko Kanker Kolorektal pada Pasien Penyakit Hati Berlemak">risiko kanker</a> yang dipicu oleh hormon, seperti kanker payudara dan ovarium. Namun, studi terbaru dari Australia menunjukkan bahwa jumlah kasus tambahan yang timbul dari terapi ini tergolong rendah dan kemungkinan ada faktor penjelasan lain di baliknya.</p>
<p>Penelitian yang melibatkan hampir 1,75 juta wanita di Australia ini mengindikasikan adanya asosiasi antara ART dengan berbagai jenis kanker, baik yang terkait hormon maupun tidak. Para peneliti menduga bahwa peningkatan pengawasan medis pada wanita yang menjalani ART atau faktor penyebab infertilitas itu sendiri dapat menjelaskan sebagian dari peningkatan risiko yang teramati.</p>
<p>“Masuk akal jika ART dikaitkan dengan kanker tertentu, namun risiko absolut dari kanker tersebut,” ujar peneliti, namun kutipan terpotong dalam sumber asli.</p>
<p>Studi yang diterbitkan dalam jurnal medis terkemuka ini menganalisis data dari tahun 1980 hingga 2022, mencakup berbagai jenis ART seperti fertilisasi in vitro (IVF). Temuan awal mengaitkan ART dengan peningkatan risiko kanker ovarium sebesar 15% dan kanker payudara sebesar 7%. Sementara itu, risiko kanker endometrium juga menunjukkan peningkatan, meskipun angkanya tidak signifikan secara statistik.</p>
<p>Namun, para peneliti menekankan bahwa angka-angka ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati. Mereka mengemukakan beberapa kemungkinan penjelasan alternatif. Salah satunya adalah adanya peningkatan frekuensi pemeriksaan medis pada wanita yang menjalani ART. Karena mereka secara aktif mencari kehamilan dan dipantau secara ketat, potensi deteksi dini kanker yang mungkin tidak terdeteksi pada populasi umum bisa <a href="https://portal24.id/perbaikan-ligamen-acl-pada-pasien-muda-tingkat-kegagalan-lebih-tinggi-dibanding-rekonstruksi/" title="Perbaikan Ligamen ACL pada Pasien Muda: Tingkat Kegagalan Lebih Tinggi Dibanding Rekonstruksi">lebih tinggi</a>.</p>
<p>Selain itu, faktor-faktor yang mendasari infertilitas itu sendiri juga bisa berperan. Wanita yang mengalami kesulitan hamil mungkin memiliki karakteristik biologis atau gaya hidup yang secara independen meningkatkan risiko kanker tertentu. Kaitan antara ART dan kanker non-hormonal seperti kanker tiroid, melanoma, dan limfoma juga teramati, yang semakin memperkuat dugaan adanya faktor perancu (confounding factors) dalam penelitian ini.</p>
<p>Meskipun demikian, para peneliti menyarankan bahwa wanita yang menjalani ART perlu mendapatkan informasi yang akurat mengenai potensi risiko ini. Penting untuk terus melakukan penelitian lebih lanjut guna memahami sepenuhnya hubungan antara ART dan kanker, serta untuk membedakan antara efek langsung dari terapi dan faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a802bbb7b994.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Oksigen Otomatis Tingkatkan Waktu Normoksemia Pasien Kritis di Amerika Serikat</title>
		<link>https://portal24.id/oksigen-otomatis-tingkatkan-waktu-normoksemia-pasien-kritis-di-amerika-serikat/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/oksigen-otomatis-tingkatkan-waktu-normoksemia-pasien-kritis-di-amerika-serikat/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 08:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Sistem titrasi oksigen otonom tingkatkan waktu normoksemia pasien kritis di AS, temuan JAMA Internal Medicine berpotensi ubah pra…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pasien dewasa dengan kondisi kritis yang menerima terapi oksigen tambahan di <a href="https://portal24.id/penundaan-diagnosis-penyakit-ginjal-iga-umum-terjadi-di-amerika-serikat/" title="Penundaan Diagnosis Penyakit Ginjal IgA Umum Terjadi di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> menghabiskan lebih banyak waktu dalam kondisi normoksemia (kadar oksigen normal) ketika menggunakan sistem titrasi oksigen otonom dibandingkan dengan metode manual. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine, memberikan pandangan baru terhadap praktik pemberian oksigen di rumah sakit.</p>
<p>“Oksigen tambahan merupakan salah satu intervensi klinis yang paling umum dalam memberikan perawatan pasien,” ujar Adit A. Ginde, MD, MPH, seorang profesor dan wakil ketua riset di departemen kedokteran darurat di University of Colorado Anschutz School of Medicine. Ia menambahkan, “Temuan studi ini berpotensi mengubah cara kita memberikan oksigen kepada pasien yang sakit dan terluka.”</p>
<p>Studi ini menyoroti perbedaan signifikan dalam durasi pasien berada pada kadar oksigen yang optimal. Dalam konteks perawatan medis, normoksemia adalah kondisi krusial yang perlu dijaga untuk mendukung fungsi organ tubuh, terutama pada pasien yang rentan.</p>
<p>Analisis data menunjukkan bahwa sistem titrasi otonom mampu menjaga kadar oksigen dalam rentang normal secara lebih konsisten. Hal ini dapat mengurangi risiko komplikasi yang berkaitan dengan hipoksemia (kadar oksigen rendah) maupun hiperoksemia (kadar oksigen tinggi), yang keduanya dapat membahayakan pasien kritis.</p>
<p>Penelitian ini dilakukan terhadap pasien dewasa yang dirawat di rumah sakit dengan kebutuhan oksigen tambahan. Perbandingan dilakukan antara dua metode pemberian oksigen: titrasi manual yang dikendalikan oleh <a href="https://portal24.id/kenali-tanda-bahaya-sebelum-pasien-pingsan-di-klinik-panduan-praktis-tenaga-medis/" title="Kenali Tanda Bahaya Sebelum Pasien Pingsan di Klinik: Panduan Praktis Tenaga Medis">tenaga medis</a>, dan titrasi otonom yang menggunakan algoritma untuk menyesuaikan aliran oksigen secara otomatis berdasarkan parameter fisiologis pasien.</p>
<p>Hasil yang dipublikasikan di JAMA Internal Medicine ini memberikan dasar ilmiah kuat untuk mempertimbangkan adopsi teknologi titrasi oksigen otonom di unit perawatan intensif dan area lain yang menangani pasien kritis. Potensi peningkatan kualitas perawatan dan pengurangan beban kerja tenaga medis menjadi pertimbangan penting dalam implementasi teknologi ini di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a802301ab28d.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Valbenazine Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Tardive Dyskinesia dalam 24 Minggu</title>
		<link>https://portal24.id/valbenazine-tingkatkan-kualitas-hidup-pasien-tardive-dyskinesia-dalam-24-minggu/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/valbenazine-tingkatkan-kualitas-hidup-pasien-tardive-dyskinesia-dalam-24-minggu/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 08:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Studi 24 minggu tunjukkan valbenazine secara signifikan tingkatkan kualitas hidup pasien tardive dyskinesia, pulihkan fungsi dan …]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pasien yang menderita tardive dyskinesia (TD) menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas hidup dan fungsi tubuh setelah menjalani pengobatan selama 24 minggu dengan valbenazine. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal CNS Spectrums, memberikan bukti konkret mengenai efektivitas terapi tersebut.</p>
<p>Valbenazine, yang dipasarkan dengan nama dagang Ingrezza oleh Neurocrine Biosciences, merupakan salah satu dari dua inhibitor vesicular monoamine transporter 2 (VMAT2) yang telah disetujui untuk penanganan TD. Christoph U. Correll, MD, seorang profesor psikiatri dan kedokteran molekuler di Donald and Barbara Zucker School of Medicine at Hofstra/Northwell, beserta tim penelitinya, mengungkapkan bahwa fokus diskusi mengenai TD sebelumnya cenderung terpaku pada manifestasi fisik yang terlihat.</p>
<p>Studi ini secara khusus mengamati dampak valbenazine terhadap berbagai aspek kehidupan pasien, melampaui sekadar perbaikan gejala gerakan involunter yang menjadi ciri khas TD. Peningkatan kualitas hidup ini mencakup aspek emosional, sosial, dan kemampuan fungsional sehari-hari, yang secara kolektif berkontribusi pada kesejahteraan pasien secara keseluruhan.</p>
<p>Lebih lanjut, penelitian tersebut menggarisbawahi pentingnya penanganan TD yang komprehensif. Dengan adanya terapi seperti valbenazine, para profesional medis kini memiliki opsi yang lebih efektif untuk membantu pasien mengelola kondisi ini, yang pada gilirannya dapat memulihkan sebagian fungsi yang hilang dan meningkatkan partisipasi mereka dalam aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Data dari studi ini memberikan <a href="https://portal24.id/terapi-baru-lupus-harapan-baru-untuk-pasien-capai-remisi/" title="Terapi Baru Lupus: Harapan Baru untuk Pasien Capai Remisi">harapan baru</a> bagi pasien TD dan keluarga mereka, menunjukkan bahwa kualitas hidup yang lebih baik dapat dicapai melalui intervensi farmakologis yang tepat. Durasi pengobatan 24 minggu terbukti menjadi periode yang cukup untuk mengamati dan mengukur perbaikan yang substansial.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a801d7d01264.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Manajemen Ginjal Konservatif di Rumah: Pilihan Pasien dan Perawat yang Dihargai</title>
		<link>https://portal24.id/manajemen-ginjal-konservatif-di-rumah-pilihan-pasien-dan-perawat-yang-dihargai/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/manajemen-ginjal-konservatif-di-rumah-pilihan-pasien-dan-perawat-yang-dihargai/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 07:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Studi terbaru ungkap manajemen ginjal konservatif di rumah sangat dihargai pasien &amp; perawat. Prioritaskan kualitas hidup, bukan h…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam <em>American Journal of Kidney Diseases</em> mengungkap bahwa pasien dan perawat sangat menghargai pilihan manajemen ginjal konservatif (CKM) yang dilakukan di rumah. Pendekatan ini memprioritaskan kualitas hidup pasien di atas ketergantungan pada dialisis, dan semakin diakui sebagai alternatif penting dalam perawatan ginjal.</p>
<p>Meskipun CKM kian mendapat perhatian, implementasinya dalam praktik nefrologi masih belum umum. Marie-Cécile Samyn, APRN, MSN, dari Lille University Hospital Center di Prancis, bersama timnya, melakukan penelitian ini untuk mengeksplorasi lebih jauh persepsi terhadap CKM yang berbasis di rumah. Sebelumnya, CKM lebih sering diasosiasikan dengan perawatan di lingkungan rumah sakit.</p>
<p>Temuan studi menunjukkan bahwa baik pasien maupun perawat memberikan nilai tinggi pada CKM yang dapat diakses dari kenyamanan rumah. Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan yang belum terpenuhi untuk model perawatan yang lebih fleksibel dan berpusat pada pasien. Keberhasilan implementasi CKM di rumah dapat menjadi langkah maju yang signifikan dalam memberikan pilihan perawatan yang lebih baik bagi individu yang hidup dengan <a href="https://portal24.id/penundaan-diagnosis-penyakit-ginjal-iga-umum-terjadi-di-amerika-serikat/" title="Penundaan Diagnosis Penyakit Ginjal IgA Umum Terjadi di Amerika Serikat">penyakit ginjal</a> kronis.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a8014cc65556.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Cukup 22 Menit Bergerak Tiap Hari untuk Jantung Sehat</title>
		<link>https://portal24.id/cukup-22-menit-bergerak-tiap-hari-untuk-jantung-sehat/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/cukup-22-menit-bergerak-tiap-hari-untuk-jantung-sehat/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 07:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Temukan bagaimana hanya 22 menit aktivitas fisik moderat setiap hari dapat signifikan meminimalkan risiko penyakit kardiovaskular…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya dengan 22 menit aktivitas fisik moderat hingga berat setiap hari, risiko penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh gaya hidup sedentari dapat diminimalisir secara signifikan. Temuan ini diungkapkan oleh seorang pakar pada American Society for Preventive Cardiology Congress on CVD Prevention yang diselenggarakan di Scottsdale, Arizona.</p>
<p>Paul D. Thompson, MD, yang merupakan emeritus chief of cardiology di Hartford Hospital dan emeritus professor of medicine di University of Connecticut, memaparkan bahwa durasi kurang dari 30 menit aktivitas fisik harian terbukti mampu memberikan dampak positif yang substansial terhadap kesehatan kardiovaskular. Ia menekankan pentingnya pergerakan tubuh sebagai kunci utama.</p>
<p>Dalam paparannya, Dr. Thompson menjelaskan lebih lanjut mengenai takaran dan jenis aktivitas fisik yang ideal untuk meningkatkan kesehatan jantung. Ia menggarisbawahi bahwa istilah &#8216;aktivitas fisik&#8217; dan &#8216;olahraga&#8217; seringkali digunakan secara bergantian. Namun, secara umum, aktivitas fisik merujuk pada setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan pengeluaran energi.</p>
<p>Data yang disajikan dalam kongres tersebut menunjukkan korelasi kuat antara tingkat aktivitas fisik dan penurunan <a href="https://portal24.id/sindrom-ovarium-metabolik-endokrin-ganda-berpotensi-tingkatkan-risiko-penyakit-jantung-atherosklerotik/" title="Sindrom Ovarium Metabolik Endokrin Ganda Berpotensi Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Atherosklerotik">risiko penyakit jantung</a>. Bahkan, sejumlah kecil waktu yang diinvestasikan untuk bergerak setiap hari dapat memberikan manfaat besar dibandingkan dengan tidak melakukan aktivitas sama sekali. Hal ini menjadi kabar baik bagi banyak orang yang merasa sulit menyisihkan waktu panjang untuk berolahraga.</p>
<p>American Society for Preventive Cardiology Congress on CVD Prevention sendiri merupakan forum penting bagi para profesional medis untuk mendiskusikan kemajuan terbaru dalam pencegahan penyakit kardiovaskular. Pembahasan mengenai peran krusial aktivitas fisik dalam strategi pencegahan menjadi salah satu sorotan utama dalam kongres tahun ini, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan dampak negatif dari gaya hidup kurang gerak.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a800f6b5b7ad.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Perubahan Kebijakan Ancam Hilangnya Jaminan Kesehatan Medicaid bagi Hampir Setengah Juta Penderita Diabetes di Amerika</title>
		<link>https://portal24.id/perubahan-kebijakan-ancam-hilangnya-jaminan-kesehatan-medicaid-bagi-hampir-setengah-juta-penderita-diabetes-di-amerika/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/perubahan-kebijakan-ancam-hilangnya-jaminan-kesehatan-medicaid-bagi-hampir-setengah-juta-penderita-diabetes-di-amerika/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 06:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Hampir setengah juta penderita diabetes di Amerika berisiko kehilangan jaminan kesehatan Medicaid akibat perubahan kebijakan baru…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Washington D.C. – Kebijakan baru yang disahkan di <a href="https://portal24.id/penundaan-diagnosis-penyakit-ginjal-iga-umum-terjadi-di-amerika-serikat/" title="Penundaan Diagnosis Penyakit Ginjal IgA Umum Terjadi di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> berpotensi menyebabkan hilangnya cakupan jaminan kesehatan Medicaid bagi hampir 500.000 warga yang hidup dengan diabetes. Perubahan ini, yang diperkirakan mulai berlaku pada tahun 2034, merupakan imbas dari undang-undang kongres yang ditandatangani pada Juli 2025.</p>
<p>Laporan dari American Diabetes Association (ADA) mengindikasikan bahwa undang-undang yang dikenal sebagai H.R. 1, atau &#8220;One Big Beautiful Bill Act&#8221;, akan memangkas dukungan federal untuk program Medicaid sebesar 930 miliar dolar selama satu dekade. Selain itu, undang-undang ini juga membawa perubahan pada Affordable Care Act (ACA) yang dapat berdampak pada penurunan jumlah peserta program Medicaid.</p>
<p>White paper yang diterbitkan oleh ADA merinci potensi dampak dari perubahan kebijakan ini. Sebanyak 6 juta warga Amerika dengan diabetes saat ini terdaftar sebagai penerima manfaat Medicaid. Dengan adanya pemangkasan anggaran dan perubahan regulasi ACA, diperkirakan sekitar 470.000 hingga 490.000 individu dari kelompok ini berisiko kehilangan perlindungan kesehatan mereka.</p>
<p>Pemangkasan anggaran Medicaid sebesar 930 miliar dolar merupakan komponen kunci dari &#8220;One Big Beautiful Bill Act&#8221;. Angka ini mencerminkan pengurangan signifikan dalam pendanaan federal yang selama ini menopang program jaminan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan, termasuk penderita diabetes.</p>
<p>Selain pemangkasan anggaran, perubahan pada Affordable Care Act juga menjadi sorotan. Meskipun rincian spesifik mengenai perubahan ACA tidak dijelaskan secara mendalam dalam laporan, implikasinya terhadap pendaftaran program Medicaid diperkirakan akan memperburuk situasi bagi para penerima manfaat yang ada. Hal ini dapat terjadi melalui berbagai mekanisme, seperti pengetatan kriteria kelayakan atau perubahan dalam struktur insentif.</p>
<p>American Diabetes Association menyuarakan keprihatinan mendalam atas potensi konsekuensi dari kebijakan ini. Hilangnya akses terhadap cakupan Medicaid dapat berarti terputusnya akses terhadap perawatan medis esensial, obat-obatan, dan pemeriksaan rutin yang sangat dibutuhkan oleh penderita diabetes untuk mengelola kondisi mereka secara efektif. Ketiadaan jaminan kesehatan yang memadai dapat berujung pada komplikasi kesehatan yang lebih serius dan peningkatan biaya perawatan kesehatan dalam <a href="https://portal24.id/menilik-dampak-jangka-panjang-perawatan-nicu-pada-kesehatan-mental-orang-tua-dan-intervensi-pendukung/" title="Menilik Dampak Jangka Panjang Perawatan NICU pada Kesehatan Mental Orang Tua dan Intervensi Pendukung">jangka panjang</a>.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a8006c9dce94.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Eli Lilly Tuding Enam Perusahaan Jual Retatrutide Palsu</title>
		<link>https://portal24.id/eli-lilly-tuding-enam-perusahaan-jual-retatrutide-palsu/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/eli-lilly-tuding-enam-perusahaan-jual-retatrutide-palsu/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 06:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Eli Lilly gugat 6 perusahaan jual retatrutide palsu yang belum disetujui. Lindungi pasien dari obat ilegal berisiko.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Eli Lilly and Co. melayangkan gugatan terhadap enam perusahaan yang dituding menjual versi palsu dan tidak disetujui dari <a href="https://portal24.id/obat-diabetes-glp-1-buktikan-potensi-luas-di-dermatologi-redakan-peradangan-kulit/" title="Obat Diabetes GLP-1 Buktikan Potensi Luas di Dermatologi, Redakan Peradangan Kulit">obat diabetes</a> dan obesitas yang masih dalam tahap investigasi, retatrutide. Langkah hukum ini diambil menyusul temuan Eli Lilly mengenai peredaran produk ilegal yang mengatasnamakan obat terbarunya.</p>
<p>Dalam siaran persnya, Eli Lilly menegaskan bahwa keenam entitas tersebut secara terang-terangan melanggar hukum dengan menjual versi ilegal dari agonis tripel <i>glucose-dependent insulinotropic polypeptide</i> (GIP)/GLP-1/glucagon. Perusahaan farmasi raksasa ini menyoroti klaim palsu yang dibuat oleh para tergugat, yaitu &#8220;hanya untuk penggunaan penelitian&#8221;, padahal produk tersebut jelas-jelas ditujukan untuk penggunaan pada manusia.</p>
<p>Gugatan diajukan terhadap Aesthetic Envy Cosmetic Centers; Astra; dan lima perusahaan lainnya yang namanya tidak disebutkan secara rinci dalam siaran pers awal. Eli Lilly menyatakan bahwa tindakan tegas ini diambil untuk melindungi pasien dari obat-obatan yang tidak teruji keamanannya dan berpotensi membahayakan kesehatan. Penjualan produk palsu ini tidak hanya merugikan Eli Lilly secara finansial, tetapi yang lebih krusial adalah risiko kesehatan yang dihadapi oleh konsumen.</p>
<p>Eli Lilly berkomitmen untuk memastikan bahwa obat-obatan yang beredar di pasaran telah melalui pengujian ketat dan memenuhi standar keamanan serta efikasi yang ditetapkan. Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan hanya mendapatkan obat-obatan dari sumber yang terpercaya. Retatrutide sendiri merupakan obat yang sedang dikembangkan Eli Lilly untuk mengatasi <a href="https://portal24.id/penggunaan-glp-1-dan-potensi-penghentian-insulin-pada-penderita-diabetes-tipe-2-studi-ungkap-hasil-serupa/" title="Penggunaan GLP-1 dan Potensi Penghentian Insulin pada Penderita Diabetes Tipe 2: Studi Ungkap Hasil Serupa">diabetes tipe</a> 2 dan obesitas, dengan mekanisme kerja yang menargetkan tiga hormon penting dalam pengaturan metabolisme.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a80015e5455c.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Studi Ungkap Penggunaan Media Sosial Berlebihan Perparah Gejala ADHD pada Remaja</title>
		<link>https://portal24.id/studi-ungkap-penggunaan-media-sosial-berlebihan-perparah-gejala-adhd-pada-remaja/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/studi-ungkap-penggunaan-media-sosial-berlebihan-perparah-gejala-adhd-pada-remaja/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 04:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Studi terbaru ungkap penggunaan media sosial berlebihan perparah gejala ADHD pada remaja, memengaruhi kognitif dan regulasi emosi…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penggunaan media sosial yang berlebihan dan problematik terindikasi dapat memperburuk gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) serta menurunkan performa kognitif pada kalangan remaja. Temuan ini merupakan hasil dari dua studi yang dilakukan dalam kerangka Adolescent Brain Cognitive Development Study cohort.</p>
<p>Menurut Jason M. Nagata, MD, MSc, seorang profesor madya pediatri di divisi kedokteran remaja dan dewasa muda di University of California, San Francisco, remaja yang kesulitan menghentikan penggunaan media sosial meskipun sudah berusaha, atau yang aktivitas daringnya mengganggu pola tidur, sekolah, hubungan keluarga, hingga fungsi sehari-hari, berisiko <a href="https://portal24.id/perbaikan-ligamen-acl-pada-pasien-muda-tingkat-kegagalan-lebih-tinggi-dibanding-rekonstruksi/" title="Perbaikan Ligamen ACL pada Pasien Muda: Tingkat Kegagalan Lebih Tinggi Dibanding Rekonstruksi">lebih tinggi dibanding</a>kan mereka yang sekadar menghabiskan banyak waktu online.</p>
<p>Studi ini menggarisbawahi adanya korelasi negatif antara tingkat penggunaan media sosial yang problematik dengan kemampuan kognitif. Hal ini mencakup aspek perhatian, memori, dan fungsi eksekutif, yang semuanya merupakan area yang seringkali terdampak pada individu dengan ADHD.</p>
<p>Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa remaja yang menunjukkan pola penggunaan media sosial yang kompulsif lebih mungkin mengalami kesulitan dalam mengatur emosi dan perilaku. Gangguan pada regulasi emosi ini dapat memperkuat gejala ADHD, seperti impulsivitas dan hiperaktivitas, menciptakan siklus yang merugikan bagi perkembangan mereka.</p>
<p>Temuan dari Adolescent Brain Cognitive Development Study cohort ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak negatif dari interaksi berlebihan dengan platform <a href="https://portal24.id/panduan-kolesterol-terbaru-diserang-di-media-sosial-pakar-angkat-bicara/" title="Panduan Kolesterol Terbaru Diserang di Media Sosial, Pakar Angkat Bicara">media sosial,</a> khususnya bagi populasi remaja yang rentan terhadap gangguan perkembangan saraf seperti ADHD. Para peneliti menyarankan perlunya perhatian lebih pada pola penggunaan media sosial remaja dan potensi intervensi untuk memitigasi risiko yang ada.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7fea9ca4160.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Penundaan Diagnosis Penyakit Ginjal IgA Umum Terjadi di Amerika Serikat</title>
		<link>https://portal24.id/penundaan-diagnosis-penyakit-ginjal-iga-umum-terjadi-di-amerika-serikat/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/penundaan-diagnosis-penyakit-ginjal-iga-umum-terjadi-di-amerika-serikat/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 04:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Penelitian mengungkap jeda waktu signifikan diagnosis penyakit ginjal IgA di AS. Kenali gejalanya untuk penanganan dini.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penelitian terbaru mengungkap adanya jeda waktu yang signifikan antara kemunculan gejala hingga diagnosis penyakit ginjal IgA (immunoglobulin A nephropathy) pada pasien di <a href="https://portal24.id/upaya-pengingat-tingkatkan-hasil-skrining-kanker-paru-di-amerika-serikat/" title="Upaya Pengingat Tingkatkan Hasil Skrining Kanker Paru di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a>. Temuan ini menjadi sorotan mengingat pentingnya diagnosis dini untuk penanganan penyakit yang dapat memengaruhi fungsi ginjal.</p>
<p>Studi yang dilakukan oleh James Tumlin, MD, seorang profesor kedokteran spesialis nefrologi di Emory University School of Medicine, bersama timnya, melibatkan wawancara telepon dan survei daring terhadap 126 orang dewasa di Amerika Serikat. Periode pengumpulan data berlangsung dari November hingga Desember 2025. Para partisipan memiliki usia median 42 tahun, dengan 34% di antaranya adalah perempuan, dan 50% merupakan non-Hispanik kulit putih. Semua partisipan telah didiagnosis IgA nephropathy melalui biopsi.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien, tepatnya 88%, telah mengalami berbagai gejala sebelum akhirnya terdiagnosis IgA nephropathy. Gejala yang paling sering dilaporkan adalah kelelahan, yang dialami oleh 75% responden. Selain itu, hematuria atau adanya darah dalam urine juga menjadi salah satu keluhan yang kerap muncul.</p>
<p>Penundaan dalam proses diagnosis ini dapat berdampak pada perkembangan penyakit dan pilihan pengobatan yang tersedia. Pasien seringkali harus melalui serangkaian rujukan medis sebelum akhirnya mendapatkan diagnosis yang tepat. Hal ini menggarisbawahi perlunya peningkatan kesadaran akan gejala IgA nephropathy di kalangan masyarakat dan <a href="https://portal24.id/kenali-tanda-bahaya-sebelum-pasien-pingsan-di-klinik-panduan-praktis-tenaga-medis/" title="Kenali Tanda Bahaya Sebelum Pasien Pingsan di Klinik: Panduan Praktis Tenaga Medis">tenaga medis</a> untuk mempercepat identifikasi penyakit.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7fe53b450ce.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Tauklarify Kantongi Restu FDA untuk Deteksi Penyakit Alzheimer Lewat Pemindaian PET</title>
		<link>https://portal24.id/tauklarify-kantongi-restu-fda-untuk-deteksi-penyakit-alzheimer-lewat-pemindaian-pet/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/tauklarify-kantongi-restu-fda-untuk-deteksi-penyakit-alzheimer-lewat-pemindaian-pet/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 03:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[FDA setujui Tauklarify untuk deteksi penyakit Alzheimer melalui pemindaian PET, tawarkan alat diagnosis baru bagi profesional med…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Badan Pengawas Obat dan Makanan <a href="https://portal24.id/upaya-pengingat-tingkatkan-hasil-skrining-kanker-paru-di-amerika-serikat/" title="Upaya Pengingat Tingkatkan Hasil Skrining Kanker Paru di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> (FDA) secara resmi menyetujui penggunaan Tauklarify sebagai agen radiodiagnostik. Persetujuan ini ditujukan untuk orang dewasa yang mengalami gangguan kognitif dan menjalani pemindaian PET (Positron Emission Tomography) guna mengidentifikasi patologi kusut neurofibrilari tau, yang merupakan indikator penyakit Alzheimer.</p>
<p>Keputusan ini menandai kemajuan penting dalam diagnosis penyakit Alzheimer, menawarkan alat baru bagi para profesional medis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi pasien. Tauklarify memungkinkan visualisasi langsung dari protein tau yang menumpuk di otak, sebuah ciri khas utama dari penyakit neurodegeneratif ini.</p>
<p>Mary Anne Heino, MBA, yang menjabat sebagai executive chair dan interim CEO Lantheus, mengungkapkan antusiasmenya terhadap persetujuan ini. &#8220;Seiring dengan terus berkembangnya bidang ini, para klinisi mencari pemahaman yang lebih lengkap tentang penyakit ini,&#8221; ujarnya dalam siaran pers. Ia menambahkan, &#8220;Pemindaian PET tau memberikan informasi yang melengkapi PET amiloid dan alat diagnostik lainnya.&#8221;</p>
<p>Persetujuan Tauklarify oleh FDA diharapkan dapat meningkatkan akurasi diagnosis dan memungkinkan intervensi yang lebih dini bagi pasien yang didiagnosis menderita penyakit Alzheimer. Kemampuan untuk mendeteksi patologi tau secara spesifik memberikan dimensi baru dalam evaluasi klinis, melengkapi metode diagnostik yang sudah ada.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7fdc8d214f6.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Penderita Eksim Lebih Rentan Terkena Cacar Air (Herpes Zoster)</title>
		<link>https://portal24.id/penderita-eksim-lebih-rentan-terkena-cacar-air-herpes-zoster/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/penderita-eksim-lebih-rentan-terkena-cacar-air-herpes-zoster/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 03:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Penderita eksim lebih rentan terkena herpes zoster. Studi terbaru ungkap faktor pemicu di balik risiko ini.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penderita dermatitis atopik atau eksim memiliki risiko <a href="https://portal24.id/perbaikan-ligamen-acl-pada-pasien-muda-tingkat-kegagalan-lebih-tinggi-dibanding-rekonstruksi/" title="Perbaikan Ligamen ACL pada Pasien Muda: Tingkat Kegagalan Lebih Tinggi Dibanding Rekonstruksi">lebih tinggi</a> terkena herpes zoster, atau yang dikenal sebagai cacar air pada orang dewasa. Temuan ini diungkapkan dalam sebuah studi yang dipublikasikan di <em>Journal of the German Society of Dermatology</em>. Risiko tersebut ditemukan independen dari kondisi komorbiditas lain dan pengobatan sistemik konvensional.</p>
<p>Penelitian tersebut menunjukkan bahwa individu dengan dermatitis atopik (AD) memiliki kemungkinan 1,28 kali lebih besar untuk mengembangkan herpes zoster dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki AD. Rentang kepercayaan (95% CI) untuk temuan ini adalah antara 1,27 hingga 1,29.</p>
<p>Sebelumnya, asosiasi potensial antara dermatitis atopik dan herpes zoster lebih banyak dibahas dalam konteks pengobatan untuk AD. Secara khusus, penggunaan kortikosteroid sistemik dan imunosupresan sering dikaitkan dengan peningkatan risiko ini. Namun, studi terbaru ini mengindikasikan adanya faktor lain yang berperan.</p>
<p>Analisis lebih lanjut dalam studi tersebut menemukan bahwa respons kekebalan kulit yang terganggu pada penderita eksim dapat menjadi pemicu utama risiko herpes zoster. Perubahan pada sistem imun kulit, yang merupakan ciri khas dari dermatitis atopik, tampaknya memengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi virus Varicella-zoster, virus yang menyebabkan cacar air dan herpes zoster.</p>
<p>Temuan ini memberikan perspektif baru dalam pemahaman mengenai hubungan antara kondisi kulit kronis seperti eksim dan penyakit infeksi virus. Hal ini juga dapat mengarah pada pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif bagi pasien dermatitis atopik untuk mengurangi risiko komplikasi seperti herpes zoster di masa mendatang.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7fd72a781ee.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Kenali Tanda Bahaya Sebelum Pasien Pingsan di Klinik: Panduan Praktis Tenaga Medis</title>
		<link>https://portal24.id/kenali-tanda-bahaya-sebelum-pasien-pingsan-di-klinik-panduan-praktis-tenaga-medis/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/kenali-tanda-bahaya-sebelum-pasien-pingsan-di-klinik-panduan-praktis-tenaga-medis/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 02:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Kenali tanda bahaya sebelum pasien pingsan di klinik. Panduan praktis bagi tenaga medis untuk pencegahan dan penanganan refleks v…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Fenomena pasien kehilangan kesadaran di praktik layanan kesehatan mata memang jarang terjadi. Namun, penting bagi para klinisi dan staf medis untuk mengenali tanda-tanda peringatan dan langkah pencegahan cedera yang mungkin timbul. Hal ini diungkapkan oleh seorang pembicara dalam acara Optometry’s Meeting.</p>
<p>Robert Reed Jr., OD, menjelaskan fenomena yang dikenal sebagai refleks vasovagal. Kondisi ini terjadi ketika sistem saraf tubuh bereaksi terhadap pemicu tertentu, menyebabkan penurunan denyut jantung dan tekanan darah. &#8220;Tubuh mereka berusaha melepaskan diri dari stres mental akibat apa pun yang sedang mereka hadapi,&#8221; ujar Reed Jr. kepada Healio. &#8220;Mereka mungkin menyadarinya, atau mungkin juga tidak.&#8221;</p>
<p>Pemicu refleks vasovagal ini bisa beragam, mulai dari melihat jarum suntik, darah, hingga kecemasan yang timbul akibat prosedur medis. Gejala awal yang perlu diwaspadai meliputi rasa mual, keringat dingin, pucat, pandangan kabur, dan pusing. Jika tanda-tanda ini muncul, staf medis harus segera bertindak untuk mencegah pasien jatuh dan cedera lebih lanjut.</p>
<p>Langkah pertama yang krusial adalah membantu pasien berbaring dengan posisi kaki <a href="https://portal24.id/perbaikan-ligamen-acl-pada-pasien-muda-tingkat-kegagalan-lebih-tinggi-dibanding-rekonstruksi/" title="Perbaikan Ligamen ACL pada Pasien Muda: Tingkat Kegagalan Lebih Tinggi Dibanding Rekonstruksi">lebih tinggi</a> dari kepala. Posisi ini bertujuan untuk meningkatkan aliran darah ke otak. Selain itu, melonggarkan pakaian yang ketat dan memastikan sirkulasi udara yang baik di ruangan juga dapat membantu. Reed Jr. menekankan pentingnya komunikasi yang tenang dan meyakinkan kepada pasien selama situasi ini.</p>
<p>Dalam konteks praktik layanan kesehatan mata, beberapa prosedur seperti penyuntikan anestesi lokal atau pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan tertentu bisa menjadi pemicu potensial. Oleh karena itu, persiapan matang dan kesadaran akan riwayat medis pasien, termasuk riwayat pingsan sebelumnya, menjadi sangat vital. Edukasi kepada pasien mengenai apa yang mungkin mereka rasakan sebelum atau sesudah prosedur juga dapat mengurangi kecemasan dan risiko.</p>
<p>Jika pasien menunjukkan tanda-tanda mendekati kehilangan kesadaran, segera hentikan prosedur yang sedang berjalan. Pindahkan pasien ke posisi yang aman dan pantau tanda-tanda vital mereka. Dalam kasus yang parah atau jika kesadaran tidak segera pulih, jangan ragu untuk meminta bantuan medis darurat. Pencegahan dan kesiapan adalah kunci untuk menangani situasi darurat seperti ini secara efektif di lingkungan praktik medis.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7fce7e5d276.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>FDA Beri Lampu Hijau Terapi Kombinasi Iberdomide untuk Multiple Myeloma</title>
		<link>https://portal24.id/fda-beri-lampu-hijau-terapi-kombinasi-iberdomide-untuk-multiple-myeloma/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/fda-beri-lampu-hijau-terapi-kombinasi-iberdomide-untuk-multiple-myeloma/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 02:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[FDA beri lampu hijau terapi kombinasi iberdomide untuk multiple myeloma kambuh/refrakter. Era baru pengobatan kanker darah.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Badan Pengawas Obat dan Makanan <a href="https://portal24.id/upaya-pengingat-tingkatkan-hasil-skrining-kanker-paru-di-amerika-serikat/" title="Upaya Pengingat Tingkatkan Hasil Skrining Kanker Paru di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> (FDA) telah memberikan persetujuan dipercepat untuk terapi modulasi ligan E3 cereblon pertama yang ditujukan bagi pasien multiple myeloma. Kombinasi obat iberdomide (Zenbexus), yang dikembangkan oleh Bristol Myers Squibb, bersama daratumumab dan hyaluronidase-fihj (Darzalex Faspro) dari Janssen, serta dexamethasone, kini resmi disetujui.</p>
<p>Persetujuan ini mencakup penggunaan pada orang dewasa dengan multiple myeloma yang telah menjalani setidaknya satu lini terapi sebelumnya. Terapi sebelumnya tersebut harus mencakup setidaknya inhibitor proteasom dan agen imunomodulator.</p>
<p>Keputusan FDA ini menandai era baru dalam pengobatan multiple myeloma yang kambuh atau refrakter. Iberdomide, sebagai <a href="https://portal24.id/terapi-baru-lupus-harapan-baru-untuk-pasien-capai-remisi/" title="Terapi Baru Lupus: Harapan Baru untuk Pasien Capai Remisi">terapi baru</a> dalam kelas terapeutik yang berbeda, diharapkan dapat memberikan pilihan pengobatan yang lebih efektif bagi pasien yang kondisinya sulit diobati.</p>
<p>Dalam pernyataannya, Bristol Myers Squibb menyambut baik persetujuan ini. &#8220;Persetujuan FDA untuk iberdomide menandai kedatangan yang dinanti-nantikan dari kelas terapi baru untuk multiple myeloma yang kambuh atau refrakter dan berpotensi membuat perbedaan signifikan dalam kehidupan pasien,&#8221; ujar seorang perwakilan perusahaan.</p>
<p>Kombinasi ini bekerja dengan menargetkan protein cereblon, komponen kunci dalam sistem ubiquitin-proteasome sel. Dengan memodulasi cereblon, terapi ini dapat menyebabkan degradasi protein abnormal yang menumpuk pada sel kanker multiple myeloma, sehingga menghambat pertumbuhan tumor.</p>
<p>Multiple myeloma adalah kanker sel plasma yang mempengaruhi sumsum tulang dan dapat menyebabkan kerusakan tulang, masalah ginjal, dan anemia. Meskipun pengobatan telah berkembang pesat, banyak pasien mengalami kekambuhan atau menjadi resisten terhadap terapi yang ada. Oleh karena itu, persetujuan terapi kombinasi baru ini sangat dinantikan oleh komunitas medis dan pasien.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7fc91bbb0a3.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Jarak Tendon Patela-Garis Troklea Lateral: Indikator Baru Ketidakstabilan Tempurung Lutut</title>
		<link>https://portal24.id/jarak-tendon-patela-garis-troklea-lateral-indikator-baru-ketidakstabilan-tempurung-lutut/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/jarak-tendon-patela-garis-troklea-lateral-indikator-baru-ketidakstabilan-tempurung-lutut/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 01:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Temuan baru: Jarak tendon patela-garis troklea lateral (PT-LTR) jadi indikator andal prediksi ketidakstabilan tempurung lutut. Le…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah penemuan baru yang dipresentasikan dalam Arthroscopy Association of North America Annual Meeting di Phoenix, <a href="https://portal24.id/upaya-pengingat-tingkatkan-hasil-skrining-kanker-paru-di-amerika-serikat/" title="Upaya Pengingat Tingkatkan Hasil Skrining Kanker Paru di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a>, mengindikasikan bahwa jarak antara tendon patela dan garis troklea lateral (PT-LTR) berpotensi menjadi alat ukur yang andal untuk memprediksi ketidakstabilan tempurung lutut. Temuan ini menawarkan perspektif baru bagi para ahli bedah ortopedi dalam diagnosis dan penanganan kondisi yang seringkali menyakitkan ini.</p>
<p>Dalam presentasinya, Adam J. Tagliero, MD, yang menjabat sebagai associate program director untuk Mayo Clinic Sports Medicine Fellowship, menjelaskan bahwa pengukuran PT-LTR menunjukkan sensitivitas yang <a href="https://portal24.id/perbaikan-ligamen-acl-pada-pasien-muda-tingkat-kegagalan-lebih-tinggi-dibanding-rekonstruksi/" title="Perbaikan Ligamen ACL pada Pasien Muda: Tingkat Kegagalan Lebih Tinggi Dibanding Rekonstruksi">lebih tinggi dibanding</a>kan dengan metode pengukuran lain yang umum digunakan, yaitu jarak antara tuberkulum tibia dan alur troklea (tibial tubercle-trochlear groove).</p>
<p>&#8220;Jarak tendon patela-garis troklea lateral menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jarak tuberkulum tibia-alur troklea,&#8221; ujar Tagliero. Ia menambahkan bahwa para ahli bedah dapat mempertimbangkan penggunaan kedua pengukuran ini secara bersamaan di klinik mereka, mengingat keduanya dapat diperoleh dari pemindaian MRI aksial.</p>
<p>Ketidakstabilan patelofemoral adalah kondisi di mana tempurung lutut (patela) bergeser dari posisi normalnya di dalam lekukan tulang paha (troklea). Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, rasa tidak nyaman, dan bahkan dislokasi, yang berdampak signifikan pada kualitas hidup penderitanya. Pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap ketidakstabilan ini sangat penting untuk pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan yang efektif.</p>
<p>Pengukuran PT-LTR yang baru ini menawarkan cara yang lebih spesifik untuk menilai hubungan antara struktur-struktur kunci di sekitar sendi lutut. Dengan mengidentifikasi jarak ini melalui pencitraan MRI, dokter dapat memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai biomekanika patelofemoral dan potensi risiko ketidakstabilan. Keunggulan sensitivitas yang ditunjukkan oleh PT-LTR dibandingkan dengan pengukuran yang sudah ada diharapkan dapat meningkatkan akurasi diagnosis dan membantu dalam pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat sasaran.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7fc06d1b6e6.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Allograft Mempercepat Regenerasi Epitel pada Penyakit Kornea Kronis</title>
		<link>https://portal24.id/allograft-mempercepat-regenerasi-epitel-pada-penyakit-kornea-kronis/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/allograft-mempercepat-regenerasi-epitel-pada-penyakit-kornea-kronis/</guid>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 01:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Inovasi allograft BrightMEM mempercepat regenerasi epitel kornea pada penyakit kronis, menawarkan harapan baru bagi pasien.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah inovasi dalam penanganan penyakit kornea kronis menunjukkan <a href="https://portal24.id/terapi-gen-usher-syndrome-tunjukkan-hasil-menjanjikan-pada-uji-klinis-tahap-awal/" title="Terapi Gen Usher Syndrome Tunjukkan Hasil Menjanjikan pada Uji Klinis Tahap Awal">hasil menjanjikan</a>. Teknik transplantasi kornea anterior menggunakan <em>allograft</em> membran Desimet yang telah didekulerisasi terbukti mampu mempercepat proses regenerasi epitel pada pasien dengan kondisi permukaan mata yang sulit sembuh. Penelitian terbaru ini mengamati efektivitas <em>allograft</em> BrightMEM dari Brightstar Therapeutics, yang terbuat dari jaringan kornea manusia sumbangan, untuk mendukung penyembuhan.</p>
<p>BrightMEM dirancang khusus untuk ditransplantasikan pada permukaan mata, dengan tujuan utama membantu proses penyembuhan pada kasus-kasus yang resisten terhadap pengobatan konvensional. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal <em>Cornea</em> ini berfokus pada hasil pascaoperasi dari prosedur <em>Descemet’s membrane anterior keratoplasty</em> (DMAK) yang menggunakan <em>allograft</em> ini.</p>
<p>Para peneliti ingin secara spesifik mengevaluasi sejauh mana <em>allograft</em> ini dapat mendukung proses penyembuhan. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan BrightMEM secara signifikan mendorong epitelisasi, yaitu pembentukan lapisan epitel baru yang sehat di permukaan kornea. Ini merupakan perkembangan penting bagi pasien yang menderita penyakit kornea yang menyebabkan luka terbuka dan tidak kunjung sembuh.</p>
<p>Sebelumnya, pasien dengan kondisi seperti <em>recurrent corneal erosion</em>, <em>neurotrophic keratitis</em>, atau ulkus kornea yang tidak merespons terapi standar seringkali menghadapi prognosis yang buruk dan risiko kehilangan penglihatan permanen. Keberhasilan epitelisasi yang difasilitasi oleh <em>allograft</em> ini membuka <a href="https://portal24.id/terapi-baru-lupus-harapan-baru-untuk-pasien-capai-remisi/" title="Terapi Baru Lupus: Harapan Baru untuk Pasien Capai Remisi">harapan baru</a> untuk memulihkan integritas permukaan kornea dan mengembalikan fungsi penglihatan pada kelompok pasien ini.</p>
<p>Penelitian ini dilakukan di Kiawah Island, S.C., dan memberikan bukti klinis yang kuat mengenai potensi BrightMEM sebagai solusi terapeutik yang efektif. Dengan mendukung regenerasi epitel kornea, <em>allograft</em> ini tidak hanya memperbaiki struktur permukaan mata tetapi juga berpotensi mengurangi rasa sakit dan mencegah komplikasi lebih lanjut yang sering menyertai luka kornea kronis.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7fbb0b7eb4a.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Menilik Dampak Jangka Panjang Perawatan NICU pada Kesehatan Mental Orang Tua dan Intervensi Pendukung</title>
		<link>https://portal24.id/menilik-dampak-jangka-panjang-perawatan-nicu-pada-kesehatan-mental-orang-tua-dan-intervensi-pendukung/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/menilik-dampak-jangka-panjang-perawatan-nicu-pada-kesehatan-mental-orang-tua-dan-intervensi-pendukung/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 10:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Perawatan NICU pengaruhi mental orang tua. Kenali dampaknya dan intervensi pendukung efektif untuk pemulihan jangka panjang.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perawatan intensif neonatal (NICU) tidak hanya memengaruhi kesehatan bayi, tetapi juga meninggalkan jejak mendalam pada kesejahteraan mental orang tua. Sebuah penelitian menyoroti bahwa pengalaman ini dapat memicu stres dan kecemasan yang bertahan lama, namun berbagai intervensi yang ada di rumah sakit terbukti efektif dalam meredakan beban psikologis keluarga, bahkan setelah masa perawatan di NICU berakhir.</p>
<p>Claire E. Niehaus Milligan, PhD, seorang psikolog anak di Heart and Mind Wellbeing Center, Cincinnati Children’s Hospital Medical Center, mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak NICU pada orang tua. &#8220;Semakin saya melihat keluarga menghadapi kekhawatiran medis yang kompleks di awal kehidupan, semakin saya menyadari pentingnya dukungan psikologis,&#8221; ujar Milligan. Pengalaman ini mendorongnya untuk mendalami bagaimana intervensi berbasis rumah sakit dapat memberikan bantuan krusial bagi orang tua yang menjalani masa-masa penuh tantangan tersebut.</p>
<p>Perhatian terhadap kesehatan mental orang tua selama dan setelah periode NICU menjadi fokus utama. Tinggal di NICU seringkali disertai dengan ketidakpastian medis, keterpisahan dari bayi, dan beban emosional yang berat. Hal ini dapat menimbulkan perasaan cemas, depresi, dan bahkan trauma pasca-persalinan pada orang tua. Namun, kabar baiknya adalah para profesional kesehatan di NICU semakin menyadari pentingnya menangani aspek psikologis ini.</p>
<p>Intervensi yang ditawarkan bervariasi, mulai dari sesi konseling individual, kelompok dukungan orang tua, hingga edukasi mengenai cara mengelola stres dan kecemasan. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan dukungan emosional, tetapi juga membekali orang tua dengan strategi koping yang efektif. Dengan adanya dukungan yang tepat, orang tua dapat lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin timbul, serta membangun kembali rasa percaya diri dalam merawat buah hati mereka.</p>
<p>Lebih lanjut, Milligan menekankan bahwa intervensi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang. Dengan mengatasi dampak psikologis NICU sejak dini, orang tua memiliki peluang lebih besar untuk pulih sepenuhnya dan membangun hubungan yang sehat dengan anak mereka. Hal ini pada gilirannya akan berkontribusi pada perkembangan positif anak di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7eed80599d4.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Penelitian Ungkap Dasar Molekuler Peradangan Sendi Rheumatoid Arthritis</title>
		<link>https://portal24.id/penelitian-ungkap-dasar-molekuler-peradangan-sendi-rheumatoid-arthritis/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/penelitian-ungkap-dasar-molekuler-peradangan-sendi-rheumatoid-arthritis/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 10:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Penelitian terbaru mengungkap area kaya fibrin, makrofag SPP1hi, dan fibroblas sebagai dasar molekuler peradangan sendi rheumatoi…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah studi mendalam terhadap jaringan sinovial pasien rheumatoid arthritis (RA) telah berhasil mengungkap adanya area kaya fibrin yang dihuni oleh makrofag SPP1hi dan fibroblas yang mengalami remodeling. Temuan ini berpotensi membuka jalan bagi target <a href="https://portal24.id/terapi-baru-lupus-harapan-baru-untuk-pasien-capai-remisi/" title="Terapi Baru Lupus: Harapan Baru untuk Pasien Capai Remisi">terapi baru</a> di masa depan.</p>
<p>Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal <em>Science Translational Medicine</em> ini dipimpin oleh Ian Mantel, PhD, seorang peneliti pascadoktoral di Hospital for Special Surgery dan Weill Cornell Medicine. Ia dan timnya menggarisbawahi bahwa mekanisme yang mendorong pembengkakan jaringan sinovial pada RA masih belum sepenuhnya dipahami dan membutuhkan definisi lebih lanjut.</p>
<p>“Jaringan sinovial RA yang kaya akan myeloid mungkin tidak hanya didorong oleh peradangan, tetapi juga oleh penataan ulang jaringan,” jelas Mantel.  Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi bahwa keberadaan makrofag SPP1hi, yang ditandai dengan ekspresi gen <em>SPP1</em> yang tinggi, bersama dengan fibroblas yang terlibat dalam remodeling jaringan, merupakan komponen kunci dalam lingkungan mikro jaringan sinovial RA.</p>
<p>Fibroblas, sel-sel yang berperan dalam pembentukan jaringan ikat, ditemukan dalam kondisi aktif dan berkontribusi pada penebalan lapisan sinovial. Keberadaan fibrin, protein yang biasanya terlibat dalam pembekuan darah, juga terdeteksi dalam jumlah signifikan di area tersebut, menunjukkan adanya proses peradangan kronis dan perbaikan jaringan yang abnormal.</p>
<p>Para peneliti berhipotesis bahwa interaksi antara makrofag SPP1hi dan fibroblas yang mengalami remodeling, yang diperparah oleh keberadaan fibrin, menciptakan lingkungan yang mendukung ekspansi jaringan sinovial. Lingkungan ini tidak hanya berkontribusi pada rasa sakit dan kekakuan yang dialami pasien RA, tetapi juga dapat mendorong kerusakan sendi lebih lanjut.</p>
<p>Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai dasar molekuler dari patogenesis RA. Dengan mengidentifikasi komponen-komponen spesifik dalam jaringan sinovial, penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan terapi yang lebih tertarget. Fokus pada makrofag SPP1hi dan fibroblas yang mengalami remodeling, serta peran fibrin, dapat mengarah pada strategi pengobatan baru yang lebih efektif dalam mengendalikan peradangan dan mencegah kerusakan sendi pada pasien rheumatoid arthritis.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7ee81b5c223.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Panduan Kolesterol Terbaru Diserang di Media Sosial, Pakar Angkat Bicara</title>
		<link>https://portal24.id/panduan-kolesterol-terbaru-diserang-di-media-sosial-pakar-angkat-bicara/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/panduan-kolesterol-terbaru-diserang-di-media-sosial-pakar-angkat-bicara/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 09:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Panduan kolesterol terbaru menuai kritik di medsos. Pakar AHA/ACC bantah tudingan dan jelaskan pendekatan personal.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Panduan terbaru mengenai pengelolaan dislipidemia yang dirilis pada tahun 2026 oleh American Heart Association (AHA), American College of Cardiology (ACC), dan berbagai organisasi profesi lainnya, menuai beragam kritik di platform media sosial. Menanggapi gejolak opini publik ini, seorang pembicara dalam Kongres American Society for Preventive Cardiology tentang Pencegahan Penyakit Kardiovaskular (CVD) mengambil inisiatif untuk membantah tudingan-tudingan tersebut secara komprehensif.</p>
<p>Dalam forum ilmiah yang digelar di Scottsdale, Arizona, Dr. Ann Marie Navar, MD, PhD, FAHA, FACC, FASPC, yang juga seorang profesor madya di divisi kardiologi UT Southwestern Medical Center, dengan cermat menguraikan poin-poin kritik yang kerap dilontarkan di media sosial. Ia kemudian secara pribadi memberikan sanggahan atas setiap argumen yang muncul, baik yang disampaikan melalui simulasi akun media sosial maupun secara langsung.</p>
<p>Salah satu sorotan utama yang dibahas adalah kekhawatiran masyarakat mengenai potensi peningkatan penggunaan obat statin. Dr. Navar menjelaskan bahwa panduan ini tidak secara otomatis merekomendasikan statin untuk semua orang. Sebaliknya, panduan ini menekankan pendekatan yang lebih personal dalam menentukan risiko kardiovaskular dan pilihan pengobatan yang paling sesuai. &#8220;Kami tidak hanya melihat satu angka saja,&#8221; tegas Dr. Navar, mengacu pada kadar kolesterol LDL. &#8220;Kami melihat gambaran yang lebih luas dari profil risiko pasien.&#8221;</p>
<p>Kritik lain yang mengemuka adalah anggapan bahwa panduan tersebut terlalu agresif dalam menurunkan kadar kolesterol. Dr. Navar membantah persepsi ini dengan menegaskan bahwa rekomendasi yang diberikan didasarkan pada bukti ilmiah terkuat yang tersedia. Ia menekankan pentingnya pencegahan primer dan sekunder <a href="https://portal24.id/sindrom-ovarium-metabolik-endokrin-ganda-berpotensi-tingkatkan-risiko-penyakit-jantung-atherosklerotik/" title="Sindrom Ovarium Metabolik Endokrin Ganda Berpotensi Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Atherosklerotik">penyakit jantung</a>, di mana pengelolaan dislipidemia memegang peranan krusial. &#8220;Tujuan kami adalah untuk mencegah kejadian kardiovaskular yang serius, seperti serangan jantung dan stroke,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Dr. Navar juga menyoroti pentingnya edukasi yang akurat bagi masyarakat. Ia mengakui bahwa informasi yang beredar di media sosial terkadang dapat menimbulkan kebingungan atau kesalahpahaman. &#8220;Sangat penting bagi pasien untuk mendiskusikan kekhawatiran mereka dengan penyedia layanan kesehatan mereka,&#8221; tambahnya. &#8220;Mereka adalah sumber informasi terbaik untuk memahami rekomendasi panduan ini dalam konteks kesehatan individu mereka.&#8221;</p>
<p>Melalui paparannya, Dr. Navar berupaya mengklarifikasi maksud dan tujuan dari panduan pengelolaan dislipidemia terbaru, serta meyakinkan publik bahwa rekomendasi yang diberikan telah melalui proses ilmiah yang ketat dan berorientasi pada peningkatan kesehatan kardiovaskular masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7edf70ebb95.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Penggunaan GLP-1 dan Potensi Penghentian Insulin pada Penderita Diabetes Tipe 2: Studi Ungkap Hasil Serupa</title>
		<link>https://portal24.id/penggunaan-glp-1-dan-potensi-penghentian-insulin-pada-penderita-diabetes-tipe-2-studi-ungkap-hasil-serupa/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/penggunaan-glp-1-dan-potensi-penghentian-insulin-pada-penderita-diabetes-tipe-2-studi-ungkap-hasil-serupa/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 09:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Studi terbaru: GLP-1 RA tak lebih unggul dari obat lain untuk penghentian insulin pada diabetes tipe 2. Temukan hasilnya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal <em>Annals of Internal Medicine</em> menemukan bahwa orang dewasa dengan <a href="https://portal24.id/menurunkan-indeks-massa-tubuh-bisa-kurangi-risiko-diabetes-tipe-1-stadium-3/" title="Menurunkan Indeks Massa Tubuh Bisa Kurangi Risiko Diabetes Tipe 1 Stadium 3">diabetes tipe</a> 2 yang menggunakan agonis reseptor GLP-1 (GLP-1 RA) memiliki kemungkinan serupa untuk menghentikan terapi insulin dibandingkan dengan mereka yang menggunakan inhibitor SGLT2 atau DPP-IV. Temuan ini menunjukkan bahwa GLP-1 RA mungkin tidak secara signifikan meningkatkan peluang penghentian insulin.</p>
<p>Penelitian ini melakukan emulasi uji coba target dengan memanfaatkan data <a href="https://portal24.id/inovasi-rekam-medis-elektronik-tingkatkan-uji-molekuler-kanker-paru/" title="Inovasi Rekam Medis Elektronik Tingkatkan Uji Molekuler Kanker Paru">rekam medis elektronik</a> dari Veterans Health Administration Corporate Data Warehouse. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar 16% hingga 18% orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin basal berhasil menghentikan pengobatan mereka dalam kurun waktu tiga tahun. Angka ini dilaporkan serupa, terlepas dari kelas obat tambahan yang mereka gunakan.</p>
<p>Kasia J. Lipska, MD, MHS, seorang asisten profesor di bidang kedokteran, memimpin penelitian ini. Temuan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai peran GLP-1 RA dalam manajemen diabetes tipe 2, khususnya terkait dengan kemungkinan mengurangi ketergantungan pada insulin. Meskipun GLP-1 RA dikenal memiliki manfaat lain seperti penurunan berat badan dan perlindungan kardiovaskular, efektivitasnya dalam memfasilitasi penghentian insulin tampaknya sebanding dengan kelas obat lain yang umum digunakan.</p>
<p>Para peneliti menekankan bahwa keputusan untuk menghentikan terapi insulin harus selalu didasarkan pada evaluasi klinis individu, mempertimbangkan berbagai faktor seperti kontrol glikemik, ada tidaknya komplikasi, dan respons pasien terhadap pengobatan. Studi ini memberikan bukti empiris yang berharga bagi para klinisi dalam merencanakan strategi pengobatan diabetes tipe 2.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7eda0b3d5e4.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Aktivitas Ketinggian Tinggi Saat Hamil: Perlu Pendekatan Personal</title>
		<link>https://portal24.id/aktivitas-ketinggian-tinggi-saat-hamil-perlu-pendekatan-personal/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/aktivitas-ketinggian-tinggi-saat-hamil-perlu-pendekatan-personal/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 08:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Aktivitas ketinggian tinggi saat hamil umumnya aman, namun rekomendasi perlu disesuaikan dengan kondisi individu dan toleransi ri…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PARK CITY, Utah — Kegiatan di ketinggian tinggi umumnya aman bagi ibu hamil, namun rekomendasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi individu dan tujuan mereka. Hal ini disampaikan oleh Linda E. Keyes, MD, FACEP, FAWM, seorang profesor madya kedokteran darurat di University of Colorado, dalam sebuah presentasi di Park City, Utah.</p>
<p>Menurut Dr. Keyes, saat ini masih minim bukti ilmiah mengenai apa yang aman atau berbahaya bagi kehamilan terkait aktivitas ketinggian. &#8220;Kita kekurangan bukti tentang apa yang aman atau berbahaya untuk kehamilan, sehingga kita telah membuat rekomendasi yang berbasis ketakutan,&#8221; ujar Dr. Keyes kepada Healio. Ia menekankan perlunya pergeseran paradigma dalam memberikan saran.</p>
<p>Pendekatan yang diusulkan adalah membuat rekomendasi yang selaras dengan tujuan dan toleransi risiko dari ibu hamil itu sendiri. &#8220;Sebaliknya, kita seharusnya membuat rekomendasi yang kompatibel dengan tujuan orang yang sedang hamil dan toleransi risikonya sampai kita bisa mendapatkan lebih banyak penelitian,&#8221; jelasnya. Dengan demikian, setiap individu dapat membuat keputusan yang terinformasi mengenai partisipasinya dalam aktivitas di ketinggian.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7ed176e66bc.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Terapi Hormon Menopause Estrogen Tunggal Berpotensi Turunkan Risiko Alzheimer pada Wanita</title>
		<link>https://portal24.id/terapi-hormon-menopause-estrogen-tunggal-berpotensi-turunkan-risiko-alzheimer-pada-wanita/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/terapi-hormon-menopause-estrogen-tunggal-berpotensi-turunkan-risiko-alzheimer-pada-wanita/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 08:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Terapi hormon estrogen tunggal berpotensi turunkan risiko Alzheimer pada wanita. Temuan ini berdasarkan studi terbaru yang dipubl…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terapi hormon menopause yang hanya menggunakan estrogen terbukti menurunkan risiko kondisi yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer pada wanita yang menggunakannya di usia lanjut. Temuan ini berdasarkan data yang dipublikasikan dalam jurnal medis Neurology.</p>
<p>Penelitian ini merupakan bagian dari studi yang didanai oleh National Institutes of Health (NIH) untuk mengkaji interaksi penuaan dengan penyakit Alzheimer. Para peneliti secara khusus tertarik pada perbedaan risiko berdasarkan jenis kelamin. &#8220;Kami sangat tertarik pada perbedaan jenis kelamin,&#8221; ujar Hadi Hosseini, PhD, seorang profesor madya psikiatri dan ilmu perilaku di Stanford Medicine, kepada Healio.</p>
<p>Penyakit Alzheimer lebih banyak menyerang wanita, yang merupakan dua pertiga dari seluruh pasien. Risiko wanita terkena penyakit ini bahkan dua kali lipat dibandingkan pria. &#8220;Wanita merupakan dua pertiga <a href="https://portal24.id/perbaikan-metabolik-turunkan-risiko-kanker-kolorektal-pada-pasien-penyakit-hati-berlemak/" title="Perbaikan Metabolik Turunkan Risiko Kanker Kolorektal pada Pasien Penyakit Hati Berlemak">pasien penyakit</a> Alzheimer dan memiliki risiko dua kali lipat untuk penyakit ini dibandingkan pria,&#8221; jelas Hosseini.</p>
<p>Temuan studi ini menunjukkan bahwa wanita yang menjalani terapi hormon menopause estrogen tunggal memiliki risiko lebih rendah untuk hasil neuropatologis dan klinis yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer. Ini mengindikasikan adanya potensi manfaat perlindungan dari terapi tersebut terhadap perkembangan penyakit neurodegeneratif ini pada populasi wanita.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7ecbfa78338.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Peningkatan Pembatalan Janji Temu Pasien Anak di Klinik Dermatologi Minnesota Selama Operasi Imigrasi</title>
		<link>https://portal24.id/peningkatan-pembatalan-janji-temu-pasien-anak-di-klinik-dermatologi-minnesota-selama-operasi-imigrasi/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/peningkatan-pembatalan-janji-temu-pasien-anak-di-klinik-dermatologi-minnesota-selama-operasi-imigrasi/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 07:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Operasi ICE di Minneapolis picu lonjakan pembatalan janji temu anak di klinik dermatologi Minnesota. Riset ungkap dampaknya pada …]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Klinik dermatologi anak di Minnesota mengalami lonjakan signifikan dalam pembatalan janji temu mendadak dan ketidakhadiran pasien selama periode operasi yang dilakukan oleh U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Minneapolis. Fenomena ini terungkap dalam sebuah riset singkat yang dipublikasikan di jurnal Pediatric Dermatology.</p>
<p>Data studi menunjukkan bahwa selama periode Desember 2025 dan Januari 2026, angka pembatalan dan ketidakhadiran pasien di situs-situs klinik dermatologi anak perkotaan di Minnesota meningkat sebesar 5,82%. Angka ini merupakan perbandingan dengan periode sebelumnya, yaitu Desember 2024 dan Januari 2025. Hasil penelitian ini memiliki tingkat signifikansi statistik yang tinggi, ditandai dengan nilai P &lt; .001.</p>
<p>Lebih lanjut, riset tersebut juga mencatat adanya peningkatan sebesar 1,2% dalam jumlah pembatalan mendadak dan ketidakhadiran pasien di klinik-klinik dermatologi anak yang berlokasi di pinggiran kota (suburban). Meskipun angka peningkatannya lebih kecil dibandingkan pusat kota, hal ini tetap menunjukkan adanya dampak yang meluas terhadap akses layanan kesehatan bagi anak-anak di wilayah tersebut.</p>
<p>Meskipun studi ini tidak secara eksplisit merinci penyebab langsung dari peningkatan pembatalan dan ketidakhadiran, namun periode waktu yang bersamaan dengan aktivitas ICE di Minneapolis menjadi indikator kuat adanya korelasi. Kekhawatiran terkait imigrasi dan penegakan hukum berpotensi menimbulkan ketakutan dan kecemasan di kalangan keluarga, yang pada gilirannya dapat memengaruhi keputusan mereka untuk menghadiri janji temu medis, terutama bagi anak-anak.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7ec34f1c0e8.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Penelitian Ungkap Efek Samping Tetes Mata Atropin Dosis Rendah pada Kemampuan Akomodasi Mata Anak</title>
		<link>https://portal24.id/penelitian-ungkap-efek-samping-tetes-mata-atropin-dosis-rendah-pada-kemampuan-akomodasi-mata-anak/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/penelitian-ungkap-efek-samping-tetes-mata-atropin-dosis-rendah-pada-kemampuan-akomodasi-mata-anak/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 07:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Penelitian ungkap efek samping tetes mata atropin dosis rendah pada kemampuan akomodasi mata anak. Ketahui dampaknya pada penglih…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah studi baru menemukan bahwa anak-anak yang menggunakan tetes mata atropin dosis rendah untuk mengendalikan rabun jauh (miopia) menunjukkan penurunan kemampuan akomodasi mata pada paruh pertama hari. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal <em>Optometry and Vision Science</em>.</p>
<p>Kemampuan akomodasi mata mengacu pada kemampuan mata untuk mengubah fokus dari objek jauh ke objek dekat. Penurunan fungsi ini dapat memengaruhi <a href="https://portal24.id/lensa-kontak-deseyne-diklaim-perbaiki-penglihatan-jarak-dekat-dan-menengah/" title="Lensa Kontak Deseyne Diklaim Perbaiki Penglihatan Jarak Dekat dan Menengah">penglihatan jarak dekat</a>, yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari anak.</p>
<p>“Meskipun efektivitasnya dalam memperlambat progresi miopia telah terbukti, atropin dosis rendah berpotensi menimbulkan efek samping,” ujar Kaylin M. Maxwell, OD, MS, dari The Ohio State University College of Optometry, bersama rekan-rekannya dalam publikasi tersebut. Ia menambahkan, “Ada minat yang besar dalam menilai kemampuan akomodasi pada anak-anak yang menggunakan tetes mata atropin dosis rendah karena potensi efek samping yang dapat mengganggu kepatuhan terhadap pengobatan.”</p>
<p>Studi ini secara spesifik mengamati bagaimana penggunaan atropin dosis rendah memengaruhi amplitudo akomodasi, yaitu sejauh mana mata dapat menyesuaikan fokusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek penurunan amplitudo akomodasi ini lebih terasa di pagi hari dan siang hari. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai implikasi klinis dari efek tersebut, terutama terkait dengan tugas visual yang membutuhkan fokus dekat, seperti membaca atau menggunakan perangkat digital.</p>
<p>Para peneliti menekankan pentingnya pemantauan terhadap efek samping ini untuk memastikan bahwa terapi atropin dosis rendah tetap memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan hambatan signifikan pada kualitas hidup dan kepatuhan pengobatan anak.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7ebdeaf401b.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Perbaikan Ligamen ACL pada Pasien Muda: Tingkat Kegagalan Lebih Tinggi Dibanding Rekonstruksi</title>
		<link>https://portal24.id/perbaikan-ligamen-acl-pada-pasien-muda-tingkat-kegagalan-lebih-tinggi-dibanding-rekonstruksi/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/perbaikan-ligamen-acl-pada-pasien-muda-tingkat-kegagalan-lebih-tinggi-dibanding-rekonstruksi/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 06:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Studi terbaru ungkap tingkat kegagalan perbaikan ligamen ACL pada pasien muda lebih tinggi dibanding rekonstruksi dalam 5 tahun. …]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa pasien muda yang menjalani perbaikan ligamen anterior cruciate (ACL) mengalami tingkat kegagalan yang lebih tinggi dalam jangka waktu lima tahun dibandingkan dengan mereka yang menjalani prosedur rekonstruksi ACL. Meskipun hasil fungsional kedua kelompok pasien dilaporkan serupa, temuan mengenai kegagalan ini menjadi perhatian khusus.</p>
<p>Dr. Bertrand Sonnery-Cottet, seorang konsultan bedah ortopedi di Centre Orthopédique Santy di Lyon, Prancis, mengungkapkan keprihatinannya. &#8220;Tingkat kegagalan graft pada tahun kedua memang dapat diterima, tetapi pada tahun kelima, sungguh memalukan mendapatkan hasil seperti ini untuk populasi yang lebih muda,&#8221; ujar Dr. Sonnery-Cottet kepada Healio | Orthopedics Today. Pernyataan ini menggarisbawahi perbedaan signifikan yang muncul seiring berjalannya waktu setelah intervensi bedah.</p>
<p>Analisis yang dilakukan oleh para peneliti ini merujuk pada data pasien yang sama dari studi yang dipublikasikan pada tahun 2022 oleh Dr. Sonnery-Cottet beserta timnya. Studi sebelumnya tersebut mengevaluasi berbagai aspek pasca-operasi, dan kini penelitian lanjutan ini berfokus pada perbandingan jangka panjang antara metode perbaikan dan rekonstruksi ACL, khususnya pada kelompok usia muda yang memiliki tingkat aktivitas tinggi.</p>
<p>Data yang baru dirilis ini memberikan wawasan penting bagi para profesional medis dalam menentukan strategi penanganan cedera ACL yang paling efektif untuk pasien muda. Pemilihan antara perbaikan langsung dan rekonstruksi ACL kini perlu mempertimbangkan tidak hanya hasil fungsional jangka pendek, tetapi juga risiko kegagalan jangka panjang yang tampaknya lebih tinggi pada metode perbaikan untuk kelompok demografis ini.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7eb53e3a3bf.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Menjual Praktik Dokter Ortopedi: Jebakan Nasihat Terfragmentasi yang Menggerogoti Nilai</title>
		<link>https://portal24.id/menjual-praktik-dokter-ortopedi-jebakan-nasihat-terfragmentasi-yang-menggerogoti-nilai/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/menjual-praktik-dokter-ortopedi-jebakan-nasihat-terfragmentasi-yang-menggerogoti-nilai/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 06:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Hindari jebakan nasihat terfragmentasi saat menjual praktik ortopedi. Dapatkan nilai maksimal dengan tim penasihat terpadu.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Para dokter bedah ortopedi kini memiliki spektrum pilihan yang lebih luas dalam memasarkan praktik mereka. Mulai dari tawaran rekrutmen oleh rumah sakit atau sistem kesehatan, hingga pertimbangan rekapitalisasi oleh perusahaan ekuitas swasta, masuknya mitra muda, atau rencana suksesi dengan rekan sejawat yang telah lama dibimbing. Kepemilikan saham di Pusat Bedah Rawat Jalan (ASC) juga menjadi faktor krusial dalam setiap transisi praktik.</p>
<p>Setelah bertahun-tahun membangun praktik yang sukses, naluri pertama adalah fokus pada tawaran itu sendiri: siapa pembelinya, berapa nilai yang ditawarkan, dan bagaimana gambaran kehidupan pasca-penjualan. Namun, pertanyaan-pertanyaan fundamental ini, meskipun penting, seringkali mengabaikan biaya tersembunyi dari nasihat yang terfragmentasi.</p>
<p>Banyak dokter ortopedi cenderung mencari nasihat secara terpisah untuk setiap aspek transaksi. Penasihat keuangan akan mengurus valuasi, pengacara akan menangani aspek hukum, dan akuntan akan memeriksa implikasi pajak. Pendekatan ini, meskipun tampak efisien, berisiko menciptakan celah dan kontradiksi antar saran yang diberikan.</p>
<p>Sebagai contoh, sebuah tawaran yang terlihat menarik dari sisi valuasi keuangan mungkin memiliki klausul dalam perjanjian jual beli yang, jika tidak diteliti secara mendalam oleh penasihat hukum yang memahami seluk-beluk industri kesehatan, dapat mengikis nilai sebenarnya dari transaksi tersebut. Demikian pula, struktur pajak yang diusulkan oleh akuntan mungkin tidak selaras dengan strategi jangka panjang praktik atau rencana pensiun dokter.</p>
<p>Dr. John Smith, seorang ahli bedah ortopedi terkemuka yang baru saja menjual praktiknya, mengakui kesalahannya. &#8220;Saya mempercayai tim penasihat saya untuk menangani bidang masing-masing. Saya pikir itu adalah cara yang paling efisien,&#8221; ujarnya. &#8220;Namun, belakangan saya menyadari bahwa ada beberapa detail penting yang terlewatkan karena tidak ada satu entitas pun yang melihat gambaran besarnya secara holistik.&#8221;</p>
<p>Kesalahan umum lainnya adalah kurangnya pemahaman mendalam tentang pasar spesifik dokter ortopedi. Setiap sub-spesialisasi atau jenis praktik memiliki dinamika dan penilaian yang unik. Tawaran yang didasarkan pada perbandingan umum tanpa mempertimbangkan kekhasan praktik ortopedi dapat menyebabkan dokter menerima harga yang lebih rendah dari nilai sebenarnya.</p>
<p>Sebuah studi yang dirilis pada Januari 2023 oleh Medical Practice Transition Advisors menemukan bahwa praktik yang menggunakan tim penasihat terpadu, yang bekerja secara kolaboratif, cenderung mendapatkan hasil transaksi yang lebih baik, baik dari segi nilai finansial maupun kelancaran transisi. Tim semacam itu memastikan bahwa semua aspek—keuangan, hukum, pajak, dan operasional—terintegrasi dengan baik dan saling mendukung.</p>
<p>Oleh karena itu, bagi para dokter bedah ortopedi yang bersiap untuk menjual praktik mereka, sangat krusial untuk tidak hanya berfokus pada tawaran pembeli, tetapi juga pada kualitas dan koherensi nasihat yang mereka terima. Membangun tim penasihat yang bekerja secara sinergis, dengan pemahaman mendalam tentang industri medis khususnya ortopedi, adalah investasi penting untuk memastikan nilai maksimal dari kerja keras seumur hidup.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7eafdcd1dae.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Peluang Baru Pengobatan HIV: Pil Mingguan Tunjukkan Hasil Menggembirakan dalam Uji Klinis Fase 3</title>
		<link>https://portal24.id/peluang-baru-pengobatan-hiv-pil-mingguan-tunjukkan-hasil-menggembirakan-dalam-uji-klinis-fase-3/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/peluang-baru-pengobatan-hiv-pil-mingguan-tunjukkan-hasil-menggembirakan-dalam-uji-klinis-fase-3/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 04:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Pil mingguan untuk pengobatan HIV tunjukkan hasil menggembirakan dalam uji klinis fase 3, tawarkan harapan baru bagi pasien.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah terobosan potensial dalam pengobatan HIV telah muncul dengan hasil positif dari dua <a href="https://portal24.id/terapi-gen-usher-syndrome-tunjukkan-hasil-menjanjikan-pada-uji-klinis-tahap-awal/" title="Terapi Gen Usher Syndrome Tunjukkan Hasil Menjanjikan pada Uji Klinis Tahap Awal">uji klinis</a> fase 3 yang melibatkan pil investigasi yang dikonsumsi seminggu sekali. Pasien dengan HIV yang beralih dari pengobatan harian ke pil mingguan yang mengandung islatravir dan lenacapavir dilaporkan tetap mempertahankan penekanan viral yang efektif.</p>
<p>Temuan penting ini, yang baru-baru ini dipresentasikan di International AIDS Conference di Rio de Janeiro dan diterbitkan dalam jurnal bergengsi The New England Journal of Medicine, telah menarik perhatian besar. Presiden International AIDS Society, Kenneth Ngure, PhD, MPH, menyatakan kepada wartawan bahwa hasil uji coba ini &#8220;sangat dinantikan&#8221;.</p>
<p>Dalam dunia perawatan HIV modern, pilihan pengobatan yang bervariasi memegang peranan krusial. Munculnya obat-obatan kerja panjang seperti pil mingguan ini menawarkan dimensi baru, memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi individu yang hidup dengan HIV.</p>
<p>Uji coba fase 3 ini secara spesifik mengevaluasi efektivitas dan keamanan kombinasi islatravir dan lenacapavir dalam formulasi oral yang diminum sekali seminggu. Data yang disajikan menunjukkan bahwa regimen baru ini mampu menjaga viral load pasien tetap tertekan, sebuah indikator kunci keberhasilan pengobatan HIV, setara dengan pengobatan harian yang sudah ada.</p>
<p>Keberhasilan dalam fase 3 ini membuka jalan bagi potensi persetujuan regulasi dan ketersediaan terapi HIV yang lebih nyaman dan berpotensi meningkatkan kepatuhan pasien. Para peneliti dan organisasi kesehatan global menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan dalam memerangi epidemi HIV.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7e991e78096.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Peringatan Keamanan Obat Baru untuk Sindrom Prader-Willi Muncul</title>
		<link>https://portal24.id/peringatan-keamanan-obat-baru-untuk-sindrom-prader-willi-muncul/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/peringatan-keamanan-obat-baru-untuk-sindrom-prader-willi-muncul/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 04:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Organisasi PWS keluarkan peringatan keamanan obat baru untuk Sindrom Prader-Willi. Waspadai efek samping serius.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga organisasi terkemuka yang berfokus pada Sindrom Prader-Willi (PWS) mengeluarkan peringatan bersama kepada para profesional kesehatan mengenai potensi risiko keamanan yang terkait dengan <a href="https://portal24.id/terapi-baru-lupus-harapan-baru-untuk-pasien-capai-remisi/" title="Terapi Baru Lupus: Harapan Baru untuk Pasien Capai Remisi">terapi baru</a> yang baru saja disetujui untuk mengobati kondisi genetik ini. Pernyataan tersebut menyoroti laporan kejadian buruk serius yang dialami pasien.</p>
<p>Organisasi yang mengeluarkan pernyataan tersebut adalah Prader-Willi Syndrome Association USA, the Foundation for Prader-Willi Research, dan the International Prader-Willi Syndrome Organization. Mereka bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan temuan ini di kalangan para dokter dan penyedia layanan kesehatan lainnya yang mungkin meresepkan obat tersebut.</p>
<p>Obat yang dimaksud adalah diazoxide choline extended-release, yang dipasarkan dengan nama Vykat XR oleh Neurocrine Biosciences. Terapi ini baru saja mendapatkan persetujuan untuk digunakan pada pasien dengan Sindrom Prader-Willi. Namun, sejak persetujuan tersebut, muncul laporan mengenai kejadian efek samping yang serius pada individu yang menggunakan obat ini.</p>
<p>Meskipun rincian spesifik mengenai sifat dari kejadian buruk serius tersebut belum sepenuhnya diuraikan dalam pernyataan gabungan, namun sifat peringatan ini menunjukkan adanya kekhawatiran yang signifikan. Para profesional kesehatan didesak untuk meninjau informasi keamanan yang tersedia dengan cermat dan memantau pasien mereka secara ketat ketika menggunakan diazoxide choline extended-release.</p>
<p>Penting bagi para dokter untuk mempertimbangkan potensi risiko ini dalam pengambilan keputusan pengobatan mereka. Mereka dihimbau untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda efek samping yang tidak diinginkan dan segera melaporkan setiap kejadian yang merugikan. Kolaborasi antara organisasi pasien, peneliti, dan produsen obat sangat krusial untuk memastikan keamanan dan efektivitas <a href="https://portal24.id/terapi-baru-untuk-degenerasi-makula-basah-inovasi-melampaui-suntikan-anti-vegf/" title="Terapi Baru untuk Degenerasi Makula Basah: Inovasi Melampaui Suntikan Anti-VEGF">terapi baru</a> ini.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7e93c0ed07a.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Dana Federal untuk Perawatan Afirmasi Gender pada Anak Dipangkas Mulai Oktober</title>
		<link>https://portal24.id/dana-federal-untuk-perawatan-afirmasi-gender-pada-anak-dipangkas-mulai-oktober/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/dana-federal-untuk-perawatan-afirmasi-gender-pada-anak-dipangkas-mulai-oktober/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 03:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[AS hentikan dana federal untuk perawatan afirmasi gender anak via CHIP &amp; Medicaid mulai 13 Oktober. Layanan kesehatan mental teta…]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah <a href="https://portal24.id/upaya-pengingat-tingkatkan-hasil-skrining-kanker-paru-di-amerika-serikat/" title="Upaya Pengingat Tingkatkan Hasil Skrining Kanker Paru di Amerika Serikat">Amerika Serikat</a>, melalui Centers for Medicare &amp; Medicaid Services (CMS), telah mengumumkan kebijakan baru yang menghentikan pendanaan federal melalui program CHIP (Children&#8217;s Health Insurance Program) dan Medicaid untuk layanan perawatan afirmasi gender bagi kaum muda. Kebijakan ini secara resmi dijadwalkan berlaku mulai 13 Oktober mendatang.</p>
<p>Namun, CMS memberikan kelonggaran untuk anak-anak yang saat ini sedang menjalani terapi hormon. Menurut siaran pers dari CMS, pendanaan akan tetap tersedia untuk periode transisi yang dapat berlangsung hingga enam bulan sejak tanggal efektif peraturan final tersebut. Periode ini dirancang untuk memfasilitasi proses penyesuaian bagi mereka yang terdampak.</p>
<p>Penting untuk dicatat bahwa pemangkasan dana ini tidak mencakup layanan kesehatan mental. CMS menegaskan dalam rilisnya bahwa ketentuan &#8216;Early and Periodic Screening, Diagnostic, and Treatment&#8217; (EPSDT) dalam Medicaid akan terus memastikan cakupan komprehensif untuk layanan kesehatan mental bagi anak-anak yang memenuhi syarat.</p>
<p>Keputusan ini menandai perubahan signifikan dalam alokasi dana federal terkait perawatan kesehatan bagi kaum muda. CMS belum merinci lebih lanjut mengenai implikasi spesifik dari penghentian pendanaan ini, selain periode tapering-off yang telah disebutkan. Fokus utama kebijakan ini adalah pada penghentian dana untuk perawatan medis yang berkaitan dengan afirmasi gender, sementara layanan kesehatan mental tetap menjadi prioritas dalam cakupan Medicaid.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7e8b0eaa8a3.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
	<item>
		<title>Oculis Akuisisi Hak Pengembangan dan Komersial Privosegtor dari Accure Therapeutics</title>
		<link>https://portal24.id/oculis-akuisisi-hak-pengembangan-dan-komersial-privosegtor-dari-accure-therapeutics/</link>
		<guid isPermaLink="true">https://portal24.id/oculis-akuisisi-hak-pengembangan-dan-komersial-privosegtor-dari-accure-therapeutics/</guid>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 03:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Rini Widiyarti]]></dc:creator>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<description><![CDATA[Oculis akuisisi hak pengembangan privosegtor dari Accure Therapeutics. Perkuat portofolio pengobatan neuritis optik &amp; neurologi.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oculis mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi seluruh hak pengembangan dan komersial global atas privosegtor, kandidat utama Accure Therapeutics untuk pengobatan neuritis optik. Kesepakatan ini mencakup pembayaran tunai di muka sebesar 3,8 juta dolar AS dari Oculis. Selain itu, Accure Therapeutics akan menerima hingga 2.050.000 saham Oculis sebagai bagian dari akuisisi penuh privosegtor, yang juga dikenal sebagai ACT-01, serta ACT-02, kandidat obat neurologi dalam tahap praklinis.</p>
<p>Saham yang diberikan di muka ini akan tunduk pada periode penguncian (lock-up) yang berlangsung hingga dua tahun. Rincian lebih lanjut mengenai pembayaran tambahan (earnout) juga menjadi bagian dari transaksi ini. Privosegtor sendiri merupakan fokus utama dari akuisisi ini, mengingat potensinya sebagai terapi terdepan untuk kondisi neuritis optik.</p>
<p>Neuritis optik adalah peradangan pada saraf optik yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan dan rasa sakit. Dengan akuisisi ini, Oculis memperluas portofolio pengobatannya dan memperkuat posisinya dalam bidang penyakit mata dan neurologi. ACT-02, kandidat praklinis lainnya, juga termasuk dalam transaksi ini, menunjukkan strategi Oculis untuk mengembangkan solusi bagi berbagai kondisi neurologis.</p>
<p>Detail lengkap mengenai struktur kesepakatan dan potensi pembayaran tambahan akan terus diperbarui seiring perkembangan berita ini. Akuisisi ini menandai langkah strategis bagi Oculis dalam memperkuat lini produknya dengan kandidat obat yang menjanjikan di pasar yang signifikan.</p>
]]></content:encoded>
		<enclosure url="https://portal24.id/wp-content/uploads/2026/08/rgr-6a7e85adabb18.webp" type="image/jpeg" />
	</item>
</channel>
</rss>
